Ilustrasi koasuransi merah putih | Youtube
13 Oct 2021, 09:59 WIB

Koasuransi Merah Putih Diresmikan

Koasuransi Merah Putih beranggotakan perusahaan-perusahaan asuransi BUMN

JAKARTA — Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meresmikan kerja sama Koasuransi Merah Putih pada Senin (11/10) malam. Kerja sama Koasuransi Merah Putih merupakan program inisiasi tim percepatan penguatan BUMN klaster asuransi dan dana pensiun.

Koasuransi Merah Putih dibentuk melalui Keputusan Menteri BUMN dengan Nomor: SK-37/M BU/02/2021 jo SK-75/M-BU/Wk2/08/2021 di bawah supervisi Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo.

Kartika mengatakan, kerja sama Koasuransi Merah Putih dilakukan untuk menciptakan mode kolaborasi atau sinergi yang tepat sasaran sehingga mendapatkan keuntungan untuk kedua belah pihak. 

"Kami terus melakukan transformasi secara fundamental di dalam klaster asuransi dan dana pensiun BUMN agar kemudian perusahaan asuransi BUMN tidak hanya menjadi kuat, kompetitif, dan memiliki expertise di industri, tetapi juga ditunjang oleh manajemen risiko dan tata kelola perusahaan yang baik,” kata Kartika di Jakarta, Selasa (12/10).

Terkait

Di sisi lain, Kartika juga menekankan perlunya mitigasi risiko yang tepat untuk mendapatkan pricing polis yang efektif dan tepat antara premi dan klaim.

Ketua Tim Kerja Tim Percepatan Penguatan BUMN Klaster dan Dana Pensiun Robertus Billitea mengatakan, Koasuransi Merah Putih beranggotakan perusahaan-perusahaan asuransi BUMN, yaitu PT Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo, PT Asuransi Kredit Indonesia, PT Asuransi Jasa Raharja Putera, dan PT Asuransi Asei.

Dalam pelaksanaan kerja sama ini, Robertus menyebut, Koasuransi Merah Putih didukung PT Reasuransi Indonesia Utama dan PT Reasuransi Nasional Indonesia. "Kerja sama dan kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam percepatan dan penguatan bisnis di klaster asuransi dan dana pensiun," kata Robertus.

Ketua Tim Pengembangan Bisnis Tim Percepatan Penguatan BUMN Klaster Asuransi dan Dana Pensiun Pantro Pander Silitonga mengatakan, tim percepatan penguatan BUMN klaster asuransi dan dana pensiun akan mengembangkan inovasi produk dan layanan asuransi dari berbagai line of business (LOB).

Pantro menyampaikan, langkah strategis awal Koasuransi Merah Putih ini adalah dengan meluncurkan produk asuransi pengangkutan (kargo). "Ke depannya kami juga akan merambah ke produk produk asuransi lainnya, seperti asuransi kebakaran, asuransi perjalanan, asuransi kecelakaan diri dan kesehatan, serta asuransi kendaraan bermotor," ujar Pantro.

Pantro menilai, pertumbuhan kebutuhan industri pengangkutan terlihat dari pendapatan premi asuransi pengangkutan secara nasional yang cenderung meningkat, dari Rp 3,1 triliun pada 2017 menjadi sebesar Rp 3,5 triliun pada 2018.

"Khusus pada 2019, terjadi penurunan pendapatan premi sebesar Rp 3,4 triliun. Penurunan ini sebagian besar disebabkan pandemi Covid-19,” kata Pantro menambahkan.

Pascapandemi, Pantro melanjutkan, pemerintah kemudian mencanangkan sejumlah inisiatif perbaikan kondisi ekonomi, yang pada gilirannya memunculkan potensi baru pada industri pengangkutan yang bersumber dari industri farmasi, alat-alat kesehatan, dan barang-barang konsumsi dengan pertumbuhan hingga mencapai 40 persen pada 2020.

Dari sisi pencapaian pendapatan premi nasional, Pantro menyebutkan, sebelumnya kinerja masing-masing perusahaan anggota Koasuransi Merah Putih dirasa masih belum optimal. Hal ini tecermin dalam penguasaan market share dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Pantro memerinci, angka market share masing masing anggota Koasuransi Merah Putih selama 2017 hingga 2019, yang mana Asuransi Jasindo memiliki market share sebesar 2 persen, 1 persen, dan 2 persen, Askrindo memiliki market share secara berturut-turut sebesar 0,14 persen, 0,13 persen, dan 0,11 persen.

Selanjutnya, Asuransi Asei memiliki market share sebesar 0,04 persen, 0,28 persen, dan 0,09 persen serta Jasa Raharja Putera memiliki market share sebesar 0,29 persen, 0,28 persen, dan 0,25 persen.


×