Seorang dokter memperlihatkan vaksin Covid-19 Moderna untuk dosis ketiga (booster) bagi tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Dumai, Riau, Selasa (24/8/2021). | ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/foc.
05 Oct 2021, 03:45 WIB

Pemkot Bekasi Siapkan Booster untuk Guru

Vaksin Moderna yang dipakai sebagai booster adalah mRNA-1273.

BEKASI -- Selain tenaga kesehatan (nakes), pemerintah Kota Bekasi juga mulai mendata guru untuk mendapatkan suntikan ketiga atau booster vaksin Covid-19. Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, menyebut vaksinasi guru sudah berjalan saat ini. Adapun, vaksin yang digunakan untuk booster guru adalah Moderna dan Pfizer.

"Vaksin booster sudah berjalan, waktu itu yang kita kumpulin di sini (Stadion Patriot Candrabhaga) siapa yang mau," ujar Pepen, sapaan akrabnya, Senin (4/10).

Meski belum ada arahan langsung dari pemerintah pusat, namun politisi Partai Golkar ini mengatakan itu merupakan upaya preventif yang dilakukan pemda mengingat pembelajaran tatap muka (PTM) sudah berjalan. "Kita preventif booster lah untuk nakes dan buat guru. Enggak harus nunggu Menkes. Kita kan inisiatif nih, supaya vaksin tidak kadaluarsa," kata dia.

Pepen telah mengumpulkan kepala sekolah se-Kota Bekasi untuk dapat membantu merealisasikan program pemerintah pusat untuk vaksinasi, khususnya siswa sekolah yang memenuhi syarat standard menerima vaksinasi. Para guru yang telah tervaksin dosis lengkap juga akan ditambah dosis ketiga sehingga mereka dipastikan dalam keadaan prima saat PTM.

Terkait

Sementara, Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menegaskan booster atau dosis ketiga vaksin Covid-19 saat ini difokuskan kepada tenaga kesehatan (nakes). Hingga kini, jumlah nakes yang telah menerima booster vaksin mencapai 960.360 suntikan. "Dosis ketiga hanya untuk nakes saat ini," kata Nadia kepada Republika, Senin (4/10).

Booster vaksin diberikan bagi tenaga kesehatan yang telah mendapatkan dosis pertama dan kedua. Total sasaran vaksinasi untuk kelompok ini 1.468.764 orang. Vaksinasi dosis ketiga untuk nakes ini diatur dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor: HK.02.01/1/1919/2021. Pemerintah tak membolehkan kelompok di luar tenaga kesehatan disuntikkan vaksin dosis ketiga.

Vaksin dosis ketiga untuk tenaga kesehatan menggunakan merek Moderna. Alasannya, Moderna memiliki efikasi yang lebih tinggi daripada merek vaksin yang beredar saat ini. Pemberian vaksin booster ini tetap memerhatikan kondisi kesehatan sasaran. Apabila memiliki alergi karena tak boleh mendapatkan vaksin dengan platform mRNA, bisa menggunakan jenis vaksin yang sama dengan dosis pertama dan kedua.

Vaksin Moderna yang dipakai sebagai booster adalah mRNA-1273. Penyuntikannya dilakukan secara intramuskular 0,5 ml per dosis. Namun terbaru, Pemerintah Kota Bekasi juga mulai mendata guru untuk mendapatkan booster atau dosis ketiga vaksin Covid-19. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebut vaksinasi dosis ketiga untuk guru tersebut sudah berjalan saat ini.

Adapun, vaksin yang digunakan untuk booster bagi guru adalah Moderna dan Pfizer. "Vaksin booster sudah berjalan, waktu itu yang kita kumpulin di sini (Stadion Patriot Candrabhaga) siapa yang mau," ujar Pepen, sapaan akrabnya, Senin (4/10).

Meski belum ada arahan langsung dari pemerintah pusat, politisi Partai Golkar ini mengatakan, vaksin dosis ketiga merupakan upaya preventif yang dilakukan pemda mengingat pembelajaran tatap muka sudah berjalan. "Kita preventif booster lah untuk nakes dan buat guru. Enggak harus nunggu menkes. Kita kan inisiatif nih supaya vaksin tidak kedaluwarsa," terangnya.


×