Ilustrasi talenta digital | Pixabay
24 Sep 2021, 08:04 WIB

Bidani Kelahiran Talenta Digital Indonesia 

Enam dari 10 keahlian yang paling dibutuhkan oleh perusahaan berada pada sektor TI. 

Era digital memerlukan kesiapan talenta digital yang tak sedikit. Demi mendorong pertumbuhan talenta digital siap kerja di Indonesia, Skilvul menghadirkan Program Magang Bersertifikat, Skilvul Virtual Internship UI/UX Challenge, dan Program Studi Independen Bersertifikat, Skilvul #Tech4Impact. 

Kedua program ini, dirancang untuk membekali mahasiswa dari berbagai latar belakang pendidikan dengan keterampilan digital dan pengalaman konkret di industri. Saat ini, salah satu tantangan terbesar dalam dunia kerja di Indonesia adalah persoalan kesenjangan pengetahuan dan praktik antara lembaga pendidikan dan kebutuhan industri. 

Oleh karena itu, program kolaborasi Skilvul dengan Kampus Merdeka ini bertujuan membekali mahasiswa dengan keterampilan abad ke-21 yang sesuai dengan kebutuhan industri terkini di Indonesia. Menurut Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum), kemahiran teknologi merupakan skill terpenting yang harus dimiliki tenaga kerja saat ini. 

Riset LinkedIn juga menemukan, enam dari 10 keahlian yang paling dibutuhkan oleh perusahaan berada pada sektor TI, seperti blockchain, cloud computing, analisa data, pengembangan kecerdasan buatan, desain UX/UI, dan scientific computing Karena itu, kemampuan teknologi menjadi sesuatu yang wajib dimiliki bagi semua mahasiswa agar mendapatkan prospek kerja yang lebih baik di masa mendatang.   

Co-Founder dan Chief of Product Skilvul, Amanda Simandjuntak menjelaskan, program Skilvul Virtual Internship dan Skilvul #Tech4impact memberikan kesempatan bagi mahasiswa Teknologi Informasi (TI) maupun non-TI dari seluruh Indonesia untuk terjun secara langsung menyelesaikan tantangan dari mitra Skilvul dengan merancang solusi digital.

“Dalam menyelesaikan tantangan dari perusahaan teknologi dan organisasi sosial di skala nasional hingga regional, para mahasiswa akan memperoleh ragam kompetensi digital yang sesuai dengan kebutuhan industri,” ujarnya. 

photo
Ilustrasi talenta digital - (Pexels/Mikael Blomkvist)

Mulai dari, desain UX/UI, pengembangan aplikasi laman, soft skill, portofolio produk digital, hingga dikoneksikan dengan mitra industri Skilvul untuk kesempatan kerja. Inisiatif ini, sejalan dengan wacana yang sedang dikebut oleh pemerintah. 

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI menyatakan Indonesia membutuhkan setidaknya sembilan juta talenta digital pada 2030 untuk bisa meraih manfaat maksimal dari ekosistem digital. Namun, saat ini jumlah talenta yang tersedia baru 1,1 juta.

Selain itu, riset dari AlphaBeta menyebutkan industri dalam negeri membutuhkan 110 juta pekerja digital pada 2025 dan keahlian di bidang TI akan sangat dicari. Termasuk, oleh perusahaan non-teknologi.  

Dalam upaya memenuhi kebutuhan tersebut, program Skilvul Virtual Internship hadir memfasilitasi 1.000 mahasiswa dari 172 kampus di Indonesia untuk mempelajari keterampilan dengan studi kasus nyata. Skilvul bekerja sama dengan perusahaan dan organisasi sosial, seperti Amartha, Bank Jago, Crowde, Pasar Polis, Campaign.com, Kitabisa.com, Waste4Change, dan Krealogi, untuk memberikan praktik dan pelatihan terbaik tentang desain UX/UI. Tak hanya didominasi mahasiswa jurusan TI, nyatanya hampir satu dari lima mahasiswa dari berbagai jurusan lain tertarik mengikuti program untuk menambah kemampuan mereka dalam desain UX/UI.  

Sementara itu, dalam program #Tech4Impact, para peserta berkesempatan mengikuti program inkubasi inovasi digital berdurasi lima bulan dan membantu perusahaan serta organisasi internasional seperti Asean Youth Organization, Asean Youth Forum, Danone Indonesia, National University of Singapore, Green Peace Indonesia, dan MS Wellbeing Center, dalam menyelesaikan isu-isu sosial terkait Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. Dari lebih 1.400 mahasiswa yang mendaftar, sebanyak 100 Mahasiswa dari 50 kampus di Indonesia telah terpilih untuk mengikuti program.    

"Kami sangat senang melihat tingginya antusiasme terhadap Program Skilvul Virtual Internship dan #Tech4Impact, karena kami percaya bahwa kemampuan teknologi harus inklusif dan bisa dipelajari oleh setiap mahasiswa,” ujar Nurhadi Irbath selaku Ketua Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat Kampus Merdeka, Kemdikbudristek DIKTI. 

Menurutnya, saat ini, Indonesia memerlukan hingga 600 ribu talenta digital baru per tahun. Adanya program kolaborasi dengan “Skilvul ini tentunya akan mendukung dalam pencapaian target tersebut,“ ia melanjutkan. 

Optimalkan Potensi Digital

photo
Ilustrasi talenta digital. - (Pexels/Mikael Blomkvist)

Menyambut kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam merencanakan transisi era ekonomi digital Indonesia, dan optimalisasi potensi digital yang berkelanjutan, Sagara Technology sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang teknologi akan menyelenggarakan acara seputar sumber daya manusia (SDM). Kegiatan ini bertujuan menciptakan ide-ide besar dan menginvestasikan waktu dalam pengembangan produk yang berkontribusi pada masa depan teknologi. 

“Visi utama kami untuk berkontribusi bagi negara di bidang teknologi. Salah satunya melalui acara yang diselenggarakan Sagara Technology bekolaborasi dengan Tech in Asia (TiA) di salah satu sesinya yaitu “HR Tech Summit”,” ujar Adi Arriansyah selaku CEO Sagara Technology. 

Mengusung konsep seputar pengembangan SDM Indonesia, acara ini diadakan untuk memperkenalkan pentingnya talenta digital bagi pertumbuhan digitalisasi perusahaan. Termasuk, menggali tren SDM saat ini untuk merekrut talenta digital. 

Acara yang akan dilaksanakan pada 22-23 Oktober 2021 ini, akan didukung sejumlah pembicara terkemuka, mulai dari Dr Hedi M Idris sebagai Head of Center for HRD on ICT Profession and Certification Kemkominfo, Setiaji sebagai Chief of Digital Transformation Kementerian Kesehatan, Herdy Harman - Former Chief of Human Capital Officer Telkom Group & BRI, Abd Wahid Wijaya - VP Culture Transformation BRI, Pratomo Soedarsono - Head of HR Bank Jago, dan Lisa Qonita - Head of HR Development Indosat  

Menurut Adi, dengan diadakannya acara HR Tech Summit, diharapkan banyak perusahaan yang membutuhkan talenta digital dapat berkembang sekaligus mengadaptasi sistem yang terintegrasi dengan Sagara Technology sebagai solusi pengembangan teknologi bisnis di Indonesia. “Diharapkan acara ini juga dapat berkontribusi bagi perkembangan masa depan teknologi Indonesia,” ujarnya. 

 

 
Kami percaya bahwa kemampuan teknologi harus inklusif dan bisa dipelajari oleh setiap mahasiswa. 
NURHADI IRBATH, Ketua Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat Kampus Merdeka, Kemdikbudristek DIKTI. 
 
 

 

 

 

 


Terkini

×