Karyawan memeriksa instalasi jaringan pipa gas di kawasan Onshore Receiving Facility (ORF) atau fasilitas penerimaan gas PT Pertamina Gas (Pertagas) di Tambaklorok, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (3/10/2019). Fasilitas penerimaan gas berkapasitas sekitar 50 | AJI STYAWAN/ANTARA FOTO
05 Oct 2021, 01:22 WIB

Pertamina Gas Memberdayakan Masyarakat Pesisir

Pertamina Gas mengembangkan sirkular ekonomi, sedangkan Pupuk Kaltim mengembangkan diversifikasi bakau.

Salah satu kelompok masyarakat yang disasar dalam kegiatan CSR adalah masyarakat pesisir. Hal itu antara lain dilakukan oleh PT Pertamina dan Pupuk Kaltim.

Masyarakat pesisir yang kerap dianggap punya perekonomian yang rendah ditampik oleh kondisi masyarakat desa Penatarsewu, Tanggulangi, Sidoarjo, Jawa Timur. Sebab, bukan hanya kehidupan yang layak, warga di  sana sudah menjalankan konsep sirkular ekonomi yang memanfaatkan olahan sampah menjadi bagian dari sistem tata kelola industri perikanan rumahan.

Mustahid, kakek dari satu orang cucu ini mulai tergerak menjadi bagian dari sirkular ekonomi saat PT Pertamina Gas (Pertagas) masuk ke desa mereka. Semangat yang sama dalam menjaga lingkungan desa yang bersih membuat Mustahid saat ini menjadi tokoh desa yang memelopori pembuatan magoot (bahan pakan ikan) dari sampah organik.

"Dulu itu orang desa nggak mau buang sampah di tempat sampah. Ya di sungai, ya di kebon, dibakar. Pertagas masuk ke sini untuk memberikan edukasi bahwa sampah bisa dikelola dan memberikan dampak ekonomi," ujar Mustahid, Senin (27/9).

Terkait

Mustahid menjelaskan, Pertagas melalui program CSR-nya memberikan pembinaan kepada warga bahwa sampah rumahan serta sampah dari pengolahan ikan asap yang menjadi mata pencarian utama warga desa bisa memiliki nilai ekonomis.

"Sisa makanan warga, sisa dari proses ikan asap itu ternyata bisa diolah menjadi magoot. Magoot ini bahkan bisa jadi pakan ternak dan pakan ikan," ujar Mustahid.

Magoot inilah yang kemudian menjadi nilai tambah bagi masyarakat. Karena saat ini masyarakat selain mulai sadar untuk memilah sampah rumah tangganya sehingga membuat lingkungan bersih, sampah tersebut juga bisa diolah yang kemudian menambah pendapatan warga.

Manager Public Relations & CSR PT Pertamina Gas Elok Riani Ariza menjelaskan, Pertagas tadinya masuk ke Desa Penatarsewu pada 2018 fokus untuk mengelola penambakan ikan. Hal ini dilakukan untuk memberikan nilai tambah bagi industri rumahan pengasapan ikan warga.

"Namun, secara paralel hingga 2021 ini kami terus melakukan pembinaan kepada masyarakat untuk bisa mengolah produksi pengasapan ikan sampai pada pengelolaan sampah yang nantinya diolah menjadi bahan baku pakan untuk tambak ikan itu sendiri," ujar Elok.

Pada 2019, kata Elok,  Pertagas memberikan inovasi kepada warga desa untuk membuat outlet penjualan dari ikan asap tersebut. Membuat resto apung dengan melibatkan BUMBES, warga bisa meraup omzet sampai Rp 18 juta per bulan.

Pada 2020, persoalan sampah mulai menjadi perhatian bersama. Bersama Mustahid, Pertagas mengedukasi masyarakat untuk bisa mengelola sampah.

"Dari proyek ini sampah rumah tangga dari resto apung maupun masyarakat dan tambak ikan bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat. Sampah ini diolah menjadi pakan yang dimanfaatkan oleh petambak ikan," ujar Elok.

Potensi bakau

Sementara, anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), Pupuk Kaltim, terus mengembangkan program diversifikasi bakau dan budi daya kepiting atau Server Mang Budi di kawasan Telok Bangko Kelurahan Loktuan, Kota Bontang, Provinsi Kalimatan Timur (Kaltim), untuk menjaga pelestarian keanekaragaman hayati dan tata kelola lingkungan pesisir.

Melalui Management goes to Community pada 19 September 2021, VP CSR Pupuk Kaltim Anggono Wijaya menyebut, direksi dan manajemen Pupuk Kaltim melakukan pemonitoran dan evaluasi berkala salah satu program CSR unggulan perusahaan sekaligus melakukan penanaman bibit bakau untuk meningkatkan capaian realisasi tanam tahunan di Telok Bangko.

Anggono mengungkapkan, Pupuk Kaltim menargetkan penanaman 25 ribu bibit di Telok Bangko pada tahun ini, termasuk peningkatan fasilitas, seperti taman baca.  Sebab, kawasan tersebut tak hanya disiapkan untuk destinasi wisata berbasis konservasi, tapi juga sarana edukasi bagi masyarakat.

"Beberapa buku bacaan sudah tersedia, bekerja sama dengan perpustakaan Mercusuar Kelurahan Loktuan. Ke depan,  jumlah buku akan terus ditambah," ujar Anggono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (27/9).

Menurut  Anggono, kawasan ini telah mendapat izin pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (WP3K) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sesuai Peraturan Menteri KKP Nomor 24 Tahun 2019, dengan total penanaman mencapai 161 ribu bibit.

Anggono memaparkan, beberapa jenis bakau yang ditanam meliputi Rhizopora apiculata, Rhizopora mucronata, Ceriops tagal, Bruguiera gymnorrhiza, Bruguiera sexangula, Ceriops tagal, dan Avicennia marina.

"Pupuk Kaltim akan menjadikan kawasan Telok Bangko sebagai destinasi wisata resmi di Kota Bontang karena izin pengelolaan telah disetujui Kementerian KKP dan siap untuk dikembangkan secara maksimal," ujar Anggono.

SEVP Komersil Pupuk Kaltim Meizar Effendi turut melakukan penanaman bakau saat kunjungan tersebut. Meizar mengatakan, pelestarian keanekaragaman hayati dan konservasi kawasan pesisir menjadi salah satu fokus perusahaan sebagai wujud kontribusi Pupuk Kaltim bagi masyarakat dan lingkungan.

Meizar menyebut, program Server Mang Budi tak hanya bersifat pengelolaan bakau dan kawasan pesisir, tetapi juga memperhatikan sektor pemberdayaan untuk penguatan ekonomi masyarakat sekitar.

"Saat ini pemberdayaan sudah berjalan, baik untuk pembibitan dan penanaman bibit oleh kelompok binaan maupun produk turunan, seperti pembuatan sirup dan amplang dari mangrove," ujar Meizar.

Meizar mengatakan, program ini telah mendapat penghargaan bertaraf nasional dan internasional, salah satunya Asia Responsible Enterprise Awards (AREA) 2021 kategori Social Empowerment.

Meizar menambahkan, masyarakat sekitar juga telah dibekali berbagai pelatihan dan pendampingan untuk memaksimalkan peluang ekonomi sekaligus memperluas penerima manfaat dengan pengembangan area budi daya bakau menjadi kawasan wisata.

"Monitoring penting dilakukan agar pengembangan program berjalan lebih maksimal. Pupuk Kaltim optimistis Server Mang Budi bisa memberi manfaat yang sangat besar bagi masyarakat dan lingkungan," kata Meizar.


×