Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr Kasil Rokhmat menyuntikkan vaksin Sinovac dosis pertama kepada warga lansia di Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (19/10/2021). | ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/rwa.
21 Oct 2021, 03:45 WIB

171 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Sudah Disuntikkan

Indonesia kembali menerima dukungan kerja sama vaksin Astrazeneca dari Jepang.

JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, pemerintah telah menyuntikkan 171 juta dosis vaksin Covid-19 ke masyarakat. Pemerintah menargetkan sebanyak 270 juta dosis vaksin dapat disuntikkan hingga akhir Desember.

“Jadi masih banyak sekali dalam dua bulan lebih ini yang harus kita lakukan utamanya berkaitan dengan vaksin,” ujar Jokowi saat pembukaan Apkasi Otonomi Expo Tahun 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (20/10).

Karena itu, presiden menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pimpinan daerah dalam melaksanakan program vaksinasi Covid-19 ini. Namun, ia juga mengingatkan agar daerah betul-betul menyiapkan pengawasan terhadap pelonggaran aktivitas masyarakat yang telah mulai dilakukan secara bertahap.

Pada Rabu (20/10) kemarin, Indonesia kedatangan vaksin AstraZeneca, yang merupakan bantuan dari negara sahabat. Dengan tambahan vaksin yang datang hari ini, total vaksin yang tiba di Indonesia mencapai 286.724.400 dosis. 

Terkait

Jumlah tersebut berasal dari berbagai merk, baik dalam bentuk jadi maupun bahan baku. "Vaksin tahap ke-93 tiba di Bandara Soekarno-Hatta Rabu, 20 Oktober 2021 pukul 14:25 WIB dan tahap ke-94 dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno-Hatta Rabu, 20 Oktober 2021 Pukul 23:50 WIB," kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Usman Kansong, dalam siaran pers, Rabu.

Kedatangan vaksin tahap ke-93 merupakan donasi dari pemerintah Australia sejumlah 1,2 juta dosis. Sementara tahap ke-94 merupakan bantuan dari pemerintah Jepang, berjumlah 224 ribu dosis.

Sambil mengucapkan terima kasih, Usman melihat kerja sama negara-negara di dunia sangat penting dalam menangani Covid-19, yang sudah menelan sangat banyak korban jiwa. "Indonesia berperan aktif dalam upaya menyetarakan akses vaksin bagi negara-negara di dunia," kata Usman.

Indonesia juga ikut serta dalam pengembangan dan transfer pengetahuan vaksin Covid-19 di kawasan Asia Pasifik. Di dalam negeri, Indonesia terus mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok.

Menurut Usman, masih ada beberapa daerah yang capaian vaksinasinya belum memenuhi target. Pemerintah pusat mendorong daerah untuk terus mempercepat dan memperluas vaksinasi bagi warganya.

Sementara, Pemerintah Indonesia kembali menerima dukungan kerja sama vaksin Astra Zeneca dari Pemerintah Jepang. Pengiriman dari Jepang ini dilakukan secara bertahap melalui enam kali penerbangan selama dari Selasa (19/10) hingga Jumat (22/10). Berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri RI, batch pertama diterima pada Selasa (19/10) di Bandara Soekarno-Hatta sejumlah 224 ribu dosis.

photo
Pelajar mendapatkan suntikan vaksinasi Covid-19 di SMA Negeri 2 Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (18/10/2021). - (ANTARA FOTO/Jojon/hp.)

Indonesia dan Jepang telah bekerja sama dalam hal berbagi dosis atau dose-sharing bilateral sejumlah 1.990.910 dosis vaksin. Ini adalah kali keduanya Pemerintah Jepang memberikan dukungan bagi masyarakat dan Pemerintah Indonesia.

Pada Juli, Indonesia telah menerima 2.161.240 dosis vaksin Astrazeneca dari Jepang. Dosis vaksin tersebut kemudian telah didistribusikan ke berbagai pelosok tanah air.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bahwa kerja sama dose-sharing antara Indonesia dan Jepang merupakan tindak lanjut konkret dari hasil pembicaraan dengan Menlu Jepang Motegi Toshimitsu dalam berbagai kesempatan. Pembicaraan tersebut termasuk pada saat pertemuan bilateral di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, 23 September 2021 lalu.

"Kerja sama ini merefleksikan dekatnya persahabatan antara masyarakat Indonesia dan Jepang, yang terbukti terus berkembang, bahkan di masa-masa sulit seperti pandemi Covid-19 saat ini," ujar Menlu Retno dalam keterangan resmi Kemenlu RI.

Peran Jepang sebagai salah satu mitra ekonomi utama Indonesia diyakini bahwa kerja sama RI-Jepang akan dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi di masing-masing negara pascapandemi. Selain melakukan kerja sama dose-sharing, sejak awal pandemi Jepang juga telah memberikan dukungan lainnya bagi Indonesia guna mengatasi pandemi dan meningkatkan ketahanan kesehatannya.

Dukungan tersebut antara lain dalam bentuk bantuan obat-obatan seperti Avigan dan mobile x-ray, serta berbagai dukungan lainnya melalui organisasi internasional.


×