Muslimah warga negara Puerto Rico. Syiar Islam mulai memasuki wilayah Puerto Rico sejak AS mengambil alih negeri tersebut | DOK MusulmanesDePuertoRico
10 Oct 2021, 03:14 WIB

Perkembangan Islam di Puerto Rico

Migrasi Muslimin ke Puerto Rico dimulai sejak pecahnya Perang Israel-Palestina.

OLEH HASANUL RIZQA

 

Ada banyak pulau kecil di lepas Laut Karibia, salah satu kawasan Benua Amerika yang beriklim tropis. Dari sekian banyak daratan itu, terdapat Puerto Rico. Pulau seluas 9.100 km persegi tersebut merupakan rumah bagi sebuah negara non-berdaulat dengan nama yang sama.

Puerto Rico telah dihuni manusia setidaknya sejak abad ketujuh. Penduduk asli setempat disebut sebagai Suku Indian Taino. Ketika mencapai Karibia pada 1493, Christopher Columbus sempat singgah di pulau tersebut dan memberinya nama, San Juan Bautista. Bagaimanapun, penjelajah kelahiran Genoa, Italia, itu tidak sampai menduduki daratan tersebut.

Terkait

Barulah sejak awal abad ke-16, Spanyol menjadi bangsa Eropa pertama yang mencaploknya. Pada 1508, Juan Ponce de Leon mendirikan permukiman di sana. Ia kemudian mengeklaim seluruh San Juan Bautista sebagai miliknya.

Sepeninggalan bangsawan Spanyol itu, perkembangan pulau ini terpusat di pelabuhan terbesarnya yang bernama Ciudad de Puerto Rico. Lama kelamaan, para pelaut Eropa menyebut keseluruhan pulau itu Puerto Rico. Adapun nama bandar tersebut diubah menjadi San Juan sebagai bentuk penghormatan untuk Juan de Leon.

Lebih dari 350 tahun Spanyol menguasai Puerto Rico. Amerika Serikat (AS) pada akhir abad ke-19 mengajukan penawaran ke Madrid untuk membeli pulau tersebut. Tawaran ditolak sehingga AS menyatakan perang terhadap kerajaan di Semenanjung Iberia itu.

Washington berhasil memenangkan pertempuran. Spanyol tidak hanya harus kehilangan Puerto Rico, tetapi juga Kuba, Guam, dan bahkan Filipina. Hal itu sesuai dengan Perjanjian Paris yang ditandatangani kedua belah pihak pada 10 Desember 1898.

Hingga kini, Puerto Rico berstatus sebagai vasal AS. Nama resminya, The Commonwealth of Puerto Rico atau Persemakmuran Puerto Rico. Status itu berarti ia hanya sebatas bernaung di bawah kendali Washington DC, tetapi bukanlah sebuah negara bagian AS.

photo
Migrasi Muslimin ke Puerto Rico dimulai sejak pecahnya Perang Israel-Palestina. - (AP)
Syiar Islam

Menurut Prof Houssain Kettani dalam artikelnya, “Muslims in Puerto Rico” (2012), syiar Islam mulai memasuki wilayah Puerto Rico sejak AS mengambil alih negeri tersebut. Gelombang pertama kedatangan Muslimin terjadi sekitar pertengahan abad ke-20, khususnya sejak konflik Israel-Palestina memanas.

Pada Mei 1948, entitas Yahudi itu mendeklarasikan terbentuknya negara Zionis di wilayah pendudukan. Sebagian orang Palestina kemudian terpaksa menyingkir. Di antara para pengungsi itu, ada yang berlabuh di San Juan.

Umat Islam di Puerto Rico sebelum era 1940-an bisa dikatakan tidak ada. Namun, sejak 1970-an jumlahnya melonjak menjadi 2.000 jiwa atau setara 0,07 persen dari total penduduk setempat. Mereka menjadi kira-kira 3.000 jiwa (0,09 persen) pada 1980.

Angka itu terus menanjak pada tahun 1990 dan 2010, yakni masing-masing 4.500 jiwa dan 5.000 jiwa. Bisa diasumsikan, persentase umat Islam di sana akan terus meningkat sebesar 0,01 persen dari total populasi.

Prof Houssain menuturkan, Dr Ali Kettani pernah mengunjungi Puerto Rico pada 1973. Ayahnya itu datang ke pulau tersebut sebagai utusan Liga Muslim Dunia yang bermarkas di Makkah, Arab Saudi. Waktu itu, ia tidak menemukan satu pun masjid di Puerto Rico.

Untuk mendirikan shalat, Muslimin setempat memanfaatkan rumah beberapa kolega atau kediaman masing-masing. Dari total 2.000 orang Islam di sana saat itu, sebesar 80 persen merupakan pengungsi Palestina.

Houssain kemudian membandingkan catatan bapaknya itu dengan kondisi saat ini. Menurut akademisi Dakota State University itu, jumlah umat Islam kini di Puerto Rico mencapai lebih dari 4.000 orang. Bagaimanapun, persentase warga (keturunan pengungsi) Palestina di sana tetap sama, tidak berubah sejak 1973.

photo
Salah satu sudut masjid di Puerto Rico. Migrasi Muslimin ke Puerto Rico dimulai sejak pecahnya Perang Israel-Palestina. - (DOK Wikipedia)

Kabar gembiranya, semakin banyak masjid dibangun. Di seluruh pulau, terdapat sekurang-kurangnya sembilan unit masjid. Masjid pertama didirikan pada tahun 1981 di Rio Piedras, bagian dari Kota San Juan. Lokasinya cukup dekat dari Universitas Puerto Rico. Anda hanya perlu berjalan kaki dari kampus itu ke sana.

Pembangunan Masjid Rio Piedras diinisiasi secara swadaya oleh komunitas Muslim setempat. Sebidang lahan dibelinya. Kemudian, dana infak dan sedekah terkumpul dari kalangan mereka sendiri. Kini, tempat ibadah itu bisa menampung hingga 250 orang jamaah.

Masjid berikutnya terletak di Vega Alta, masih sekitaran San Juan. Dengan daya tampung 1.300 orang jamaah, masjid yang dibangun pada 1992 itu menjadi pilihan utama warga Ibu Kota untuk melaksanakan shalat. Takmir lokal bahkan memiliki imam penuh waktu yang sehari-hari mengajarkan agama Islam kepada mereka.

Di Jayuta, Puerto Rico tengah, sebagian Muslimin lokal membangun masjid baru pada 1993. Dengan ukurannya yang tidak terlalu besar, mungkin namanya lebih pas disebut sebagai mushala. Kapasitasnya “hanya” puluhan orang jamaah. Walaupun sederhana, inilah salah satu pusat keislaman yang berjasa besar dalam dakwah di negeri tersebut.

photo
Salah satu sudut masjid di Puerto Rico. Migrasi Muslimin ke Puerto Rico dimulai sejak pecahnya Perang Israel-Palestina. - (DOK Wikipedia)

Sebuah masjid kecil dibangun pada 1995 di Fajardo, daerah timur laut Puerto Rico. Bentuknya indah dengan kubah kuning serupa Dome of Rock di Baitul Makdis. Masjid lainnya di commonwealth Amerika ini dibangun pada 1997. Tempat ibadah bagi Muslimin Ponce, bagian tengah Puerto Rico, ini mampu memuat 250 orang jamaah.

Masjid keenam dibangun pada tahun 1998 di Hatillo, di barat laut pulau. Kapasitasnya 200 laki-laki dan 30 perempuan. Pada 2002, komunitas Muslimin di Aguadilla membeli lantai dua sebuah apartemen untuk diubah menjadi masjid. Ruangan tersebut berkapasitas 50 orang jamaah.

Masjid kedelapan dibangun pada tahun 2007 di Montehiedra, pinggiran selatan San Juan, di atas bukit yang menghadap ke jalan tol. Berdiri di atas lahan seluas satu hektare, tempat ibadah Islam ini mampu menampung 450 jamaah. Masjid ini juga memiliki Imam penuh waktu.

“Masjid kesembilan didirikan pada 2011 di Loiza, pinggiran timur San Juan. Itu didirikan oleh Muslim penduduk setempat. Kapasitasnya, 20 orang,” kata Houssain menutup uraiannya.


×