Sejumlah petugas menurunkan kotak berisi vaksin Pfizer dari pesawat sesaat setelah tiba di Bandara Supadio di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (2/10/2021). Sebanyak 453.960 vaksin Pfizer dikirim ke Pontianak (Kalimantan Barat), Berau (Kalimant | ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang
12 Oct 2021, 10:47 WIB

Genjot Angka Harian Vaksinasi, Jabar Sebar 12.500 Bidan 

Vaksin Zifivax diklaim tidak mengandung unsur babi.

BANDUNG -- Pemprov Jabar terus menggenjot capaian vakasinasi Covid 19 di Jabar. Salah satunya, dengan melibatkan bidan yang ada di Jawa Barat (Jabar).  Menurut Ketua Divisi Khusus Percepatan Vaksinasi Covid-19 Jabar Dedi Supandi, sebanyak 12.500 bidan di Jabar akan turut berperan mewujudkan herd immunity atau kekebalan komunal pada Desember 2021 ini. 

"Para bidan, akan menjadi vaksinator Covid-19 untuk menggenjot angka harian vaksinasi Jabar yang saat ini rata-ratanya masih berada di angka 364 ribu dosis per hari," ujar Dedi Supandi, kepada wartawan, Selasa (12/10).

Para bidan itu, kata dia, akan melayani penyuntikan vaksin di tempat praktek mandiri mau pun door to door menyasar para lansia.

"Jadi strateginya bukan lagi di sentra-sentral vaksinasi, tapi kita gandeng bidan-bidan praktek. Mereka akan dititipi vaksin untuk penyuntkan baik door to door atau masyarakat datang ke tempat praktek bidan tersebut," katanya.

Terkait

Bidan ini akan melayani masyarakat sebagai vaksinator pada pukul 16.00 atau di luar jam praktek mereka. Para bidan ini, sudah mulai bergerak pada pekan ini. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar pun, kata dia, berkolaborasi dengan BKKBN Jabar. "Kita sudah komunikasikan dengan ikatan bidan, persatuan perawat dan ikatan dokter, bahwa kita akan memberikan kewenangan kepada bidan-bidan praktek untuk melakukan penyuntikan vaksin," kata Dedi yang juga menjabat Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat ini.

Kehadiran 12.500 bidan yang telah menyangupi sebagai vaksinator ini, kata Dedi, akan menambah angka rata-rata vaksinasi harian Jabar sebanyak 500 ribu dosis per hari. Sehingga bila ditotalkan bisa mencapai 800 ribuan dosis per hari.

"Bila kita hitung lebih kecil saja, ada 10.000 ribu bidan dikali 50 dosis per hari yang kita titipkan, sehari bisa jadi 500 ribu per hari," katanya.

Selain bidan, kata dia, Pemprov Jabar juga menggelar 'Pekan Cinta Lansia'. Pada program ini, pelajar dan anak muda membawa kakek, neneka atau lansia untuk dibawa ke lokasi vaksinasi. "Lokasi vaksinnya disesuaikan dan dikomunikasikan sekolah, kecamatan atau puskesmas setempat. Sekolah jadi tempat vaksinasi juga sudah terjadi hari ini," katanya.

Vaksin Zifivax halal

Majelis Ulama Indonesia (MUI) memutuskan produk vaksin Covid-19 dari Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical, yang diberi nama Recombinant Novel Coronavirus Vaccine (CHO CELL), dengan brand ZifivaxTM halal dan suci. Vaksin produksi Anhui tersebut boleh digunakan dengan syarat terjamin keamanannya menurut ahli atau lembaga yang kredibel dan kompeten.

"Vaksin Covid-19 produksi Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical Co Ltd hukumnya suci dan halal," kata Ketua Komisi Fatwa MUI Prof Dr Hasanuddin, dalam keterangan tertulisnya.  

Komisi Fatwa MUI memerinci tahapan produksi vaksin dari bibit rekombinan Novel coronavirus dengan CHO cell yang merupakan sel inang. Sel ini merupakan sel lini yang berasal dari ovarium hamster Cina. Proses pembuatan sel inang ini tidak melibatkan bahan babi. 

Proses produksi sel tersebut ditumbuhkan pada media yang terdiri atas bahan nabati, kimia, mineral, dan tidak melibatkan bahan hewani. Selain itu, vektor ekspresi pSGS yang digunakan dalam konstruksi sel lini rekayasa tersebut berasal dari sel mikroba eukariot di mana mikroba ditumbuhkan pada media bahan nabati, mineral, serta pepton sebagai sumber asam amino yang bersertifikat halal MUI.

Enzim yang digunakan untuk membuat rekombinan/sel terekayasa tersebut adalah dua enzim restriksi, enzim ligase, serta enzim DNA polymerase. Berdasarkan hasil pemeriksaan Komisi Fatwa MUI, enzim-enzim tersebut tidak melibatkan bahan babi dan turunannya saat diproduksi. Tidak hanya itu, fasilitas produsen sel rekombinan/sel terekayasa tersebut bebas babi.

Benih asli sel terekayasa di atas kemudian diperbanyak menjadi master seed dan working seed. Proses ini menggunakan media yang terdiri atas bahan nabati, kimia dan mikrobial, di mana media mikroba terbuat dari bahan nabati, kimia, dan mineral serta ditambah dengan bahan kimia NaHCO3 dan NaOH, water for injection, serta dimethylsulfoxide sebagai cryoprotectant agent.

Proses produksi protein antigen vaksin menggunakan working cell rekombinan di atas dengan cara ditumbuhkan pada media bahan nabati, bahan kimia, bahan mineral, dan bahan mikrobial. Media mikroba pun terbuat dari bahan nabati, kimia dan mineral, serta antifoam. Tim tidak menemukan bahan hewani di sana. 

Atas temuan tersebut, peserta sidang rapat pleno Komisi Fatwa MUI pada 28 September 2021 menyimpulkan jika produk vaksin buatan Anhui tersebut tidak memanfaatkan babi atau bahan yang tercemar babi dan turunannya.

Vaksin Covid-19 itu pun tidak memanfaatkan bagian anggota tubuh manusia (juz’ minal insan). Vaksin ini memanfaatkan sel ovarium hamster Cina di mana hewan tersebut sudah ditetapkan kehalalannya dan kebolehan pemanfaatan selnya untuk bahan obat dan vaksin.

Vaksin tersebut pun menggunakan fasilitas produksi yang suci dan hanya digunakan untuk produk vaksin Covid-19. Menurut dia, pemerintah wajib terus mengikhtiarkan penanganan wabah Covid-19 dengan pengadaan vaksin untuk mewujudkan kekebalan kelompok. Pemerintah juga wajib memprioritaskan pengadaan vaksin Covid-19 yang halal semaksimal mungkin. 

Sumber : Antara


×