Seorang pedagang jeruk melayani pembeli di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (10/9/2021). Jeruk yang dijual dengan harga Rp10 ribu per kilogram dan kaya akan kandungan vitamin C tersebut banyak diminati oleh masyarakat untuk menjaga kondisi kesehatan selama ma | ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/wsj.
20 Oct 2021, 09:28 WIB

Kementan Genjot Pertumbuhan Ekspor Jeruk Tiga Kali Lipat

Jeruk merupakan komoditas Indonesia yang memiliki keunggulan komparatif dan permintaan ekspor relatif cukup tinggi.

MALANG — Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong ekspor jeruk bisa meningkat tiga kali lipat. Hal ini diungkapkan Syahrul saat menghadiri acara Gelar Teknologi Inovatif Perbenihan Jeruk Bebas Penyakit Mendukung Pengembangan Kawasan di Batu, Jawa Timur, Selasa (19/10).

Syahrul mengatakan, jeruk merupakan komoditas Indonesia yang memiliki keunggulan komparatif dan permintaan ekspor relatif cukup tinggi. Oleh sebab itu, pengembangannya perlu ditingkatkan hingga mencapai satu juta bibit jeruk unggul.

"Salah satunya jeruk purut yang telah memiliki pasar dan permintaan ekspornya rutin setiap bulannya," ujar Syahrul.

Dalam Gelar Teknologi Inovatif Perbenihan Jeruk, Kementerian Pertanian juga melepas ekspor satu ton jeruk purut ke pasar internasional. Negara-negara yang akan mendapatkan kiriman jeruk purut Indonesia, di antaranya Prancis dan Belanda. Menurut Syahrul, permintaan jeruk purut di negara-negara tersebut cukup besar saat ini.

Terkait

Syahrul berpendapat, riset perbenihan sangat penting karena pertanian saat ini termasuk salah satu sektor yang bisa terus melakukan akselerasi perdagangan pada masa pandemi. Terlebih, dunia saat ini dihadapkan dengan berbagai dampak perubahan iklim yang mengganggu produksi pangan.

Selain pelepasan ekspor jeruk purut, Syahrul juga memberikan bantuan 100 ribu benih jeruk bebas penyakit kepada petani untuk pengembangan kawasan. Bantuan ini termasuk salah satu upaya Kementan dalam mengembangkan satu juta benih jeruk unggul. Dengan demikian, Indonesia bisa mempersiapkan diri untuk memperkuat pengembangan budi daya berbasis ekspor dan integrator.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Syahrul Yasin Limpo (syasinlimpo)

Syahrul juga akan menjadikan Batu sebagai pusat pembibitan ke depannya. Langkah ini bertujuan agar masyarakat Batu dapat menjadi lokomotif produksi komoditas pertanian untuk ekspor.

"Tak hanya jeruk purut, jeruk manis kita juga luar biasa bisa bersaing dengan negara lain," kata dia.

Sementara, Kepala Badan Litbang Pertanian Kementan Fadjry Djufry menyampaikan, pihaknya siap mengembangkan budi daya satu juta jeruk unggulan dengan jenis tertentu yang memiliki potensi produksi dan ekspor tinggi.

Dalam lima tahun terakhir, Badan Litbang Pertanian Kementan telah menyebarkan 21,4 juta bibit jeruk bebas penyakit di seluruh wilayah Indonesia. Pada tahun ini, Kementan memilih beberapa jenis jeruk unggul untuk dikembangkan sebanyak satu juta bibit.


×