Pengunjung memindai QR Code dengan aplikasi PeduliLindungi sebelum masuk bioskop di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Sabtu (18/9/2021). Pengelola kembali membuka bioskop dengan menerapkan protokol kesehatan serta membatasi kapasitas di dalam studio, tidak me | ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/rwa.
27 Sep 2021, 08:38 WIB

Kemendag Uji Coba PeduliLindungi di Pasar Tradisional

PeduliLindungi akan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat luas.

JAKARTA -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan melakukan uji coba penerapan aplikasi PeduliLindungi di pasar tradisional seperti halnya di pusat perbelanjaan. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, hal itu demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung sehingga dapat kembali menggerakkan ekonomi di pasar tradisional.

"Ada beberapa pasar rakyat yang akan diuji coba dengan memperhatikan tingkat vaksinasi pedagang dan pengelola pasar rakyat," kata Lutfi, akhir pekan lalu.

Lutfi menegaskan, penerapan standar operasional dengan aplikasi PeduliLindungi sangat penting bagi pasar agar masyarakat dapat hidup berdampingan dengan Covid-19 di masa yang akan datang. Kegiatan ekonomi dapat meningkat, tapi di saat yang sama memutus rantai penularan.

Hal yang menjadi pertimbangan utama penerapan aplikasi PeduliLindungi, yakni pedagang dan pengelola pasar harus sudah menerima vaksin. Selain itu, pasar tersebut sudah mampu menerapkan protokol kesehatan sesuai rekomendasi Kemendag. Berdasarkan survei yang dilakukan Kemendag, tingkat vaksinasi pedagang pasar tradisional secara nasional sudah mencapai 62 persen.

Terkait

Pasar yang akan menerapkan uji coba juga harus memiliki akses pintu masuk dan keluar yang dapat dikontrol pengelola. Selain itu, pasar tersebut juga perlu menyediakan petugas yang bisa menjalankan penerapan aplikasi.

Lutfi menyebut, salah satu pasar yang siap menerapkan aplikasi itu, yakni Pasar Badung di Denpasar, Bali. Menurutnya, para pengelola ataupun pedagang beserta keluarganya sudah divaksinasi seluruhnya. Hal itu juga seiring dengan rencana pemerintah untuk kembali membuka pariwisata Bali bagi wisatawan mancanegara.

"Kita mau putuskan rantai penularan, tapi juga mencoba supaya pasar lebih ramai lagi dan ekonomi berjalan baik," kata Lutfi.

Berdasarkan usulan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo), implementasi aplikasi PeduliLindungi juga siap diuji di enam pasar, yakni Pasar Mayestik dan Pasar Blok M di Jakarta, Pasar Baltos di Bandung, Pasar Modern BSD di Tangerang Selatan, Pasar Modern 8 Alam Sutera di Tangerang, dan Pasar Wonodri di Semarang. Keenam pasar tersebut diketahui telah mendapatkan kode QR dari Kementerian Kesehatan.

Lutfi menekankan, keberhasilan implementasi aplikasi tersebut di pasar tradisional sangat tergantung pada kesadaran dan peran aktif masyarakat. Di samping itu, diperlukan kesiapan sumber daya manusia pengelola pasar rakyat dalam menerapkan teknologi digital.

"Adanya penerapan serta vaksinasi yang mencapai 100 persen diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan dan keamanan bagi konsumen untuk kembali berbelanja ke pasar dan meningkatkan omzet pedagang," ujarnya.

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menilai, penerapan aplikasi PeduliLindungi di pasar tradisional masih sulit dilakukan dalam waktu dekat. Pasalnya, proses vaksinasi pedagang pasar masih belum merata serta kurangnya sumber daya manusia di pasar yang bisa menjalankan aplikasi tersebut.

Ketua Umum Ikappi Abdullah Mansuri mengatakan, pihaknya saat ini lebih mendorong percepatan vaksinasi pedagang karena menjadi hal terpenting saat ini. "Bukan kami tidak setuju, tapi kami mendorong pemerataan vaksinasi. Kami juga sudah sampaikan ke Kementerian Kesehatan tentang beberapa faktor yang menjadi kesulitan," kata Mansuri.


×