Sejumlah siswa antre mencuci tangan saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di SDN Harjasari 01, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (18/10/2021). Pemerintah Kota Bogor mulai melaksanakan PTM Terbatas tahap pertama untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) yang diik | ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/hp.
20 Oct 2021, 03:45 WIB

Bogor dan Tangerang Dikeluarkan dari Aglomerasi

Selama ini masyarakat sudah tidak terlalu terpengaruh dengan level PPKM.

JAKARTA – Pemerintah memutuskan untuk mengeluarkan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang dari wilayah aglomerasi Jabodetabek karena capaian vaksinasi Covid-19 yang masih rendah. Capaian vaksinasi di dua daerah tersebut berdampak pada terhambatnya penurunan level PPKM di daerah lain di Jabodetabek.

“Presiden memberikan arahan untuk tidak menahan terus kabupaten yang lain, maka Bogor dan Tangerang dikeluarkan dari Jabodetabek,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan usai rapat terbatas terkait PPKM bersama Presiden Jokowi, di Jakarta, Senin (18/10).

Aglomerasi merupakan pengumpulan atau pemusatan dalam lokasi atau kawasan tertentu. Dalam konteks penanganan Covid-19, Jabodetabek merupakan satu kesatuan wilayah dalam menentukan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Dalam penentuan level PPKM tersebut, salah satu parameternya adalah capaian vaksinasi.

Akibatnya, sejumlah daerah di Jabodetabek tertahan oleh jumlah capaian vaksinasi di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang. Setelah kedua daerah itu dikeluarkan dari aglomerasi, kini Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bogor, serta DKI Jakarta turun ke level 2 PPKM setelah sebelumnya di level 3.

Terkait

Presiden Jokowi menyetujui dilakukannya perubahan syarat vaksinasi untuk daerah aglomerasi berdasarkan pencapaian kabupaten/kota itu sendiri, selama keseluruhan aglomerasi sudah memenuhi syarat WHO untuk turun level. Dengan perubahan syarat vaksinasi untuk aglomerasi, maka sebanyak 54 kabupaten/kota akan turun ke level 2 dan sembilan kabupaten/kota turun ke level 1 mulai Selasa (19/10). Keputusan ini akan diatur secara detail melalui peraturan Inmendagri.

Ahli epidemiologi dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane mengatakan, regulasi harus dibuat sematang mungkin. Dia mengingatkan, setiap regulasi tidak boleh dibuat dengan coba-coba alias trial and error.

Namun, lanjut Masdalina, selama ini masyarakat juga tidak terlalu terpengaruh dengan level PPKM di DKI Jakarta. Karena, sejak tujuh hingga delapan pekan sebelumnya di mana Jakarta masih PPKM Level 3, aktivitas masyarakat sudah sangat bebas.

“Mobilitas sudah sama sebelum pandemi, kantor sebagian besar sudah masuk full. Maka kita bertanya, apa maknanya PPKM yang terus diumumkan itu,” ujar Masdalina.

photo
Sejumlah pelajar bersama personel TNI Polri mengikuti apel sadar protokol kesehatan di Mapolresta Bogor Kota, Kapten Muslihat, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/10/2021). - (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/rwa.)

Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Tjandra Yoga Aditama, mengatakan, hal penting dalam satu aglomerasi adalah seberapa sering interaksi antara kota-kota di dalamnya. Menurut dia, ada tiga hal yang harus menjadi perhatian dalam satu wilayah aglomerasi.

Pertama, kata dia, apakah memang angka penularannya atau angka kepositifan dan angka reproduktif sudah sangat rendah. Kedua, apakah jumlah kasus dan kematian sudah amat rendah. “Dan apakah cakupan vaksinasi sudah memadai,” ujar dia.

Juru Bicara Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Erlina Burhan menilai, kebijakan mengeluarkan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang menguntungkan DKI Jakarta. Sementara Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang harus berjuang lebih keras lagi untuk menurunkan level.

photo
Sejumlah warga mengikuti vaksinasi massal di Sport Center Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (9/6/2021). Sebanyak 10.000 masyarakat umum, lansia, pralansia dan pelayan publik mengikuti vaksinasi massal sebagai upaya penanggulangan penyebaran Covid-19. - (ANTARA FOTO/FAUZAN)

Pemerintah Kabupaten Tangerang mengatakan, akan melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 bagi warganya sehingga dapat segera mencapai target. Ditargetkan, awal November realisasi vaksinasi tersebut dapat tercapai pada awal November 2021.

“Sedang rakor percepatan vaksin. Insya Allah awal November sudah 70 persen,” ujar Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar melalui pesan singkat kepada Republika.

Saat ini capaian vaksinasi dosis satu di Kabupaten Tangerang baru mencapai 56,4 persen atau sebanyak 1,42 juta jiwa dari target sebanyak 2,51 juta jiwa. Sehingga perlu menaikkan sebanyak 13,6 persen atau sekitar 330 ribu untuk menjadi 70 persen atau sekitar 1,75 juta jiwa dari target 2,51 juta jiwa hingga awal bulan depan.


×