Masjid Wazir Khan merupakan salah satu karya monumental dari era Shah Jahan. | DOK Wikipedia
19 Oct 2021, 05:05 WIB

Masjid Wazir Khan, Permata Mughal di Lahore

Masjid Wazir Khan merupakan salah satu karya monumental dari era Shah Jahan.

OLEH HASANUL RIZQA

 

Antara abad ke-16 dan 19, Dinasti Mughal menguasai Anak Benua India. Kerajaan Islam itu mewariskan banyak bangunan monumental. Yang paling terkenal, barangkali, ialah Taj Mahal di Agra.

Bagaimanapun, simbol kejayaan Mughal tidak hanya bertebaran di Republik India, tetapi juga negara-negara sekitarnya. Di Pakistan, misalnya, terdapat Masjid Wazir Khan. Kompleks tempat ibadah itu pun merupakan saksi bisu kejayaan kesultanan tersebut.

Terkait

Masjid itu berdiri megah di Kota Lahore. Penampilannya didominasi warna merah bata, termasuk pada bagian dinding yang mengitari bangunan utama. Tampilan demikian memberi kesan eksotis bagi mata yang melihatnya.

Menurut catatan sejarah, masjid dengan gaya arsitektur Persia itu dibangun pada masa pemerintahan Shah Jahan. Dia merupakan penguasa Mughal yang juga membangun Taj Mahal. Adapun Masjid Wazir Khan memerlukan waktu hingga tujuh tahun untuk bisa berdiri tegak. Pembangunannya berlangsung antara tahun 1634-1641 M.

Perancangnya bernama Syekh Ilm-Ud-din Ansari, seorang pakar konstruksi dari Chiniot. Oleh raja Mughal, dirinya pernah diangkat menjadi gubernur Lahore. Sejak saat itu, sang arsitek bergelar Wazir Khan.

photo
Masjid Wazir Khan berdiri megah di Kota Lahore. Penampilannya didominasi warna merah bata. - (DOK Wikipedia)

Karena itulah, bangunan Islam yang terletak berdekatan dengan Delhi Gate itu dikenal sebagai Masjid Wazir Khan. Pada era Shah Jahan, masjid tersebut dipergunakan para anggota istana Mughal untuk shalat Jumat. Tiap momen menjelang Jumatan, rombongan keluarga raja yang berangkat ke sana disertai iring-iringan dalam jumlah cukup besar.

Dikisahkan bahwa pada setiap hari Jumat, iring-iringan anggota keluarga kerajaan tampak melewati jalan-jalan Kota Lahore. Mereka bergerak menuju masjid yang letaknya tak jauh dari Kashmiri Bazar, sebuah pasar tradisional.

 
Dikisahkan bahwa pada setiap hari Jumat, iring-iringan anggota keluarga kerajaan tampak melewati jalan-jalan Kota Lahore.
 
 

Namun, tradisi demikian mulai berpindah lokasi, yakni tidak lagi di Lahore. Sejak tahun 1673, pelaksanaan shalat Jumat bagi keluarga Kerajaan Mughal dilakukan di Masjid Badshahi.

Arsitektur masjid yang mengedepankan pola hypostyle ini banyak mendapat pengaruh arsitektur Persia, khususnya zaman Safawiyah. Meski berpola hypostyle, tata ruang pada bangunan masjid ini terbilang unik lain dari bangunan masjid berpola serupa pada umumnya.

Hypostyle atau Arab-plan adalah bentuk-bentuk awal masjid yang sering dipakai dan dipelopori oleh Bani Umayyah. Masjid ini berbentuk persegi ataupun persegi panjang yang dibangun pada sebuah dataran dengan halaman yang tertutup dan tempat ibadah di dalam.

Halaman di masjid sering digunakan untuk menampung jamaah pada hari Jumat. Beberapa masjid berbentuk hypostyle atau masjid yang berukuran besar, biasanya mempunyai atap datar di atasnya, dan digunakan untuk penopang tiang-tiang. Contoh masjid yang menggunakan bentuk hypostyle adalah Masjid Kordoba, Spanyol, yang dibangun dengan 850 tiang.

photo
Sisi eksterior Masjid Wazir Khan. - (DOK WIKIPEDIA)

Kaya ornamen

Cita rasa Persia sangat mendominasi corak arsitektur Masjid Wazir Khan. Dekorasinya sangat kaya dengan detail ornamen yang rumit. Material yang digunakan dalam konstruksi terbuat dari jenis ubin keramik berukuran kecil berwarna-warni.

Dindingnya dilapisi plester dari bahan batu kapur dengan tekstur yang sama halus dan senada dengan warna marmer merah khas India.

Desain bermotif bunga atau floral mejulurkan sulur. Pola tradisional ditatah dengan teknik khusus, faience, yang biasa dipakai untuk menghias tembikar. Pada beberapa sudut, hiasan tersebut menyerupai corak tradisional Pakistan yang dinamakan kashi.

photo
Bagian langit-langit pada interior Masjid Wazir Khan menampilkan ornamen khas masjid-masjid Persia - (DOK WIKIPEDIA)

Bahan yang digunakan dalam pembangunan Masjid Wazir Khan adalah batu bata genteng kecil. Pada masa Mughal, banyak fasilitas umum yang dibangun dengan bahan dasar demikian. Tekstur dan warnanya memberikan kesan unik bagi tampilan masjid yang kini termasuk Warisan Kebudayaan Dunia versi UNESCO itu.

Masjid Wazir Khan dibagi menjadi lima bangunan besar, masing-masing bangunan ini dinaungi sebuah kubah dan menghadap langsung ke sebuah halaman luas. Salah satu dari lima bangunan ini yang berukuran paling besar difungsikan sebagai ruang shalat utama.

photo
Salah satu sudut Masjid Wazir Khan yang menampilkan corak khas arsitektur Persia. - (DOK WIKIPEDIA)

Yulianto Sumalyo, dalam buku Arsitektur Masjid dan Monumen Sejarah Muslim menulis bahwa bagian halaman dalam atau sering juga disebut dengan sahn seluas 39 x 51 meter persegi ini diperkeras dengan lantai. Sahn merupakan halaman utama dari Masjid Wazir Khan.

Pada bagian utara dan selatan sahn terdapat masing-masing 11 kamar, yang kemungkinan awalnya disediakan untuk perpustakaan dan tempat para jamaah masjid untuk mendalami Islam.

Empat buah menara oktagonal setinggi 100 meter tampak menghiasi setiap bagian sudut sahn. Keempat menara itu begitu kental dengan desain khas Mughal.

photo
Salah satu bagian dari ruang utama Masjid Wazir Khan di Lahore, Pakistan. - (DOK WIKIPEDIA)

Di sebelah utara dan selatan masjid itu juga terdapat halaman berbentuk segi delapan dengan barisan bilik, dan bagian tengahnya terdapat beberapa ruang kembar pada masing-masing sudutnya. Kemungkinan kamar-kamar ini disediakan untuk para penjaga masjid.

Di halaman dalam masjid terdapat makam Syekh Muhammad Ishaq yang dikenal sebagai Miran Badshah, seorang ulama dari Iran yang menetap di Lahore pada masa Dinasti Tughluq.

Sebuah kolam wudhu juga terdapat pada bagian sahn ini. Letak kolam wudhu ini berada dalam satu garis melintang dengan bagian gerbang, tapi agak ke arah timur.


×