Pekerja memetik biji kopi robusta saat panen raya di Perkebunan Kopi Getas, Afdeling Assinan, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (29/7/2021). PTPN IX memproyeksikan produksi panen raya biji kopi kering robusta kualit | ANTARA FOTO/Aji Styawan/rwa.
01 Oct 2021, 08:31 WIB

Wamendag: Pemuda akan Dongkrak Ekspor

Pemerintah mendukung pemuda untuk aktif dalam ekspor perdagangan.

JAKARTA – Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga bangga dan menyambut baik terhadap fenomena gairah anak muda untuk bisa menjadi pelaku ekspor. Ia menilai semangat anak muda untuk menjadi entrepreneur mulai terlihat marak sejak beberapa tahun yang lalu.

"Saat ini, bukan hanya semangat entrepreneurship yang muncul tetapi bahkan semangat untuk menembus pasar ekspor," ujar Jerry melalui siaran persnya, Kamis (30/9).

Menurut Jerry, jelinya anak muda dalam melihat peluang ekspor mampu mendongkrak kinerja ekspor negara. Ia melihat banyak inovasi yang dilakukan anak muda sehingga sektor ekspor makin beragam.

“Bukan hanya sektor-sektor yang mainstream yang dikembangkan seperti kopi atau porang, anak muda juga pintar mengembangkan produk-produk unik. Misalnya ada yang serius garap sabut kelapa, pelepah pisang dan lain-lain. Sekilas itu barang-barang yang sederhana atau bahkan sering dianggap sampah, tapi di tangan anak muda yang kreatif semua bisa jadi produk yang sangat bernilai ekonomis.” ujar Jerry.

Terkait

Ia menilai, peran anak muda diyakini akan makin dalam berbagai industri dan dalam berbagai level. Seperti misalnya, saat ini sektor kreatif maupun industri crypto.

Jerry mengaku sangat optimis dengan masa depan ekspor Indonesia. Sepanjang tahun 2020 hingga kuartal ketiga 2021 Indonesia terus mencatatkan kinerja perdagangan internasional yang sangat baik. Setelah mencatat surplus hingga 20 miliar dolar AS pada 2021, sampai Agustus saja perdagangan luar negeri Indonesia sudah surplus lebih dari 19 Miliar dolar AS.

"Perlu ada fasilitasi yang serius untuk mendukung minat anak muda tersebut. Karena itu saya berharap sinergi lintas kementerian dan stake holder bisa berjalan makin baik ke depan," ujar Jerry.

Sementara itu di Kementerian Perdagangan program fasilitasi pengembangan ekspor juga sangat banyak. Bedanya, di Kemendag, fasilitasi pengembangan ekspor lebih fokus ke hilir yaitu desain, pemasaran, business matching, penyelesaian perjanjian perdagangan, penyelesaian sengketa dagang dan lain-lain.

“Saya senang sekali karena komunikasi kita dengan kementerian lain makin berjalan baik. Karena itu sinergi dalam system produksi, pembiayaan, pemasaran hingga logistic dan transportasi juga makin baik. Ke depan kita berharap bisa menyelesaikan makin banyak persoalan agar ekspor kita makin Berjaya.” tutup Jerry.

Peningkatan perdagangan dengan Australia

Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Australia menyatakan komitmen untuk kembali meningkatkan perdagangan setelah mengalami pelemahan pada tahun lalu. Perjanjian dagang Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership (IA-CEPA) juga diharapkan memberikan dampak signifikan bagi aktivitas dagang kedua negara.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, total perdagangan Indonesia-Australia pada tahun lalu tercatat sekitar 7,1 miliar dolar AS. Angka itu mengalami penurunan 8,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut dia, penurunan nilai perdagangan tersebut akibat dampak Covid-19 yang berdampak secara global.

"Tetapi, pada semester I 2021 sudah naik 65 persen dari periode sama tahun lalu. Ini pertanda baik, tapi kami ingin agar perdagangan lebih meningkat lagi," kata Lutfi dalam konferensi pers, Rabu (29/9).

Lutfi mengatakan, kendala utama yang dihadapi kedua negara saat ini yakni masalah Covid-19. Pihaknya pun berharap ketika perbatasan antarnegara mulai diperlonggar kegiatan perdagangan dapat kembali ditingkatkan.

Komoditas saat ini yang menjadi andalan untuk diekspor ke Australia antara lain furnitur dan produk kayu lainnya serta emas dan perhiasan. Kedua komoditas tersebut sejauh ini memiliki pertumbuhan yang cukup pesat. 

Meski demikian, ia menekankan, perjanjian IA-CEPA tidak hanya diandalkan untuk meningkatkan perdagangan barang dan jasa. Lebih jauh, kerja sama kedua negara di bidang pembangunan sumber daya manusia serta mobilitas warga, termasuk beasiswa bisa terus dikembangkan.

"Indonesia ingin agar bisa naik kelas dari negara berpendapatan menengah menjadi negara maju. IA-CEPA kita harap bisa membantu ini," kata Lutfi.

Indonesia masih mengalami defisit dagang dengan Australia. Lutfi mengatakan, impor produk yang masuk dari Australia saat ini memang tengah dibutuhkan untuk industri dalam negeri dalam kegiatan produksinya.

"Barang yang diimpor dari Australia adalah barang setengah jadi. Artinya, ini sangat penting untuk inovasi industri," kata Lutfi.

Kendati demikian, Lutfi menginginkan agar hubungan dagang antara Indonesia dan Australia terus berkembang hingga perdagangan barang industri berteknologi tinggi. Indonesia, kata Lutfi, ingin agar Australia menjadi mitra dagang yang berkelanjutan dan berperan penting dalam pembangunan ekonomi dalam negeri.

Mengutip statistik perdagangan Indonesia-Australia, total ekspor Indonesia ke Australia periode Januari-Juli 2021 mencapai 1,85 miliar dolar AS. Total impor pada waktu yang sama mencapai 4,96 miliar dolar AS sehingga tercatat defisit perdagangan sebesar 3,1 miliar dolar AS.

Defisit tersebut mengalami kenaikan dari defisit dagang pada Januari-Juli 2020 yang hanya 1,32 miliar dolar AS. Namun, nilai perdagangan pada tahun lalu memang tengah mengalami penurunan. Ekspor Indonesia tercatat hanya 1,36 miliar dolar AS sedangkan impor sebesar 2,69 miliar dolar AS.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Pariwisata dan Investasi Australia Dan Tehan mengatakan, salah satu poin penting dari IA-CEPA yakni peningkatan investasi. Tehan menuturkan, Indonesia saat ini sedang membangun banyak bidang yang bisa menjadi ladang investasi bagi pengusaha dari Australia.

Salah satunya yakni soal pengembangan energi baru terbarukan hingga kendaraan bertenaga listrik. "Kami sangat yakin dapat menjadi pemasok beberapa bahan utama yang akan membantu Indonesia menjadi pengembang kendaraan listrik. Ini perlu kita kerjakan," ujarnya.


×