Petugas memeriksa gerbong kereta LRT yang mengalami kecelakaan di ruas Cibubur-TMII, Jakarta, Senin (25/10/2021). Dua kereta ringan lintas rel terpadu (LRT) Jabodebek mengalami kecelakaan di jalur layang ruas Cibubur-TMII pada pukul 12.30 WIB dan hingga k | ANTARA FOTO/ Asprilla Dwi Adha
26 Oct 2021, 11:15 WIB

Mengantuk Picu Tabrakan Bus Transjakarta

Sopir dan dua penumpang bus Transjakarta tewas akibat insiden tabrakan.

JAKARTA -- Jumlah penumpang tewas yang menjadi korban tabrakan bus Transjakarta di Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Senin (25/10) pagi WIB, bertambah menjadi tiga orang.

Kepala Seksi Operasi Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Timur (Damkar Jaktim), Gatot Sulaeman, mengatakan, korban jiwa dalam kecelakaan beruntun menjadi tiga orang dari sebelumnya dua orang. "Keterangan, tiga korban meninggal dunia, delapan orang luka berat, dan 22 luka ringan," ujar Gatot di Jakarta, Senin.

Gatot menjelaskan, Damkar Jaktim mendapat laporan insiden kecelakaan, tepatnya di depan Wisma Indomobil Cawang pada pukul 09.07 WIB. Petugas Damkar Jaktim mengerahkan empat unit rescue 543 dengan 20 personel. Dia menjelaskan, petugas memulai evakuasi pada pukul 09.22 WIB, dan berakhir pada pukul 10.10 WIB. "Kronologis, busway B 7477 JK melaju dengan kecepatan tinggi sehingga menabrak bus yang ada di depannya," jelas Gatot.

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menerjunkan perangkat traffic accident analysis (TAA) untuk menyelidiki insiden tabrakan dua bus TransJakarta di Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur pada Senin (25/10) pagi WIB. "Kami sudah koordinasi kemungkinan besok (Selasa) dilakukan TAA," kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo, di Jakarta Senin.

Terkait

Sambodo juga mengatakan, jajaran penyidik Ditlantas Polda Metro Jaya akan memeriksa sejumlah kamera pengawas (CCTV) baik yang terpasang di dalam bus maupun di sekitar lokasi tabrakan. Selain itu, pemeriksaan terhadap saksi juga dilakukan untuk memastikan penyebab kecelakaan beruntun tersebut.

Dugaan awal, kata dia, sopir bus Transjakarta mengantuk saat mengemudikan armada. Kendati demikian, hal itu masih harus dilakukan pendalaman.  "Di tempat kejadian perkara (TKP) kendaraan yang ditabrak dari belakang itu terseret cukup jauh kurang lebih 15 meter," kata Sambodo.

Menurut dia, analisis sopir mengantuk yang memicu kecelakaan berasal dari temuan lapangan sementara. Hasilnya, memang menunjukkan bus Transjakarta yang menabrak tidak melakukan pengereman. Karena itu, pihaknya perlu menggandeng tim ahli dan teknis sesuai dengan jenis kendaraan yang mengalami kecelakaan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by TMC Polda Metro Jaya (tmcpoldametro)

 

"Kita akan melihat apakah ini human error, artinya bisa saja si sopir ngantuk atau melamun atau tidak konsentrasi dan sebagainya, atau bisa juga ini vehicle error, artinya kerusakan pada rem, rem tudak berfungsi, remnya blong, dan sebagainya," kata Sambodo menjelaskan.

Dia menyebut, pelibatan tim ahli untuk mencari dua alat bukti agar pihak yang lalai bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut. Sambodo siap menjerat pemicu kecelakaan dengan Pasal 310 atau 311 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Meski begitu, pihaknya belum bisa menjerat siapa yang salah karena harus menunggu hasil investigasi di lapangan.

Kepala Subdit Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono, menjelaskan, tiga penumpang yang meninggal dibawa ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramatjati. Kemudian, puluhan penumpang yang mengalami luka-luka dilarikan ke RS Budi Asih untuk mendapatkan penanganan medis. "Lukanya kita nggak tahu, bervariasi ada yang ringan dan berat. Dan, yang meninggal itu (dua) penumpang dan sopir," kata Argo.

PT Transjakarta memberikan pendampingan maksimal kepada seluruh korban insiden tabrakan dua bus Transjakarta di Cawang, Jakarta Timur, Senin (25/10). Direktur Opreasional PT Transjakarta, Prasetia Budi, menyampaikan, pihaknya langsung mengerahkan petugas ke lokasi kejadian dan menurunkan armada Transjakarta Care untuk membawa korban menuju ke rumah sakit terdekat.

"Dalam proses penanganan di lapangan, kami berkoordinasi langsung dengan Polda Metro Jaya. Petugas kami terus mendampingi korban, mulai dari proses evakuasi hingga penanganan di rumah sakit untuk memastikan mereka mendapatkan pelayanan terbaik," kata Prasetia.

Dia menyampaikan, dua bus Transjakarta yang mengalami kecelakaan milik operator Bianglala Metropolitan dengan nomor bodi BMP 211 dan BMP 240. Insiden kecelakaan terjadi saat bus melintas di sekitar Jalan MT Haryono, sekitar pukul 08.45 WIB. Kemudian, terjadi tabrakan ketika bus Transjakarta di belakang menyeruduk armada di depannya.

Investigasi

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, mendesak polisi agar dilakukan investigasi menyoal kecelakaan yang melibatkan dua bus Transjakarta. Pihaknya siap mengawal proses itu agar hasilnya bisa dievaluasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.

"Terkait dengan kesalahan teknis yang mengakibatkan adanya korban jiwa, DPRD DKI Jakarta akan mendalami permasalahan tersebut sehingga tidak ada kejadian seperti ini lagi di kemudian hari," ujar Wibi.

Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI, Gilbert Simanjuntak, menyebut, penyelidikan kasus tabrakan bus harus jelas dan transparan. Dia ingin, penyebab kecelakaan nanti bisa dijadikan bahan untuk manajemen PT Transjakarta agar tidak terulang lagi tabrakan di kemudian hari.

Dari foto tabrakan yang didapat, Gilbert bisa menyimpulkan jika ada standar operasional prosedur (SOP) yang dilanggar pengemudi bus. Dia berharap, manajemen PT Transjakarta mengevaluasi armada dan sopir agar bisa lebih baik dalam melayani penumpang.

"Jangan sampai (ada wacana) karena rem blong, karena pemeliharaan yang kurang, atau sopir yang lalai atau faktor lain," tutur Gilbert.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (republikaonline)

Dua rangkaian LRT tabrakan

JAKARTA -- Light rail transportation (LRT) Jabodebek rute Cibubur-Cawang mengalami tabrakan di kawasan Munjul, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (25/10). Kecelakaan tersebut terjadi, tepatnya di atas Tol Jagorawi Kilometer (Km) 12.600. Pantauan di lokasi, kedua LRT mengalami kerusakan di bagian rangkaian depan. Meski begitu, belum diketahui penyebab pasti terjadinya kecelakaan tersebut.

VP Corporate Public Relations PT KAI, Joni Martinus, menjelaskan, kereta yang tabrakan itu masih dalam tahap uji coba. Sehingga, malasah itu masih menjadi ranah PT Industri Kereta Api (Inka), yang memproduksi rangkaian.

"Ini masih dalam dalam wilayah tanggung jawab Inka. Silakan menghubungi PT INKA," kata Joni di Jakarta, Senin.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Adita Irawati, menyebut, kecelakaan LRT di lintasan Munjul terjadi saat dua rangkaian itu menjalani uji coba. Menurut dia, tanggung jawab tabrakan itu menjadi ranah PT Inka. "Ini masih dalam wilayah tanggung jawab Inka," katanya.

Hanya saja, Adita tidak menjelaskan lebih lanjut penyebab insiden itu. Dia hanya menyarankan, lebih baik masalah itu ditanyakan langsung kepada PT Inka. "Mohon dapat dimintakan penjelasan ke pihak Inka," kata Adita.

Polisi menyebut, insiden dua rangkaian LRT bertabrakan merupakan kelalaian saat uji coba. "Jadi, itu masuk ke kecelakaan kerja ya," ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono saat dikonfirmasi.

Argo belum memerinci pemicu dua rangkaian LRT bisa tabrakan. Dia menyebut, masalah itu kini sudah ditangani Unit Reskrim Polrestro Jakarta Timur. Adapun kerugian materiel akibat insiden itu masih belum dapat diketahui.

"Karena itu laka (kecelakaan) kerja penangananya di reskrim. Kita hanya bantu rescue hubungi dari damkar ya. Untuk penanganannya, itu masuknya di laka kerja," ucap Argo.

Saat kecelakaan terjadi, terdapat satu orang awak LRT yang berada di dalam rangkaian. Meski begitu, ia tidak menyampaikan kondisi terkini pekerja itu apakah terluka atau tidak terdampak sama sekali insiden kecelakaan LRT. "Ada satu penumpang," kata Argo.


×