Menteri Sekretariat Negara Pratikno (tengah), Sekretaris Kabinet Pramono Anung (kanan) dan Kepala Staf Presiden Moeldoko (kiri) bersiap mengikuti Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/9/2021). Rapat t | ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.
29 Sep 2021, 02:47 WIB

Banggar Setujui Defisit RAPBN 2022

Dalam RAPBN 2022 hasil pembahasan antara pemerintah dan Panja DPR terdapat beberapa perubahan dari yang telah disusun sebelumnya.

JAKARTA -- Badan Anggaran (Banggar) DPR menyetujui Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022, yang telah dibahas Panitia Kerja (Panja) DPR bersama pemerintah untuk dibawa ke sidang paripurna. Defisit anggaran dalam RAPBN 2022 disepakati sebesar Rp 868,02 triliun atau 4,85 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Apakah laporan panja dapat diterima, disahkan, dan disetujui?" kata Ketua Banggar DPR Said Abdullah dalam raker Banggar DPR di Jakarta, Selasa (28/9).

Dalam RAPBN 2022 hasil pembahasan antara pemerintah dan Panja DPR terdapat beberapa perubahan dari yang telah disusun sebelumnya. Perubahan itu meliputi pertumbuhan ekonomi dari 5 persen sampai 5,5 persen menjadi 5,2 persen sampai 5,5 persen dan tingkat bunga surat utang negara (SUN) tenor 10 tahun dari 6,82 persen menjadi 6,8 persen.

Sementara itu, inflasi tetap 3 persen, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tetap Rp 14.350, harga minyak mentah Indonesia tetap 63 dolar AS per barel, lifting minyak bumi tetap 703 ribu barel per hari, serta lifting gas bumi tetap 1.036 ribu barel setara minyak per hari.

Terkait

Selanjutnya, untuk pendapatan negara Rp 1.846,14 triliun meliputi penerimaan perpajakan Rp 1.510 triliun yang naik Rp 4 triliun dari Rp1.506,9 triliun terdiri atas penerimaan pajak Rp 1.265 triliun dan penerimaan kepabeanan dan cukai Rp 245 triliun. Kemudian, belanja negara senilai Rp 2.714,16 triliun meliputi belanja pemerintah pusat Rp 1.943,74 triliun yang naik dari Rp 1.938 triliun dan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) Rp 770,41 triliun.

Untuk target pembangunan tidak mengalami perubahan, yaitu tingkat pengangguran terbuka di kisaran 5,5 persen sampai 6,3 persen dan tingkat kemiskinan 8,5 persen sampai 9 persen. Indeks gini rasio 0,376 sampai 0,378, indeks pembangunan manusia 73,41 sampai 73,46, nilai tukar petani 103 sampai 105, serta nilai tukar nelayan 104 sampai 106.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pemerintah menyepakati susunan RAPBN 2022 hasil pembahasan bersama panja dibawa ke paripurna. "Pemerintah sepakat untuk dapat meneruskan di dalam pembicaraan tingkat II pengambilan keputusan terhadap RUU APBN Tahun Anggaran 2022 pada sidang paripurna DPR," ujarnya.

Sementara itu, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar lima persen pada 2022. Hal ini seiring upaya Pemerintah Indonesia mengatasi pandemi Covid-19.

Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik Aaditya Mattoo mengatakan, Indonesia memilih pendekatan yang bersifat hybrid, yakni menerapkan pengetatan terhadap mobilitas untuk menangani kesehatan, tapi sekaligus tetap berusaha menopang perekonomian.

"Kami sangat optimistis tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan bisa mendekati lima persen dan ini menjadi satu perbaikan tersendiri," ujarnya.

Menurut dia, langkah pemerintah maju lebih awal untuk mengadakan program vaksinasi turut menjadi faktor dalam mendorong perekonomian karena pemulihan sangat bergantung pada kekebalan tubuh masyarakat. Dia menyebut, program vaksinasi yang dipercepat dan diakselerasi sekaligus masifnya upaya tracing, testing, dan treatment sekaligus kampanye jaga jarak turut menjadi aspek dalam memulihkan ekonomi.

Sumber : Antara


×