Sejumlah warga antre mengisi ulang gas oksigen di agen PD Trio Sejati, Batu Tulis, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (19/7/2021). Antrean panjang terjadi akibat terbatasnya pasokan isi ulang gas oksigen di agen dan melonjaknya angka kasus positif Covid-19. | ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
28 Oct 2021, 03:45 WIB

Libur Natal dan Tahun Baru, Juli Kelabu

Jangan sampai terlupakan ada kasus Juli kelabu yang jangan sampai terulang pada libur Natal dan tahun baru.

Libur Natal dan tahun baru tinggal dua bulan lagi. Namun, pemerintah sudah mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan perjalanan ke kampung halaman saat masa akhir tahun tersebut. Bahkan, pemerintah memangkas libur Natal dan Tahun Baru 2022.

Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy menyatakan, cuti bersama 24 Desember 2021 ditiadakan. Penghapusan cuti bersama itu guna membatasi mobilitas orang yang biasanya meninggi menjelang libur akhir tahun.

Pembatasan pergerakan masyarakat ini bertujuan untuk menekan potensi penyebaran Covid-19. Apalagi, sejumlah pakar epidemiologi memperkirakan kemunculan serangan gelombang ketiga Covid-19.

Pada Juli-Agustus lalu, gelombang kedua serangan virus korona membuat kelabu sektor kesehatan masyarakat kita. Gelombang kedua serangan Covid-19 ini dipicu penyebaran varian Delta, yang lebih cepat menular dan lebih cepat pemburukan pada penderita.

Terkait

 
Pembatasan pergerakan masyarakat ini bertujuan untuk menekan potensi penyebaran Covid-19. Apalagi, sejumlah pakar epidemiologi memperkirakan kemunculan serangan gelombang ketiga Covid-19.
 
 

Bahkan, pada puncak gelombang kedua ini, tingkat keterisian kamar tidur di rumah sakit (RS) di sejumlah daerah hampir mendekati 90 persen. RS penuh sesak oleh pasien Covid-19, baik di ruang gawat darurat maupun di tempat perawatan.

Banyak daerah menambah kapasitas tempat tidur rumah sakit. Tempat untuk isolasi terpadu pun banyak didirikan. Tenaga medis menyarankan pasien positif Covid-19 bergejala ringan, untuk isolasi mandiri yang terpantau.

Kebutuhan tabung oksigen untuk pasien Covid-19 cukup tinggi. Antrean panjang di pengisian ulang tabung oksigen terjadi di beberapa titik.

Pada rentang Juli-Agustus itu pula tempat pemakaman khusus pasien Covid-19 penuh di sejumlah daerah. Pasien yang meninggal terpapar Covid-19 sempat di atas 2.000 kasus dalam sehari. Pemakaman tak henti dipenuhi antrean ambulans yang membawa jenazah.

Suasana begitu mencekam. Pemerintah menerapkan pembatasan mobilitas masyarakat dan barang. Banyak kantor pemerintahan dan lembaga yang menerapkan kerja dari rumah untuk hampir semua pegawainya.

Perputaran ekonomi rakyat pun terdampak. Sepanjang Juni–Agustus 2021, terdapat 2,3 juta kasus positif Covid-19 dengan lebih dari 82 ribu kematian. Kondisi nyata yang terjadi sekitar tiga bulan lalu.

 
Kondisi tersebut mengingatkan kita, ke depan penyebaran Covid-19 masih dinamis. Ketidakpastian masih tinggi. Euforia berlebihan dengan bersikap lengah bisa menjadi pintu masuk serangan Covid-19.
 
 

Namun, kondisi hampir tumbangnya fasilitas kesehatan dan tenaga medisnya itu kini berangsur membaik. Banyak daerah telah berstatus level 1 atau 2 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Pemda setempat membuka tirai aktivitas sosial ekonomi masyarakat. Pembukaan tempat wisata, resepsi pernikahan skala besar, hingga penyelenggaraan pesta olahraga nasional terbesar PON XX di Papua. Semua destinasi wisata di Bali pun kini terbuka bagi wisatawan asing.

Pembelajaran tatap muka sudah dimulai meski secara terbatas di hampir semua jenjang sekolah. Akankah penularan Covid-19 sudah berakhir? Jika merujuk kasus positif Covid-19 di negara tetangga, sejatinya virus ini belum sepenuhnya lenyap.

Bahkan, di sejumlah negara di kawasan Eropa timur sedang tinggi-tingginya. Beberapa di antaranya kembali lockdown. Serangan gelombang ketiga mereka alami.

Kondisi tersebut mengingatkan kita, ke depan penyebaran Covid-19 masih dinamis. Ketidakpastian masih tinggi. Euforia berlebihan dengan bersikap lengah bisa menjadi pintu masuk serangan Covid-19.

 
Tentu kita berharap serangan gelombang ketiga ini tak hinggap di Tanah Air. Kembali ke kehidupan normal tak sepenuhnya tertutup. 
 
 

Tentu kita berharap serangan gelombang ketiga ini tak hinggap di Tanah Air. Kembali ke kehidupan normal tak sepenuhnya tertutup. Mesti berkawan dan hidup bersama dengan virus korona adalah keniscayaan. Pandemi pelan-pelan menjadi endemi.

Namun, itu semua mewujud dengan persyaratan protokol kesehatan tetap diberlakukan. Presiden Joko Widodo menyebut, ada 19,9 juta orang yang merencanakan mudik pada libur Natal daan tahun baru. Mobilitas yang tinggi berisiko pada penyebaran virus yang masif. Semua pihak terkait mesti mengantisipasi potensi serangan gelombang ketiga pada libur akhir tahun. 

Untuk itu, kebijakan gas dan rem yang dinamis masih relevan diterapkan. Selalu waspada, siap siaga, dan cepat bertindak. Jangan sampai terlupakan ada kasus Juli kelabu yang jangan sampai terulang pada libur Natal dan tahun baru. 


×