Transformasi digital (ilustrasi) | Pixabay
28 Sep 2021, 07:41 WIB

Skenario Optimal Manfaatkan Teknologi

Teknologi kini telah dignakan untuk mempertahankan bisnis hingga mengembangkan usaha.

Percepatan industri melalui transformasi digital saat ini tak lepas kaitannya dengan dukungan konektivitas dan juga peran infrastruktur berbasis cloud yang dapat diandalkan. 

Peran cloud sebagai key enabler yang menopang operasi ekosistem digital saat ini, menjadi sangat esensial mengingat karakteristiknya sebagai platform yang lebih efisien, praktis sekaligus fleksibel. Namun, tingginya trafik dan jumlah data yang dihasilkan, ditambah kompleksitas di beberapa sektor industri nyatanya perlu dioptimalkan dengan dukungan operasi komputasi cloud berbasis edge computing.

Adanya tuntutan low latency oleh industri dan keberadaan perangkat IoT dan kecerdasan artifisial (AI) yang tersebar luas di berbagai lokasi, menjadikan operasi komputasi berbasis edge computing semakin penting untuk mempercepat pengolahan data dari lokal dan perangkat Internet of Things (IoT) ke sistem cloud.

Seiring dengan perluasan akomodasi edge computing tersebut, kesiapan infrastruktur edge data center yang terkoneksi di berbagai titik yang tersebar luas tak kalah penting untuk dipersiapkan secara matang.

Terkait

Edge data center merupakan pondasi dari komputasi lokal yang mampu menghasilkan low latency dan sangat dibutuhkan dalam operasi sensor IoT, video streaming, dan augmented serta virtual reality (AR/VR). Sebagai penyedia data center yang berpengalaman lebih dari 20 tahun, Telkomsigma baru saja memperoleh penghargaan dalam ajang Frost & Sullivan Best Practices Awards dalam kategori “2021 Indonesia Edge Data Center Competitive Strategy Leadership Award”.

photo
Pemanfaatan komputasi awan kian krusial untuk pengembangan bisnis. - (Pixabay)

CEO Telkomsigma Bhimo Aryanto, dalam seremoni virtual, pekan lalu menyampaikan, selama ini Telkomsigma telah menerapkan tata kelola dan manajemen operasi yang andal pada 18 edge data center milik TelkomGroup (neuCentriX) yang tersebar beberapa kota di Indonesia.

“Telkomsigma bertugas memaksimalkan manage operation terhadap seluruh aspek operasional dan teknis dari neuCentriX, termasuk didalamnya menangani kebutuhan rancang bangun, monitoring operasi 24x7, serta melakukan perawatan periodik di seluruh wilayah data center,” ujarnya. 

Semuanya proses ini, kemudian menghasilkan big data dan membutuhkan pemrosesan data secara real-time. Untuk mengoperasikan edge data center sendiri bukanlah persoalan yang mudah. 

Perlu adanya tata kelola sistem yang efektif sekaligus efisien serta mengacu pada standar best practice guna mewujudkan operasi yang always on. 

Komitmen Berinovasi

photo
Komputasi awan dan transformasi digital - (Pixabay)

Pemanfaatan teknologi saat ini, semakin menjadi bagian tak terpisahkan dari kelangsungan bisnis. Terutama di masa pandemi, berbagai industri dan skenario bisnis, telah memanfatkan teknologi untuk dapat tetap bertahan atau justru kian mengembangkan usahanya.

Pekan lalu, Huawei menggelar event Huawei Connect. Dalam event tahunan itu, Huawei sekaligus menekankan komitmenya untuk terus melakukan inovasi demi terus mendorong digitalisasi.

Rotating Chairman Huawei, Eric Xu mengatakan, Huawei Connect 2021 ini dihadirkan dalam tema "Dive into Digital" yang mendalami penerapan teknologi digital dalam mendukung skenario bisnis. Termasuk juga, membantu industri dalam menghadapi tiap tantangan yang ada.

"Pengembangan digital bergantung pada teknologi. Agar teknologi digital tetap relevan, kita harus terus berinovasi dan menciptakan nilai. Cloud, artificial intelligent dan jaringan, merupakan tiga teknologi digital yang penting dalam mendukung digitalisasi," ujar Xu dalam konferensi pers Huawei Connect 2021 yang digelar secara virtrual.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkapkan, layanan komputasi awan yang dihadirkan lewat Huawei Cloud sejak empat tahun lalu, telah menyatukan 2,3 juta pengembang, 14 ribu mitra konsultan dan enam ribu mitra teknologi. Integrasi ini dinilai telah menjadi platform penting bagi perusahaan dan pemerintah untuk mencapai digitalisasi industri.

Agar layanan cloud mampu hadir kian optimal, Huawei pun menghadirkan ubiquitous cloud-native service (UCS). Lewat layanan ini, Huawei berencana memberikan pengalaman yang konsisten kepada perusahaan saat menggunakan aplikasi cloud-native yang tidak dibatasi oleh batasan geografis, lintas cloud ataupun keterbatasan trafik. Sehingga akan mempercepat transformasi digital di semua industri.

Untuk inovasi dalam network domain, Huawei juga melakukan terobosan lewat autonomous driving network (ADN). Inovasi ini telah diterapkan dalam sektor keuangan, pendidikan dan perawatan kesehatan untuk berinovasi dalam menyebarkan aplikasi baru. Termasuk juga, membangun jaringan yang mampu melakukan self-fulfilling, self-healing, self-optimizing dan terotomasi.

Menurut Xu, Huawei juga ingin berperan dalam mencapai industri yang lebih ramah lingkungan lewat penerapan teknologi digital. Dalam mencapai hal itu, Huawei melakukan inisiatif berupa investasi dan inovasi teknologi untuk menghadirkan produk yang lebih hemat energi. "Kami juga berinvestasi untuk mempertemukan perangkat elektronik dan teknologi digital dalam mempromosikan clean energy,” katanya,

Komitmen ini, Xu melanjutkan, ditunjukkan dengan menyediakan teknologi digital yang membantu semua sektor dalam melakukan digitalisasi yang rendah karbon.

Digitalisasi Pertanian

photo
Digitalisasi pertanian ilustrasi - (Pixabay)

Pekan lalu, bertepatan dengan Hari Tani Nasional, TaniHub Group, Kelompok Bank Dunia, dan Microsoft berkolaborasi dalam memprakarsai Cultivhacktion untuk menghadirkan solusi teknologi bagi percepatan digitalisasi ekosistem pertanian di Indonesia. Melalui kegiatan ini, para inovator diajak untuk mengembangkan solusi yang mencakup tiga area utama, yaitu peningkatan produktivitas pertanian, perluasan akses para petani kepada input, pasar, dan sumber daya keuangan, dan dukungan terhadap pengambilan keputusan berbasis data oleh pemerintah.

Kolaborasi ini juga mendapatkan dukungan dari Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berharap program ini dapat meningkatkan produktivitas dan inklusivitas lebih dari 33 juta petani di Indonesia. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, pertanian bukan hanya berbicara mengenai produksi makanan, tetapi juga penyediaan lapangan kerja bagi 273 juta masyarakat Indonesia.

Industri ini memiliki potensi pertumbuhan yang begitu besar, terbukti dari tumbuhnya nilai tukar usaha pertanian Indonesia hingga 104 persen dalam dua tahun terakhir. “Kementerian Pertanian berharap Cultivhacktion ini dapat mengakselerasi dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia, termasuk petani dan pihak lain yang ada dalam ekosistem pertanian sehingga menjadikan pertanian kita semakin maju,” ujarnya.

Solusi-solusi yang dicari di Cultivhacktion adalah yang bersifat praktis dan dapat diterapkan oleh petani skala kecil dalam rangka mempercepat penggunaan teknologi baru. Misalnya, dengan memberikan solusi dalam penciptaan rantai pasok pertanian yang tangguh dan berkelanjutan di tengah perubahan iklim.

Selain itu, dicari pula solusi yang menyediakan akses kepada informasi berbasis agro-klimatik yang sesuai dengan kebutuhan budidaya para petani di masing-masing daerah melalui penerapan big data.

Pamitra Wineka selaku CEO TaniHub Group menjelaskan, sebagai grup yang lahir dari ide inovatif ketika belum ada pemain agritech satu pun, TaniHub berkomitmen untuk terus memajukan petani Indonesia.

“Dengan diselenggarakannya Cultivhacktion, kami ingin menyaksikan pemikir-pemikir terbaik di negeri ini menciptakan inovasi yang inspirasional, yang akan melengkapi perjalanan dalam mengerahkan potensi pertanian Indonesia,” katanya. 

 

 
Pengembangan digital bergantung pada teknologi. Agar teknologi digital tetap relevan, kita harus terus berinovasi dan menciptakan nilai. 
ERIC XU, Rotating Chairman Huawei.
 
 

 


×