Massa aksi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar Aksi Bela Palestina di depan Gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Kamis (20/5/2021). Survei SMRC menyimpulkan elektabilitas PKS terus meningkat. | Republika/Thoudy Badai
08 Oct 2021, 03:45 WIB

Elektabilitas PDIP dan Gerindra Menurun, PKS Naik

Berdasarkan survei SMRC, PDIP teratas namun mengalami tren penurunan elektabilitas.

JAKARTA – Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk "Partai dan Calon Presiden: Kecenderungan Sikap Pemilih Menjelang 2024" menunjukkan, PDIP unggul dengan 22,1 persen. Namun, PDIP bersama Gerindra mengalami tren penurunan angka elektabilitas.

"Jika pemilu dilakukan pada waktu survei atau ketika survei dilakukan pada 15-21 September, PDIP mendapat dukungan 22,1 persen," kata Direktur SMRC Deni Irvani, dalam paparannya secara daring, Kamis (7/10).

Setelah PDIP, menyusul Partai Golkar dengan 11, 3 persen, kemudian PKB dengan 10 persen. Kemudian Partai Gerindra dengan 9,9 persen dan Demokrat 8,6 persen.

"Pada Maret 2020 PDIP mendapat 25,9 persen suara dukungan publik, kemudian pada survei terakhir pada Desember 2021 PDIP mendapat 22,1 persen. Jadi cenderung menurun dari 25,9 menjadi 22,1 persen," ujarnya.

Terkait

Tidak hanya PDIP, tren penurunan juga dialami Partai Gerindra. Pada Maret 2020 lalu Partai Gerindra mendapat 13,6 persen dukungan, saat ini turun menjadi 9,9 persen.

Sedangkan tren elektabilitas PKS mengalami kenaikan di angka enam persen. Pada Maret 2020, elektabilitas PKS berada di 4,4 pesen.

Partai Golkar juga mengalami peningkatan. Pada Maret 2020 lalu 8,4 persen, tapi saat ini 11,3 persen. Sedangkan, Partai NasDem didukung 4,2 persen. Kemudian PPP dengan 2,3 persen, dan PAN 1,4 persen.

"Masih ada 18,8 persen warga yang belum tahu partai mana yang belum dipilih," ungkapnya.

Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan 1.220 responden. Response rate sebesar 981 atau 80 persen. Margin of error sebesar +- 3,19 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Responden diwawancarai melalui tatap muka pada 15-21 September 2021.

Politikus PDIP Andreas Hugo Pareira menanggapi hasil survei SMRC yang menyebut bahwa meskipun elektabilitas PDIP tinggi, tapi trennya mengalami penurunan. Menurutnya, elektabilitas PDIP masih berada jauh di atas Partai Golkar.

"Meskipun kali ini dari survei PDIP turun, tapi masih berada pada posisi teratas, dan distansinya dengan Partai Golkar yang nomor kedua masih cukup jauh. setengahnya. Sehingga masih cukup jauh," kata Andreas dalam acara diskusi yang digelar secara daring, Kamis (7/10).

Ia meyakini partainya akan menjadi partai yang paling menentukan untuk pencalonan di Pemilu 2024. Hal itu dapat dilihat dari jumlah kadernya yang menduduki jabatan kepala negara.

"Karena juga hal lain yang harus kita lihat bahwa presiden incumbent sekarang adalah kader PDIP yang juga pasti akan ikut menentukan, baik dari segi tingkat keberhasilan menghadapi situasi sekarang yang kita hadapi, pandemi ini, dan juga menuju pada Pemilu 2024" ungkapnya.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengaku bersyukur dengan kenaikan elektabilitas berdasarkan survei SMRC. "Kami bersyukur PKS naik dari 4,6 ke enam persen," kata Mardani.

Mardani mengatakan, bagi PKS hasil survei merupakan cermin sekaligus cambuk, sehingga hasil dalam survei merupakan sesuatu yang baik. Selain itu, dirinya juga menyoroti soal capres. Calon pemenang pilpres akan menjadi lokomotif bagi pileg mendatang. "Ini kuat sekali, kemarin itu pilpres lebih tinggi 10 juta ketimbang pileg," ujarnya.

PKS menegaskan masih berjuang untuk merevisi UU Pemilu. Menurutnya lebih baik jika ambang batas pencalonan presiden diturunkan dari 20 persen menjadi 10 persen.

photo
Menteri BUMN Erick Thohir bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau penataan stasiun Tebet usai peresmian integrasi transportasi Jabodetabek di Stasiun Tebet, Jakarta, Rabu (29/9/2021). Pemerintah terus mendorong sistem integerasi transportasi Jabodetabek untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses transportasi umum sekaigus meningkatkan jumlah penggunanya. - (Prayogi/Republika.)

"Katakan tiga atau empat (pasangan calon presiden), itu jauh lebih sehat ketimbang dua pasang calon," ungkapnya. Untuk survei calon presiden 2024, Prabowo Subianto masih tetap unggul. Di urutan selanjutnya ada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan elektabilitas 19 persen dan Gubernur Jakarta Anies Baswedan 14,3 persen.

"Dalam simuasi pilihan tertutup terhadap 15 nama, Prabowo mendapat dukungan 20,7 persen," kata Deni Irvani.

Namun, demikian tren elektabilitas Prabowo mengalami penurunan. Pada Oktober 2020 lalu elektabilitas Prabowo di angka 22,2 persen, sedangkan pada September 2021 berada di angka 20,7 persen.

"Dukungan pada Ganjar 2020 ke September 2021 naik dari 11,7 persen menjadi 19 persen. Anies naik dari 10 persen menjadi 14,3 persen," ungkapnya.

SMRC kemudian mengerucutkan survei elektabilitas capres dalam simulasi tiga nama. Hasilnya elektabilitas Prabowo di angka 30,8 persen. Tidak jauh berbeda dengan Ganjar Pranowo dengan 29,3 persen dan Anies 25 persen.

"Trennya Ganjar juga menguat dari 25,5 menjadi 29,3 (persen), Prabowo sedikit melemah dari 34,1 menjadi 30,8, Anies sedikit naik dari 23,5 menjadi 25 persen," kata dia.


×