Pambangkit listrik di salah sati bagian Beijing, Cina. | AP Photo/Andy Wong
29 Sep 2021, 03:45 WIB

Krisis Energi Cina Berlanjut

Krisis energi ini akibat minimnya pasokan batu bara dan penerapan standar emisi gas yang lebih ketat.

SHANGHAI – Krisis energi Cina berlanjut, Selasa (28/9). Kawasan yang terdampak adalah Cina timur laut. Pabrik menangguhkan operasinya, rumah-rumah menghadapi pemadaman, dan toko-toko bahkan dibuka dengan mengandalkan penerangan lilin.

Menurut laman the Guardian, Selasa, krisis energi ini akibat minimnya pasokan batu bara dan penerapan standar emisi gas yang lebih ketat. Masalah ini mencederai produksi di sejumlah kawasan industri. Tak pelak, kondisi ini mengancam rantai pasokan global yang saat ini pun sudah terganggu. 

Pemerintah Cina makin ditekan untuk meningkatkan impor batu bara. Rakyat menuntut pemadam listrik yang dipicu kekurangan batu bara dapat segera berakhir. Masyarakat di Provinsi Jilin yang paling terdampak dari pemadaman meminta agar impor batu bara ditingkatkan.

Media sosial dan media setempat melaporkan pemadaman listrik telah membuat lampu merah, elevator, dan jaringan 3G di daerah timur laut berhenti beroperasi. Pabrik-pabrik juga tidak dapat beroperasi. Pasokan air juga terganggu.

Terkait

Kota Shenyang dan Dalian yang dihuni lebih dari 13 juta orang juga terdampak. Begitu pula dengan pabrik-pabrik milik perusahaan pemasok komponen Apple dan Tesla.

photo
Seorang warga Beijing memeriksa telepon genggamnya, di stasiun kereta bawah tanah, Kamis (16/9/2021). - (AP/Andy Wong)

Provinsi Jilin salah satu dari sepuluh provinsi yang terpaksa harus membatasi penggunaan energi. Ada biaya tambahan akibat naiknya harga batu bara tidak bisa dibebankan ke konsumen.

Gubernur Provinsi Jilin Han Jun mengatakan, diperlukan “sejumlah saluran” untuk menjamin pasokan batu bara. Ia mengatakan, Cina harus mengambil lebih banyak sumber dari Rusia, Mongolia, dan Indonesia. “Rusia harus memenuhi dulu pesanan dari Eropa, Jepang, dan Korea Selatan,” kata seorang pengimpor batu bara di Cina timur laut, Selasa.

“Pengapalan ekspor dari Indonesia terhambat oleh cuaca yang kerap hujan dalam beberapa bulan terakhir. Sedangkan ekspor dari Mongolia, sebagian besar diangkut truk, jumlahnya kecil,” katanya menambahkan.

Dewan Listrik Cina yang mewakili produsen energi di negara itu mengatakan, perusahaan energi dengan batu bara akan memperluas saluran pengadaan mereka dengan biaya berapa pun. Tujuannya, masyarakat dapat menyalakan penghangat ruangan di musim dingin.

Sejak pekan lalu Cina telah membatasi penggunaan energi di wilayah timur laut. Media setempat melaporkan banyak kota yang mengalami pemadaman listrik dan membuat pengguna media sosial khawatir.

Mal-mal tutup lebih cepat dan sejumlah toko menggunakan penerang lilin. Media sosial Weibo ramai oleh pengguna yang khawatir pemadaman listrik berdampak pada aliran air.

Goldman Sachs memprediksi sekitar 44 persen aktivitas industri Cina telah berdampak pada kekurangan energi. Hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan ekonomi Cina pada kuartal ketiga tahun ini turun 1 poin dan turun 2 poin pada Oktober hingga Desember.

Dalam laporan yang dirilis Selasa (28/9), perusahaan finansial itu juga memotong prediksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Cina tahun 2021 dari 8,2 persen menjadi 7,8 persen.

Sumber : Reuters


×