Kegiatan Bank BRI sebelum pandemi Covid-19 | ANTARA FOTO
28 Oct 2021, 08:33 WIB

BRI Raup Laba Bersih Rp 19,07 Triliun

BRI mencatat pertumbuhan kredit 13 persen secara year to date pada kuartal III 2021.

JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meraup laba bersih konsolidasi sebesar Rp 19,07 triliun pada kuartal III 2021. Realisasi laba bersih bank pelat merah tersebut naik 35 persen dibandingkan laba bersih pada periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 14,15 triliun.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, kenaikan laba bersih perseroan didorong pertumbuhan pendapatan bunga sebesar enam persen atau Rp 91,01 triliun. “Beban bunga turun 35 persen atau Rp 19,31 triliun sehingga pendapatan bunga bersih meningkat 28 persen menjadi Rp 71,69 triliun,” kata Sunarso saat konferensi pers secara virtual di Jakarta, Rabu (27/10).

BRI mencatat pertumbuhan kredit 13 persen secara year to date (ytd) pada kuartal III 2021. Realisasi kredit tersebut meningkat dari sebesar Rp 899,46 triliun per 31 Desember 2020 menjadi Rp 1.017 triliun pada kuartal III 2021.

Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) naik 1,26 persen menjadi Rp 1.135,3 triliun. Sunarso mengatakan, kenaikan DPK tersebut berasal dari dana murah berupa giro dan tabungan (CASA) sebesar 1,14 persen dari sebelumnya Rp 668,92 triliun menjadi Rp 676,59 triliun.

Terkait

BRI mencatat rasio kredit bermasalah (NPL) gross level 3,29 persen dan NPL net 0,86 persen. Lalu, NIM dan BOPO mencatatkan rasio masing-masing sebesar 6,86 persen dan 76,37 persen.

Sunarso mengatakan, BRI mencatat total aset konsolidasi sebesar Rp 1.619,77 triliun pada kuartal III 2021. Realisasi aset ini tumbuh 7,14 persen dibandingkan Desember 2020 sebesar Rp 1.511,80 triliun.

Total aset BRI naik cukup signifikan setelah integrasi holding ultramikro (UMi) pada Juli 2021. "Aksi korporasi ini nantinya akan berdampak pada laporan keuangan konsolidasian BRI, di antaranya total aset BRI meningkat Rp 1.515 triliun," kata Sunarso.

Holding UMi telah resmi pada 13 September 2021. Hal ini ditandai penandatanganan perjanjian pengalihan hak atas saham milik pemerintah pada PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) kepada BRI.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BANK BRI (bankbri_id)

 

Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto mengatakan, adanya sinergi tiga perusahaan melalui holding UMi ini bertujuan melakukan efisiensi operasional sehingga bisa menekan beban bunga atau cost of fund dari pendanaan ketiganya.

"Kalau kita lihat cost of fund Pegadaian sampai Agustus 6,21 persen. Adanya holding UMi diharapkan bisa turun jadi 5,24 persen dan harapannya akan turun terus," ujar Catur.

Catur membandingkan beban bunga PNM sebelum bergabung dalam holding UMi masih sebesar 8,89 persen, kini sudah melandai. "Dari sisi lain, PNM sebelum holding 8,89 persen sekarang jadi 8,21 persen dan akan terus turun karena saat ini kita sedang rumuskan apa faktor yang akan turunkan cost," kata dia.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, holding UMi akan memberikan berbagai kemudahan dan biaya pinjaman dana yang lebih murah dengan jangkauan yang lebih luas, pendalaman layanan, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Erick mengatakan, hadirnya holding akan memperkuat model bisnis perseroan masing-masing. BRI, Pegadaian, dan PNM akan saling melengkapi memberikan layanan keuangan yang terintegrasi untuk keberlanjutan pemberdayaan usaha ultramikro

Pembentukan holding UMi telah mendapat persetujuan dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan pada 5 Februari 2021, Ketua Komite Privatisasi pada 17 Februari 2021, dukungan dari parlemen yakni Komisi XI dan Komisi VI DPR pada 16 Maret & 18 Maret 2021, dan telah diikuti dengan penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) No 73/2021 tentang Penyertaan Modal Negara (PMN) BRI tanggal 2 Juli 2021.

Holding juga didukung dengan Keputusan Menteri Keuangan tentang nilai PMN BRI pada 16 Juli 2021, persetujuan dari RUPS-LB BRI pada 22 Juli 2021, serta persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bank serta OJK Pasar Modal pada 24 Agustus dan 30 Agustus 2021.


×