Mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Nusantara menggunakan baju adat bersiap mengikuti upacara Hari Sumpah Pemuda di Bungker Kali Adem, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Kamis (28/10/2021). Sebanyak 28 mahasiswa dengan baju adat dan anggota Brimob Gondowulung | Wihdan Hidayat / Republika

Kabar Utama

29 Oct 2021, 03:55 WIB

Jokowi: Saatnya Pemuda Jadi Pemimpin

Semangat generasi muda harus disalurkan dalam berbagai sektor.

JAKARTA — Presiden Joko Widodo menyatakan, pemuda memiliki peran sentral sebagai pemimpin perubahan bangsa. Menurut dia, pemuda merupakan kekuatan terbesar dari bonus demografi bangsa, yang harus memiliki jiwa pemberani untuk mengambil risiko dan memanfaatkan peluang.

Jokowi bahkan berpandangan, era disrupsi saat ini merupakan waktu bagi para kaum muda menjadi pemimpin untuk memenangkan kompetisi dan menguasai teknologi. "Pemuda harus bisa menjadi pemimpin yang berani mengambil inisiatif, tetapi tetap humanis. Pemimpin yang mau terus belajar dan yang terlebih penting menjadi pemimpin yang siap berkontribusi untuk kemajuan Indonesia,” kata Jokowi saat peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93 secara virtual melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (28/10).

Jokowi menilai, semakin bertumbuhnya start-up yang sukses menjadi pemain global merupakan bukti dari kekuatan pemuda. Selain itu, karya dan prestasi anak bangsa di kancah global juga makin bertambah.

Ia memahami bahwa tidak semua pemuda Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati pendidikan tinggi, memahami dunia yang penuh disrupsi, hingga memahami perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) terbaru.

Namun, ia menekankan agar pemuda Indonesia harus saling berbagi informasi, pengetahuan, dan keterampilan. Tujuannya agar semua anak Indonesia dapat berkontribusi lebih besar kepada kemanusiaan dan kemajuan bangsa.

Menurut Jokowi, hal itulah yang menjadi esensi dari sebuah kepemimpinan. Ia mengatakan, kepemimpinan adalah membantu yang tidak bisa menjadi bisa dan membantu yang sudah bisa menjadi lebih bisa. "Kepemimpinan itu bukan posisi, apalagi jabatan. Kepemimpinan adalah pengaruh, kepemimpinan adalah inspirasi, kepemimpinan adalah yang membuat visi menjadi kenyataan,” katanya.

Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mendorong agar peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum bangkitnya pemuda Indonesia. Pemuda Indonesia, Wapres menyebut, harus bisa menyesuaikan diri di segala tempat serta bermanfaat untuk sesama.

"Kaum muda harus siap di mana saja dan menjadi apa saja yang bermanfaat. Kalau dibuang ke laut, jadilah pulau. Dibuang ke darat, jadilah gunung. Selalu memiliki peran sentral dan bermanfaat pada lingkungan sekitar," ujar Wapres dalam akun Instagram-nya,  Kamis (28/10).

Para pemuda juga dinilai harus berperan lebih dalam dunia perpolitikan Tanah Air. Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu mengatakan, peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum bagi generasi muda untuk maju ke gelanggang kepemimpinan nasional.

"PKS berkomitmen mendorong para pemuda naik panggung dan menjadi aktor-aktor perubahan yang menjadi pelaku sejarah, bukan hanya menjadi penonton sejarah," ujar Syaikhu dalam peluncuran PKS Muda Institute, Kamis (28/10).

photo
Sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (28/10/2021). Dalam unjuk rasa yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, mereka mengkritik serta mengevaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo, di antaranya isu permasalahan Hak Asasi Manusia (HAM), korupsi, krisis demokrasi, kerusakan lingkungan, krisis pendidikan, krisis ekonomi dan kesehatan. Foto: Republika/Abdan Syakura - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Semangat generasi muda, menurut Syaikhu, harus dapat disalurkan dalam berbagai sektor. Salah satunya lewat perpolitikan Indonesia yang disebutnya merupakan kunci berbagai program dan kebijakan. "Politik memang bukan segala-galanya, tapi segala-galanya banyak dipengaruhi oleh kebijakan-kebijakan politik," ujar Syaikhu.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda mengatakan, pidato Presiden terkait pemuda pemimpin secara politik bisa dianggap sebagai sinyal kepada nama-nama yang belakangan muncul di berbagai survei untuk mempersiapkan diri menjadi suksesornya. "Dan itu harus ditangkap oleh mereka yang masuk radar survei hari ini," kata Hanta Yuda, Kamis (28/10).

Dia melanjutkan, data survei Poltracking Indonesia mencatat banyak pemimpin muda yang muncul di elektabilitas tertinggi. Dari enam nama teratas, ada lima calon yang bisa dikategorikan pemimpin muda. Kelima calon itu adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Menparekraf Sandiaga Uno. Adapun nama Prabowo Subianto yang merupakan generasi senior berada di urutan keenam.

Dalam survei Poltracking yang dirilis pekan lalu, muncul juga sejumlah nama menteri Kabinet Kerja, yaitu Menko Polhukam Mahfud MD dan Menteri BUMN Erick Thohir. "Dari tiga besar capres hasil survei, bisa dikatakan pemimpin ke depan berpeluang besar diisi oleh figur muda dan di luar tiga besar sangat berpeluang menjadi cawapres," katanya.

Dia menjelaskan, jika dilihat dari syarat menjadi presiden yang minimal berusia 40 tahun, rentang usia 40 hingga sekitar 50 tahunan relevan untuk disebut sebagai pemimpin muda. Apalagi, dia melanjutkan, sekelas presiden sebagai karier tertinggi di politik. "Jadi, di bawah 55 tahun relatif masih terbilang muda," katanya.

Menurut dia, kesukaan terhadap pemimpin muda juga tidak lepas dari mulai bergesernya gaya kepemimpinan yang disukai masyarakat. Menurut dia, gaya kaku dan birokratis sudah dianggap sebagai gaya kepemimpinan lama.

Pemuda Diajak Berpolitik

Bidang Kepemudaan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meluncurkan gerakan Pendaftaran Bakal Caleg Muda PKS dan Pembukaan PKS Muda Institute. Hal itu dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang diadakan secara daring pada Kamis (28/10).

Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al Jufri mengatakan, kegiatan ini sesuai dengan semangat sumpah pemuda yang mengedepankan kolaborasi dan semangat persatuan. "Peluncuran The Next Leader Project dan PKS Muda Institute dilaksanakan bertepatan sumpah pemuda, juga memberi pesan agar kita selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, dan semangat untuk terus membangun kolaborasi," kata Salim dalam keterangan pers, Kamis (28/10).

Menteri Sosial pada era Kabinet Indonesia Bersatu II itu juga menegaskan, PKS memberi ruang besar bagi generasi muda untuk bergabung dan berkiprah di dunia politik tanpa memandang latar belakang. PKS mengajak generasi muda untuk berjuang bersama.

"Bergandengan tangan merupakan kunci kesuksesan dalam memberikan kontribusi membangun Indonesia yang lebih baik. PKS memberi ruang bagi seluruh generasi muda Indonesia, dari berbagai latar belakang sosial, budaya, profesi dan kompetensi untuk berkiprah dalam dunia politik," ujar Salim.

Hal senada disampaikan Ketua Bidang Kepemudaan DPP PKS, Gamal Albinsaid. Gamal menyebut hadirnya kaum muda di kancah politik tak hanya untuk memenangkan pemilu, tapi memberi inspirasi dan nilai positif bagi generasi muda.

"Tugas kita bukan hanya memenangkan konstelasi politik, tapi memberikan pendidikan bagi generasi muda untuk mampu berpolitik dengan santun bijak dan berkarakter,” kata Gamal.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, memberikan apresiasi kepada PKS, yang telah memberikan kesempatan bagi anak muda untuk berkiprah di dunia politik. Ia menilai tidak terlibatnya anak muda dalam politik praktis bukan berarti mereka apatis.

"Program The Next Leader Project PKS itu suatu terobosan untuk membuka kanal yang selama menyumbat aspirasi anak muda, yang dianggap politik secara mainstream kurang menyerap aspirasi anak muda," tutur Burhan.

Menurut Burhan, anak muda tidak tepat jika dikatakan abai terhadap politik. Ia mengamati kaum muda cukup kritis dalam menyikapi berbagai isu terkini. Ia meyakini, meningkatnya sikap kritis anak muda harus diantisipasi partai politik untuk menarik mereka ikut aktif dalam kancah perpolitikan.

"Kalau partai gagal menarik minat pemuda untuk politically engaged, partai sebagai garda terdepan dalam demokrasi akan sulit melakukan regenerasi, dan partai akan dikuasai oleh elite-elite tua," ucap Burhan. 

Sementara itu, Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani mengatakan, momentum peringatan sumpah pemuda sepatutnya menjadi pengingat sekaligus pembangkit energi bagi pemuda Indonesia, bahwa sejarah perjalanan bangsa tak bisa dipisahkan dari peran penting dan strategis pemuda.

Dalam perjalanan sejarah, mulai dari momentum besar sumpah pemuda menjadi penanda dan proklamasi lahirnya kesadaran keindonesiaan sebagai bangsa. 

photo
Sejumlah mahasiswa melaksanakan aksi dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda di Jakarta, Kamis (28/10). Dalam aksi tersebut mereka menuntut pemerintah mencabut UU Nomor 11 Tahun 2019 tentang Cipta Kerja dan berbagai aturan turunannya serta menghentikan pembungkaman dan represifitas terhadap gerakan rakyat. Republika/Putra M. Akbar - (Republika/Putra M. Akbar)

"Selanjutnya, pada proklamasi kemerdekaan Indonesia sebagai negara, kembali pemuda berperan untuk mendorong percepatan, mendesak bapak bangsa Sukarno-Hatta tidak menunda-nunda proklamasi kemerdekaan," kata Kamhar kepada Republika, Kamis (28/10).

Kamhar menambahkan, demikian pula saat peralihan Orde Lama ke Orde Baru, kemudian ke Orde Reformasi. Pemuda memainkan peran vital dan sebagai motor utama dalam perjalanan bangsa. "Pemuda selalu hadir menjadi solusi ketika negara diterpa krisis," ujarnya.

Ia berharap, sebagaimana imbauan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), agar pemuda semakin mengambil peran yang lebih signifikan ikut menentukan nasib bangsa dan kembali membuat catatan dengan tinta emas dalam sejarah. 

"Dalam situasi bangsa yang kembali diterpa krisis akibat pandemi Covid-19 seperti sekarang, tentu kita berharap pemuda kembali tampil menjadi solusi," katanya.


×