Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di ruang kelas SDN 065 Cihampelas yang ditutup sementara di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Senin (25/10/2021). | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
27 Oct 2021, 03:45 WIB

Klaster PTM Bandung Memburuk

Kasus positif Covid-19 siswa PTM di Bandung mayoritas dari klaster keluarga.

BANDUNG -- Klaster Covid-19 sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Bandung memburuk. Per Selasa (26/10), sebanyak 22 sekolah telah menghentikan kegiatan PTM terbatas akibat digerogoti Covid-19 melebihi angka lima persen dengan total siswa dan guru yang positif 117 orang.

Angka itu naik dari 14 sekolah yang dihentikan dan 84 orang positif pada Senin (25/10). "Ya (22 sekolah dihentikan)," ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Cucu Saputra saat dikonfirmasi, Selasa (26/10).

Pada Senin, sebanyak 14 sekolah yang menggelar PTM di Kota Bandung kembali ke pembelajaran tatap muka (PJJ). Sekolah tersebut terdiri dari 5 SD, 2 SMP, 2 SMA, 4 SMK, dan 1 SLB.

Cucu mengaku telah mendapatkan data terbaru dari Dinas Kesehatan Kota Bandung pada Selasa (26/10) siang, yaitu tes PCR telah dilakukan pada Jumat (15/10), di 157 sekolah dari target 212 sekolah.

Terkait

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr Ahyani Raksanagara mengonfirmasi hal tersebut. Menurut dia, sampel yang telah diperiksa sebanyak 5.993 dan hasil yang sudah keluar sebanyak 3.530 sampel. "Dengan hasil positif 117 orang atau 3 persen, negatif 3.413 orang atau 97 persen," katanya, kemarin.

photo
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di area SDN 065 Cihampelas yang ditutup sementara di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Senin (25/10/2021). - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Sebanyak 117 orang yang positif terdiri dari 105 siswa dan 12 orang guru. Siswa dan guru yang positif Covid-19 di atas 5 persen terjadi di 22 sekolah, 1-5 persen 33 sekolah, dan 40 sekolah berada di nol persen.

Cucu melanjutkan, pihaknya akan melakukan evaluasi setelah tes PCR selesai 100 persen pada 212 sekolah. "Nanti kita evaluasi di akhir, setelah 100 persen survei," katanya.

Menurut Cucu, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran tentang tindak lanjut hasil surveilans kepada seluruh sekolah yang menggelar PTM terbatas. Bagi sekolah yang hasil tes PCR dari 0 hingga 1 persen dilakukan isolasi mandiri kepada yang terpapar, sedangkan PTM-nya tetap berjalan.

Sedangkan di angka 1 hingga 5 persen dilakukan isolasi mandiri kepada yang terpapar, mengetes semua rombongan belajar, dan karantina semua anggota rombongan belajar. Sekolah yang lebih dari 5 persen diisolasi mandiri dan PTM dihentikan sementara sampai semua anggota sekolah sembuh.

Wali Kota Bandung, Oded M Danial, baru menanggapi singkat soal memburuknya kasus di sekolah PTM. Ia mengaku sedang melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan PTM terbatas, termasuk temuan kasus pada siswa dan guru. "Sedang dievaluasi oleh pak Ema," kata dia.

photo
Sejumlah pelajar menunggu giliran untuk menjalani tes usap PCR di SDN 025 Cikutra, Jalan Cikutra, Kota Bandung, Jumat (22/10/2021). - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Sementara, Kepala Disdik Jawa Barat, Dedi Supandi mengaku pihaknya terus memastikan kesehatan maupun keselamatan peserta didik yang PTM. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penularan Covid-19 terhadap siswa yang berasal dari berbagai klaster.

Menurut Dedi, kasus positif Covid-19 siswa PTM di Bandung mayoritas berasal dari klaster keluarga. "Yang harus kita lakukan adalah bukan hanya kesehatan dan keselamatan siswa saat berada di lingkungan sekolah saja, tapi kita juga harus memastikan keselamatan dan kesehatan siswa pada saat jarak antara rumah ke sekolah ataupun dari sekolah pulang ke rumah," ujar Dedi Supandi, Selasa (26/10).

Saat ini, dari 5.033 sekolah di Jabar, 2.922 sekolah sudah menggelar PTM.

Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek, Sri Wahyuningsih mengatakan, PTM terbatas harus terus didorong. Saat ini, sebanyak 72 persen satuan pendidikan di daerah berstatus Level 1-3 PPKM telah kembali melaksanakan PTM terbatas.

"Alhamdulilah, Satgas Pendidikan melaporkan 72 persen (sekolah) yang ada di daerah level 3, 2, dan 1 selama PPKM telah melaksanakan PTM terbatas," kata Sri dalam konferensi virtual, Selasa (26/10).

Kemudian jika dalam perkembangannya ternyata ada murid sekolah yang terinfeksi Covid-19 maka antisipasi dan mitigasi harus dilakukan, diantaranya isolasi mandiri. Ketika ada satu anak atau beberapa terkonfirmasi Covid-19 maka harus diantisipasi dengan melakukan isolasi mandiri.

Sekolah yang muridnya terkonfirmasi Covid-19 dan persentase (positivity rate) hingga 1 persen harus segera dilakukan isolasi mandiri, pelacakan kontak erat, kemudian karantina kontak erat. "Namun, PTM tetap berjalan," kata Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek Sri Wahyuningsih saat mengisi konferensi virtual FMB9 bertema Adaptasi Anak Demi Sukses Pendidikan Tatap Muka, Selasa (26/10).

Namun, dia melanjutkan, dilanjutkannya PTM terbatas di sekolah teraebut bergantung pada pemerintah daerah yang memiliki wewenang membuka kembali PTM. Ini sesuai dengan surat keputusan bersama (SKB) empat menteri mengenai PTM.

Kemudian, dia melanjutkan, jika terungkap banyak yang terkonfirmasi positif Covid-19 di sekolah tersebut dan positivity rate antara 1 hingga 5 persen maka semua warga sekolah harus dites dan dikarantina.

Sementara kalau positivity rate diatas lima persen, dia menambahkan, harus dilakukan active case finding dengan memeriksa semua anggota sekolah dan PTM dihentikan sementara sampai semua anggota sekolah menyelesaikan tes. "Jika dalam satu sekolah terdapat klaster maka harus segera dilakukan tes, telusur, dan tindaklanjut (testing, tracing, dan treatment/3T)," katanya.


×