Ilustrasi rumah sakit wakaf Dompet Dhuafa | Youtube
14 Oct 2021, 17:18 WIB

Rumah Sakit Wakaf Dorong Kesejahteraan Masyarakat

Keuntungan aset wakaf produktif bisa untuk mengembangkan aset wakaf agar jauh lebih besar lagi.

SERANG — Rumah Sakit (RS) Mata Achmad Wardi adalah RS hasil wakaf yang berdiri di Kota Serang, Provinsi Banten. RS yang diinisiasi Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Dompet Dhuafa ini memiliki banyak manfaat bagi masyarakat, khususnya manfaat ekonomi dan sosial.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Banten Mokhlas Pidono mengatakan, RS ini beroperasi sejak Oktober 2017. Setelah beroperasi, RS ini memiliki banyak manfaat, di antaranya di bidang ekonomi dan sosial.

Ia menerangkan, keuntungan atau profit dari RS Mata Achmad Wardi melalui cabang Dompet Dhuafa Banten disalurkan menjadi program sosial. "Misalnya, menyalurkan bantuan berupa kado anak yatim, pembagian kacamata gratis, operasi katarak gratis bagi pasien dhuafa, dan lain sebagainya," kata Mokhlas kepada Republika di RS Mata Achmad Wardi, Rabu (13/10).

Ia mengatakan, jika berbicara tentang wakaf, keuntungan aset wakaf produktif bisa untuk mengembangkan aset wakaf agar jauh lebih besar lagi. Selain itu, penerima manfaat dari wakaf ini juga sangat merasakan manfaatnya.

Terkait

Mokhlas mengungkapkan, ada banyak orang yang dibiayai berobatnya dari hasil keuntungan RS Mata Achmad Wardi. Bila orang yang dibiayai berobatnya adalah tulang punggung keluarga yang setiap hari mencari nafkah, tentu bantuan ini bernilai besar bagi kelangsungan ekonomi keluarga tersebut.

"Artinya, aset wakaf ini memberikan dampak yang sangat besar bagi ekonomi dan sosial masyarakat, kalau aset wakafnya dikelola dengan baik," ujarnya.

Sehubungan dengan itu, Mokhlas berharap, kampanye gerakan wakaf Dompet Dhuafa bertema “Wake Up Wakaf” bisa menjadi gerakan yang menumbuhkan jiwa-jiwa yang cinta terhadap wakaf. Sebab sekarang orang bisa wakaf dengan uang Rp 10 ribu dan Rp 20 ribu. "Dengan uang seharga secangkir kopi, bisa ikut mendukung aset wakaf yang ada di Indonesia ini, mari dukung gerakan wakaf," ujar dia.

Di tempat yang sama, Direktur Pelayanan Medis RS Mata Achmad Wardi Rasyid Ridho Anazrie menambahkan, sejak Januari sampai September 2021, RS ini sudah melayani sekitar 23 ribu pasien rawat jalan. Dalam satu hari ada delapan sampai sepuluh pasien yang dioperasi.

Ia menerangkan, rata-rata ada sekitar 200 sampai 300 pasien yang dioperasi dalam satu bulan. Kunjungan pasien rawat jalan bisa sekitar 3.000 orang per bulan. Sementara, tenaga medis, seperti perawat dan dokter ada sekitar 100 orang

"Jumlah pasien cenderung meningkat setiap bulan dan setiap tahunnya," ujarnya.

Ia mengatakan, sekarang RS Mata Achmad Wardi sudah memiliki beberapa layanan baru, misalnya, layanan mata khusus anak. RS ini terus mengembangkan layanan-layanan baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.

Direktur Utama RS Mata Achmad Wardi, Mohammad Badrus Sholeh, menyampaikan, kasus mata yang paling banyak menyebabkan kebutaan adalah katarak. RS Mata Achmad Wardi fokus mengobati pasien katarak sejak 2018. Pada 2020 RS Mata Achmad Wardi mulai membuka Glaukoma Center.

Badrus mengatakan, meski hasil wakaf, RS ini memiliki peralatan yang cukup mumpuni untuk menangani berbagai masalah mata. Karena memiliki fasilitas yang cukup lengkap, RS Mata Achmad Wardi sekarang melayani pasien dari berbagai daerah, seperti dari Kabupaten Serang, Cilegon, Pandeglang, Lebak, dan Tangerang.

Sejak Januari sampai September 2021, RS Mata Achmad Wardi telah melayani 11.717 pasien katarak, 423 pasien myopia, 1.157 pasien glaukoma, 882 pasien konjungtivitis, 1.018 pasien retina, dan 427 pasien ptryglum.


×