Seorang petugas Dinas Kesehatan Kota Pontianak mengacungkan kertas ajakan vaksin saat gelar giat vaksinasi di kawasan pusat perdagangan di Jalan Gajahmada, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (27/9/2021). | ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

Nasional

Perki Minta Penderita Jantung Vaksinasi Covid-19

Berdasarkan laporan di rumah sakit sebesar 16,3 persen di ruang isolasi mempunyai komorbid.

JAKARTA -- Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) meminta kepada seluruh masyarakat, terutama yang menderita penyakit jantung untuk segera melakukan vaksinasi Covid-19. Vaksinasi akan mengurangi keparahan jika penderita jantung terpapar Covid-19.

"Kami dari perhimpunan meminta kepada seluruh masyarakat, terutama yang menderita penyakit jantung untuk menjaga protokol kesehatan dengan ketat, melakukan vaksinasi agar jika terpapar maka gejalanya tidak serius," ujar Ketua Umum Perki Isman Firdaus dalam konferensi pers Hari Jantung Sedunia yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (27/9).

Ia mengatakan, vaksinasi juga dapat mengurangi angka kematian akibat Covid-19. Ia menjelaskan, sejak awal 2020 sudah dilaporkan bahwa pasien yang mengalami paparan Covid-19 dapat mencetuskan perburukan yang serius dan menyebabkan kematian bagi penderita penyakit jantung.

"Rata-rata kematian akibat jantung sebesar delapan persen di Indonesia. Namun pada saat pandemi angka kematian ini meningkat menjadi 22-23 persen," paparnya.

photo
Warga Suku Baduy Luar menyiapkan dokumennya untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 di Ciboleger, Lebak, Banten, Senin (27/9/2021). Vaksinasi COVID-19 yang diikuti sebanyak 34 warga Suku Baduy Luar tersebut dilakukan Polda Banten guna mempercepat pencapaian kekebalan komunal dengan menyasar Suku Baduy. - (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Berdasarkan laporan di rumah sakit, ia menjelaskan, sebesar 16,3 persen di ruang isolasi mempunyai komorbid (penyakit penyerta) kardiovaskular. Penyakit kardiovaskular adalah suatu kondisi di mana terdapat adanya gangguan pada jantung dan pembuluh darah.

Gangguan fungsi yang dialami oleh jantung dan pembuluh darah ini merupakan penyebab utama seseorang mengalami penyakit jantung dan stroke. "Penyakit kardiovaskular menempati urutan teratas penyebab terjadinya kematian," katanya.

Ia mengemukakan, berdasarkan data Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) menyatakan bahwa penyakit kardiovaskular di Indonesia untuk penyakit jantung koroner (PJK) sebesar 14,4 persen, sementara untuk penyakit stroke sebesar 19,4 persen. Dengan demikian, persentase penyakit kardiovaskular di Indonesia menjadi 33,8 persen.

"Jadi kelainan pembuluh darah, baik di jantung dan di otak menjadi penyebab kematian, ini data 2019. Penyakit ini kaitannya berhubungan dengan gaya hidup dan pola makan," ujarnya.

Isman Firdaus menambahkan, penyakit kardiovaskular saat ini juga masih menjadi masalah di dunia. "Untuk PJK sebesar 16,17 persen, sementara untuk penyakit stroke sebesar 11 persen di dunia," paparnya

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat