Ilustrasi BUMN pangan. | FAUZAN/ANTARA FOTO
20 Oct 2021, 09:45 WIB

Transformasi BUMN Fokus ke Pangan

BUMN RNI meresmikan produk ritel pangan dalam upaya transformasi ekosistem pangan.

JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan, sektor pangan akan menjadi fokus utama pemerintah dalam pengembangan BUMN klaster pangan yang nantinya akan menjadi holding BUMN pangan hingga tahun depan.

"Dari banyaknya transformasi yang sudah kita lakukan, pangan akan menjadi fokus utama untuk akhir tahun ini dan tahun depan," kata Erick dalam sambutannya pada acara ulang tahun ke-57 PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI dan peringatan Hari Pangan Sedunia di Jakarta, Selasa (19/10).

Kementerian BUMN akan melakukan transformasi di BUMN klaster pangan, baik dari sumber daya manusia (SDM) maupun ekosistem yang dibuat untuk industri pangan nasional yang dikelola perusahaan pelat merah. Erick mengatakan, ekosistem pangan harus terlihat hasilnya.

Langkah pertama yang harus dilakukan, menurut Erick, melalui permergeran beberapa BUMN pangan sehingga dapat fokus dan memperluas bisnis model. Kedua, bagaimana program-program BUMN klaster pangan bekerja sama dengan BUMN lainnya, seperti Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Ketiga, perbaikan rantai pasok sebagai pemain pangan tidak hanya secara global, tapi difokuskan pada kekuatan pangan di dalam negeri.

Terkait

"Sesuai cita-cita Bapak Presiden Joko Widodo, kita ingin jadi lumbung pangan dunia, kita negara kepulauan, ikan banyak, sama juga pangan kita yang diekspor keluar negeri, saya yakin dari Indonesia, ekosistem pangan ini yang perlu diperbaiki dan dilakukan transformasi," ujar Erick.

Erick juga menyiapkan RNI untuk fokus pada pasar dengan adanya Badan Pangan Nasional (BPN) dan Perum Bulog sebagai stabilisator sehingga tidak tumpang-tindih. Erick berharap hal ini menjadi transformasi pangan yang betul-betul terjadi dan didukung semua pihak, termasuk kementerian teknis maupun pemangku kepentingan lainnya.

Ia tidak segan-segan untuk merombak jajaran direksi ataupun komisaris pada BUMN klaster pangan yang tidak memiliki kinerja baik dan menggantinya dengan yang bisa membawa perubahan. Hal itu dilakukan untuk transformasi BUMN agar bisa berkembang dan lebih berdaya saing. "Kita berharap semua sebagai satu kesatuan utuh untuk memastikan Indonesia maju,” kata Erick.

Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi mengatakan, RNI meresmikan produk ritel pangan dalam upaya transformasi ekosistem pangan. Ia menyampaikan, RNI bersama BUMN klaster pangan terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui inovasi pengembangan produk baru yang terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat.

Arief menyebutkan, produk baru hasil inovasi yang terdiri dari produk beras Rania 5 kilogram (kg) varian Premium, Pulen, Sedap Pulen, Pulen Wangi, Jasmine Rice, Raja Gula kemasan baru, dan minyak horeng Rania.

Arief berharap portofolio produk pangan baru ini dapat mendukung ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat. Selain mengedepankan kualitas, kata Arief, produk-produk yang diluncurkan RNI Group juga disiapkan untuk memenuhi keterjangkauan dan ketersediaan pangan guna mendukung program ketahanan pangan.

"Dengan semakin bertambahnya produk pangan produksi dalam negeri dengan harga yang terjangkau sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, masyarakat memiliki banyak pilihan untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok yang berkualitas dengan harga yang wajar," ujar Arief.

Menurut Arief, inovasi produk ritel ini tidak terlepas dari kolaborasi antar-BUMN klaster pangan dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari sisi produksi hingga pemasaran. Ke depannya, Arief menambahkan, RNI bersama BUMN klaster pangan akan terus melakukan inovasi pengembangan produk dan model bisnis.

Arief mengatakan, hal tersebut seiring dengan proses pembentukan holding BUMN pangan yang saat ini masih berjalan. “Saat holding BUMN Pangan telah resmi terbentuk, kami dapat langsung berlari menjalankan berbagai inisiatif strategis untuk mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan para petani, peternak, serta nelayan," kata Arief.

Arief berharap peraturan pemerintah (PP) BUMN Pangan bisa terbit pada kuartal III tahun ini. RNI nantinya berperan sebagai induk holding BUMN pangan. Pembentukan holding BUMN klaster pangan ini masuk ke dalam konsolidasi holding pangan melalui proses pembahasan antarkementerian yang selanjutnya akan dilakukan penggabungan (inbreng).

Sumber : Antara


×