Kapal kayu khas Viking ditampilkan di Pulau Wolin, Polandia, Februari 2021 lalu. | EPA-EFE/MARCIN BIELECKI
22 Oct 2021, 03:45 WIB

Viking Melintasi Atlantik Lebih Dulu dari Columbus

Kehadiran itu tepat satu milenium yang lalu dan 471 tahun sebelum pelayaran pertama Columbus.

OLEH DWINA AGUSTIN

Jauh sebelum Columbus menyeberangi Atlantik, delapan bangunan berbingkai kayu yang tertutup tanah berdiri di teras di atas rawa gambut dan sungai di ujung utara pulau Newfoundland Kanada. Temuan ini menjadi bukti bahwa Viking telah mencapai Dunia Baru lebih dulu.

Waktu pasti ketika bangsa Viking melakukan perjalanan untuk mendirikan pemukiman L'Anse aux Meadows memang masih belum jelas sampai sekarang. Namun, para ilmuwan mengatakan jenis baru teknik penanggalan menggunakan badai matahari lama sebagai titik referensi mengungkapkan bahwa pemukiman itu diduduki pada 1021 M.

Kehadiran itu tepat satu milenium yang lalu dan 471 tahun sebelum pelayaran pertama Columbus. Teknik ini digunakan pada tiga potong kayu untuk pemukiman, semuanya menunjuk ke tahun yang sama.

Terkait

Pelayaran Viking mewakili banyak tonggak sejarah bagi umat manusia. Pemukiman ini menawarkan bukti paling awal yang diketahui tentang penyeberangan transatlantik.

Hasil temuan tersebut juga menandai dunia akhirnya dikelilingi oleh manusia, yang ribuan tahun sebelumnya telah berjalan kaki ke Amerika Utara melalui jembatan darat yang pernah menghubungkan Siberia ke Alaska."Banyak pujian harus diberikan kepada orang-orang Eropa utara ini karena menjadi masyarakat manusia pertama yang melintasi Atlantik," kata geoscientist dari University of Groningen di Belanda dan pemimpin penelitian, Michael Dee.

photo
Perkiraan rute pelaut Skandinavia mencapai Benua Amerika. - (researchgate)

Viking atau orang Norse adalah pelaut yang berasal dari Skandinavia, kini terdiri dari Norwegia, Swedia, dan Denmark. Mereka berkelana melalui Eropa, kadang-kadang menjajah dan lain kali berdagang atau merampok. Mereka memiliki keterampilan pembuatan kapal dan navigasi yang luar biasa dan mendirikan pemukiman di Islandia dan Greenland.

"Saya pikir adil untuk menggambarkan perjalanan sebagai perjalanan penemuan dan pencarian sumber bahan baku baru. Banyak arkeolog percaya motivasi utama mereka mencari wilayah baru ini adalah untuk menemukan sumber kayu baru, khususnya. Umumnya diyakini mereka berangkat dari Greenland, di mana kayu yang cocok untuk konstruksi sangat langka," ujar Dee menjelaskan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature.

Kapal kayu Viking yang disebut longboat digerakkan dengan layar dan dayung. Salah satu contoh yang masih hidup yang disebut kapal Oseberg, memiliki panjang sekitar 21,6 meter.

Zaman Viking secara tradisional didefinisikan sebagai 793-1066 M, menyajikan rentang waktu yang luas untuk penyeberangan transatlantik. Penanggalan radiokarbon biasa atau menentukan usia bahan organik dengan mengukur kandungan isotop radioaktif karbon tertentu terbukti terlalu tidak tepat untuk menentukan penanggalan L'Anse aux Meadows. L'Anse aux Meadows ditemukan pada 1960, meskipun ada kepercayaan umum bahwa itu adalah abad ke-11.

photo
Arkeolog menggali bukti-bukti keberadaan pelaut Skandinavia di Kanada pada 2013 lalu. - (Facebook/Pat Sutherland)

Metode penanggalan baru bergantung pada fakta bahwa badai matahari menghasilkan sinyal radiokarbon yang khas pada cincin pertumbuhan tahunan pohon. Diketahui ada badai matahari yang signifikan yaitu semburan sinar kosmik berenergi tinggi dari matahari pada 992 M.

Dalam ketiga potongan kayu dari tiga pohon yang berbeda terdapat 29 cincin pertumbuhan terbentuk setelah salah satu yang menunjukkan bukti badai matahari. Menurut arkeolog dari University of Groningen Margot Kuitems, artinya kayu itu dipotong pada 1021. Bukan masyarakat adat setempat yang menebang kayu karena ada barang bukti bilah logam yang tidak mereka miliki.

Struktur bangunan menyerupai bangunan Norse di Greenland dan Islandia. Selain itu sejarah lisan yang disebut Sagas Islandia menggambarkan kehadiran Viking di Amerika. Ditulis berabad-abad kemudian, mereka menggambarkan seorang pemimpin bernama Leif Erikson dan sebuah pemukiman bernama Vinland, serta interaksi kekerasan dan damai dengan masyarakat setempat, termasuk menangkap budak.

Sumber : Reuters


×