Tenaga kesehatan menunjukkan vaksin Covid-19 Moderna yang akan disuntikkan kepada rekannya di RSUP Dr. M Djamil Padang, Sumatera Barat, Jumat (30/7/2021). | ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/wsj.
16 Oct 2021, 03:45 WIB

Vaksin Unair Diproyeksikan untuk Booster

Indonesia juga masih terus mengembangkan penelitian vaksin dosis ketiga.

SURABAYA -- Vaksin Merah Putih yang dikembangkan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya diproyeksikan difungsikan sebagai booster atau vaksin dosis ketiga pada 2022. Rektor Unair Mohammad Nasih menyebut, rencana penggunaan Vaksin Merah Putih sebagai booster telah disampaikan Kementerian Kesehatan.

"Kemenkes sudah memberikan komitmen untuk bisa menggunakan ini (Vaksin Merah Putih) nantinya untuk proses vaksinasi atau mungkin untuk booster," kata Nasih di Surabaya, Jumat (15/10).

Nantinya vaksin itu akan diberikan secara gratis bagi kelompok masyarakat kurang mampu. Sedangkan bagi masyarakat kalangan mampu akan ada biaya yang dibebankan.

"Paling tidak ada sebagian masyarakat, khususnya masyarakat mampu yang harus menanggung sendiri vaksinasinya atau booster. Tetapi untuk masyarakat yang kurang mampu itu akan digratiskan oleh pemerintah dan itu komitmennya menggunakan vaksin dalam negeri atau Vaksin Merah Putih," ujar Nasih.

Terkait

Saat ini vaksin dari Unair masuk uji praklinis tahap dua. Tim peneliti akan memberikan laporannya ke BPOM untuk dievaluasi. Usai dievaluasi, pihaknya akan mendapatkan rekomendasi dan izin terkait pelaksanaan uji klinis vaksin. Nasih melanjutkan, setelah izin diberikan BPOM, uji klinis Vaksin Merah Putih bakal dilakukan di RSUD dr Soetomo Surabaya.

photo
Vaksinator menunjukkan vaksin Moderna untuk dosis ketiga atau booster di RSUD Matraman, Jakarta Timur, Jumat (6/8/2021). - (ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah)

"Kami sudah tanda tangan kontrak dengan RSUD dr Soetomo untuk bisa menyiapkan seluruh kebutuhan yang dibutuhkan (aat uji klinis). Semua kami serahkan ke kawan-kawan di Soetomo untuk rekrutmen relawan, pelaporan, dan lainnya," kata Nasih.

Meski demikian, Nasih belum mengetahui waktu pasti pelaksanaan uji klinis tersebut. Menurutnya, yang pasti uji klinis tidak sampai dilaksanakan tahun depan.

Seperti negara lain, Indonesia juga masih terus mengembangkan penelitian vaksin dosis ketiga. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah meminta Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) untuk meneliti vaksin Covid-19 terbaik untuk booster.

Pelaksana tugas Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, Indonesia tengah merancang prosedur pemberian booster untuk kelompok rentan selain tenaga kesehatan, seperti penyandang disabilitas dan lanjut usia. Selain itu, booster juga akan diprioritaskan untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Kemenkes harapkan pemberian booster dapat dibuka mulai Januari 2022. Penelitian yang dilakukan terkait pemberian apakah vaksin booster diberikan secara homolog atau heterolog.

"Harus ada basis ilmiah, kita lagi kejar. Mudah-mudahan Desember sudah selesai penelitiannya, sehingga kita ada dasar untuk keputusannya," ujar Maxi. Pemberian booster dengan pertimbangan secara penelitian kinerja vaksin yang diperkirakan menurun setelah enam bulan penyuntikan.

Sumber : Antara


×