Tenaga medis melakukan tes usap antigen kepada calon penonton sebelum memasuki arena cabang olahraga dayung di Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Papua, Jumat (8/10). Dalam gelaran PON XX Papua, Cabor Dayung Rowing menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi | Republika/Thoudy Badai

Kabar Utama

Klaster PON XX Papua Belum Surut 

Sempat ada kelonggaran protokol kesehatan saat pembukaan PON pada Sabtu (2/10) lalu.

JAKARTA -- Satgas Covid-19 Papua mengungkapkan, hingga Jumat (8/10) waktu setempat total 57 orang terkonfirmasi positif Covid-19 pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Jumlah itu bertambah 17 orang dari hari sebelumnya yang berjumlah 40 orang terdiri atas atlet, ofisial, dan panitia penyelenggara.

Pergerakan angka tersebut tergolong lekas. Pada Kamis (7/10) malam pukul 22.30 WIT, misalnya, sebanyak 50 orang terkonfirmasi positif alias bertambah 10 orang ketimbang pagi harinya. "Saya baru dapat informasi ada tambahan tujuh kasus (Covid-19) baru, itu dari Merauke. Jadi, total kasus kita untuk jam 11.30 WIT sebanyak 57 kasus," kata Juru bicara Satgas Covid-19, Papua, Silwanus Sumule, dalam diskusi daring yang diselenggarakan BNPB, Jumat (8/10) 

Namun, Silwanus menambahkan, ada hal yang menggembirakan, yakni seluruh kasus Covid-19 yang ditemukan pada perhelatan PON XX masuk kategori tanpa gejala dan gejala ringan. Menurut dia, ada dua hal yang membuat kasus Covid-19 pada PON XX Papua tidak mengalami kondisi berat. 

Pertama, seluruh atlet yang terlibat dalam PON XX sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19. Kedua, kolaborasi sisi hulu dan hilir terus diperkuat. Sisi hulu yang dimaksud, yakni 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan) dan 3T (testing, tracing, treatment). Sementara, sisi hilir adalah penguatan fasilitas pelayanan kesehatan. 

photo
Tenaga medis melakukan tes usap antigen kepada calon penonton sebelum memasuki arena cabang olahraga dayung di Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Papua, Jumat (8/10/2021). Dalam gelaran PON XX Papua, Cabor Dayung Rowing menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi pengunjung yang menyaksikan pertandingan dengan mewajibkan menunjukan surat vaksin atau menjalani tes usap antigen sebelum memasuki arena pertandingan sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 saat gelaran PON XX Papua. - (Republika/Thoudy Badai)

Ia tak memungkiri sempat adanya kelonggaran protokol kesehatan saat pembukaan PON pada Sabtu (2/10) lalu. Hal tersebut karena euforia masyarakat Papua yang menantikan perhelatan besar di Bumi Cenderawasih. Namun, untuk saat ini pihaknya memastikan masyarakat sudah mulai secara bertahap disiplin menjalankan protokol kesehatan. 

Satgas Covid-19 Pemerintah Provinsi Papua pun memastikan bahwa mereka yang positif Covid-19 pada saat penyelenggaraan PON XX akan mendapat pelayanan terbaik. Selain itu, mereka juga dipastikan pulang ke daerah asal dalam keadaan sehat dan negatif Covid-19. "Kami pastikan semuanya akan jalan dengan baik," ujar dia menegaskan. 

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, mengatakan, pelacakan terhadap setiap kasus positif Covid-19 pada Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua harus dilakukan dengan benar. 

“Kalau ini luput (tracing), bisa bobol dibawa ke masing-masing daerah," kata Dicky kepada Republika, Kamis (7/10) malam. 

Dicky menegaskan, sesuai prosedur tetap penanganan Covid-19, bila ditemukan satu kasus terkonfirmasi positif Covid-19, tidak boleh ada interaksi dengan dunia luar. "Protapnya, kalau ditemukan positif di bubble penyelenggaraan, jangan ada penonton dulu, jangan ada interaksi dulu dengan dunia luar, sembari dituntaskan tracing, testing, dan treatment," kata Dicky.  

"Yang ada di dalam bubble itu tidak boleh ada yang keluar sama sekali, dalam bubble aja. Karena, harusnya orang-orang yang ada di situ dalam satu lokasi, ya karantina," ujarnya melanjutkan. Salah satu cara untuk mengurangi potensi penularan adalah tidak memperbolehkan adanya orang luar, dalam hal ini penonton, masuk ke dalam bubble. Bila ada penonton pun, kata Dicky, harus dipastikan tidak ada kontak. 

"Seperti penonton datang ke tribun, benar-benar tidak ada kontak dengan ofisial dan pemain dan semua yang terlibat tidak hanya pemain, ofisial, dan dari pejabat pemda juga harus betul-betul dikarantina, harusnya kalau masuk kontak," ujad dia.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mewanti-wanti kepada semua pihak, baik atlet, panitia, awak media, keamanan, maupun penonton, untuk tidak melepas masker dan tetap melakukan protokol kesehatan selama PON XX Papua berlangsung. Hal tersebut diungkapkan Menpora dalam kunjungannya ke venue angkat besi PON XX Papua yang berlangsung di Auditorium Universitas Cenderawasih (Uncen) pada Kamis (7/10). 

"Saya melihat prokesnya cukup bagus, yang penting jangan lepas masker karena suasana saat ini masih pandemi," katanya. PON XX Papua ini memang bisa dikatakan istimewa karena digelar pada masa pandemi sehingga tak dapat terelakkan bahwa terdapat beberapa atlet yang dinyatakan positif Covid-19 usai bertanding.  

photo
Personel TNI mengimbau calon penonton untuk menjalani tes usap antigen sebelum memasuki arena cabang olahraga dayung di Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Papua, Jumat (8/10/2021). Dalam gelaran PON XX Papua, Cabor Dayung Rowing menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi pengunjung yang menyaksikan pertandingan. - (Republika/Thoudy Badai)

Meski demikian, Zainudin mengatakan, kondisi itu langsung ditanggapi dengan meminimalisasi dampak kepada yang lain. "Menghelat multievent di tengah pandemi ini dengan seolah-olah tidak terjadi apa-apa atau dalam keadaan normal, kemudian berpikir tidak akan muncul kasus Covid-19, itu tidak mungkin. Tapi, bagaimana cara kita mengatasi itu, yakni meminimalisasi. Salah satunya adalah melakukan protokol kesehatan yang tetat, jangan kendur dan kita tracing," ujarnya. 

Ia menuturkan, mendapat laporan dari Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) PON XX Papua, mayoritas atlet yang terkena sedianya masuk dalam sistem bubble dan tidak ke mana-mana. “Kemudian, kalau kita lihat jarak antara atlet dan penonton kan cukup jauh. Kita sedang tracing ini dari mana, apakah di penginapan sesama mereka atau hal lainnya," kata dia. 

Menpora juga menyebut, pada Rabu (6/10) telah melakukan rapat koordinasi dengan dinas kesehatan di Papua. Dalam rapat tersebut dilaporkan, terdapat 14-15 atlet atau pelatih yang dinyatakan positif, kini telah menuju penyembuhan. 

“Seorang atlet memiliki daya tahan yang bagus sehingga saat dinyatakan positif, masa penyembuhannya cepat, mungkin 4-5 hari sudah dinyatakan sembuh dan negatif," ujarnya. Menurut dia, rata-rata yang dinyatakan positif itu adalah mereka yang ingin melakukan perjalanan pulang dan sudah menyelesaikan pertandingan.  

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, penyelenggaraan PON XX Papua dapat menjadi pembelajaran bagi Indonesia untuk menyelenggarakan kegiatan besar lainnya.

"Ini merupakan momentum, dari PON ini kita bisa belajar bagaimana melaksanakan kegiatan yang melibatkan banyak pihak dan banyak orang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB, Abdul Muhari, kemarin. 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat