Petugas medis puskesmas Ulee Kareng mempersiapkan vaksin Covid-19 untuk pelajar SMP Negeri 10 di Banda Aceh, Aceh, Kamis (23/9/2021). Pemerintah daerah agar segera menutup pembelajaran tatap muka jika ditemukan kasus positif. | ANTARA FOTO / Irwansyah Putra/hp.
24 Sep 2021, 03:45 WIB

Daerah Telusuri Klaster Pembelajaran Tatap Muka

Pemerintah daerah agar segera menutup pembelajaran tatap muka jika ditemukan kasus positif.

JAKARTA—Pemerintah daerah terus menelusuri penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah. Meskipun, sebagian daerah mengaku kaget dengan data pemerintah pusat yang menyebut data klaster pembelajaran tatap muka (PTM) mencapai 1.303 per 22 September.

Di DKI Jakarta, Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja Gah, mengakui ada penambahan penutupan sekolah selama PTM berlangsung. Namun, dirinya menampik soal 25 klaster Covid-19 dari PTM sesuai survei Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.

"Jadi kita tidak pernah merilis hal itu. Namun, setelah kita evaluasi per 22 September, memang ada tujuh sekolah yang diberlakukan penutupan sementara," kata Taga, Kamis (23/9).

Enam di antara tujuh sekolah itu ditutup sementara karena ditemukan kasus positif. Sementara satu lainnya karena diketahui melanggar protokol kesehatan. Kepala Bidang SMP-SMA Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Putoyo, tak menampik jika penularan terhadap peserta atau tenaga didik memang dimungkinkan terjadi.

Terkait

Namun, dia menjelaskan, penularan itu belum tentu terjadi dari pembelajaran tatap muka (PTM) DKI yang diselenggarakan di 610 sekolah sejak akhir Agustus lalu. "Kalau satu kan belum tentu dari situ (sekolah) tapi kalau ada beberapa dan jika ada kayak gitu kita langsung koordinasi dengan dinkes melalui puskesmas setempat, dan langsung dikejar ke mana," ujar Putoyo, Kamis.

Disdik DKI akan mengkonfirmasi dan meminta dinkes untuk melakukan pelacakan lebih jauh. Menilik data Kemendikbudristek, ada sekitar 900-an sekolah yang menjadi responden untuk melacak klaster.

Di DKI sendiri hingga kini hanya ada 610 sekolah yang baru dibuka. "Itu yang isi siapa aja sih dan kemudian ada disimpulkan seperti itu, cara baca datanya sama seperti itu kan kita juga belum tahu ini," tutur dia. 

Pemerintah Kota Jakarta Barat juga menelusuri informasi adanya temuan Kemendikbudristek yang menyebutkan, ada delapan klaster penularan Covid-19 PTM. Kepala Sudin Pendidikan Jakarta Barat I, Aroman, mengatakan, dirinya belum mendapat informasi.

Menurut Aroman, selama pelaksanaan PTM mulai awal Agustus lalu, belum ada laporan guru maupun siswa yang terpapar Covid-19. "Kalau ada laporan, pasti pelaksanaan PTM di sekolah itu diberhentikan sementara," katanya.

Di Yogyakarta, Sekolah Dasar Negeri (SDN) I Panggang di Kabupaten Gunung Kidul, menghentikan sementara PTM karena ada empat siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19. Camat Panggang Winarno menduga penularan berawal dari satu guru TK di Desa Girisekar dinyatakan positif setelah swab antigen.

Kemudian satu keluarganya dites dan satu anaknya beserta satu anak tetangga juga positif. Adapun anak terakhir yang dites merupakan pelajar kelas V di SD Negeri 1 Panggang dan sudah mengikuti PTM.

"Atas kasus tersebut, teman sekelasnya total 25 pelajar dan satu guru ikut dites. Sejauh ini, sudah empat pelajar yang dinyatakan positif Covid-19. Saat ini kami masih menunggu hasil PCR dari pelajar kelas 6 yang baru diambil Selasa (21/9)," katanya.

PTM dihentikan

Di Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Purbalingga langsung menghentikan PTM dan menyediakan lokasi isolasi terpusat untuk klaster PTM. Hal itu menyusul adanya puluhan siswa SMPN 4 Mrebet Purbalingga yang positif Covid-19.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, kondisi seluruh siswa yang isolasi mandiri dalam keadaan baik. Ganjar mengingatkan agar pihak sekolah menghentikan PTM jika ditemukan kasus positif.

photo
Warga menunggu giliran vaksinasi Covid-19 yang diberikan kepada warga berusia 18 tahun ke atas di Pendopo Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (21/6/2021). - (ANTARA FOTO/IDHAD ZAKARIA)

"Ketika didapati ada yang positif Covid-19 maka PTM bisa dihentikan sementara, lakukan pelacakan, dan tetap waspadai juga potensi penyebaran dari non-PTM di sektor pendidikan," katanya.

Mendikbudristek Nadiem Makarim menegaskan, sekolah harus menutup PTM jika menemukan klaster Covid-19. Hal itu sesuai dengan mekanisme pelaksanaan PTM.

Namun, ia memastikan, PTM secara terbatas akan terus dilaksanakan di sekolah yang tak ditemukan kasus Covid-19. "PTM terbatas masih dilanjutkan, prokes harus dikuatkan, dan sekolah-sekolah di mana ada situasi seperti itu harus ditutup segera sampai aman," tegas Nadiem. 

Dokter Spesialis anak sekaligus Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Aman Pulungan mengatakan, kegiatan PTM terbatas akan kembali dihentikan jika positivity rate kembali meningkat di atas standar ideal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Ketika positivity rate di atas 8 persen lagi, dan juga ada kasus kita disetop dulu, sekarang masih di bawah 8 persen. InsyaAllah masih aman," kata Aman dalam siaran daring IDAI, Rabu (22/9).

Dalam pelaksanaan PTM terbatas, lanjut Aman, sekolah juga harus melakukan evaluasi secara berkala. IDAI pun merekomendasikan kapasitas kelas yang digunakan tidak lebih dari 25-35 persen serta memiliki sistem sirkulasi udara yang baik.

photo
Siswa SMALB memasuki lorong disinfektan sebelum memasuki ruang kelas di SLBN Cicendo, Jalan Cicendo, Kota Bandung, Senin (20/9/2021). Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung menambah jumlah sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) sebanyak 1.667 sekolah, sehingga total sekolah yang menggelar PTM di Kota Bandung 2.007 sekolah. - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

"Anak juga tidak diperbolehkan untuk membuka maskerny. Kami juga merekomendasikan kegiatan di sekolah dua jam dulu anak masuk di kelas, extend sampai 5-6 jam harusnya itu tidak ada. Maksimal dua jam, dan itu harusnya dievaluasi," ujar Aman.

IDAI juga menekankan jika ada satu kasus di sekolah, maka sekolah dengan bantuan Dinas Kesehatan harus segera melakukan pelacakan. Kelas atau sekolah yang terpapar pun harus ditutup sementara dan memberitahukan pihak terkait melakukan mitigasi kasus.

Pertimbangan untuk menghentikan kegiatan tatap muka dan mengganti kegiatan yang sesuai berdasarkan hasil keputusan berbagai pihak termasuk orang tua, guru, sekolah, pemerintah daerah, dinas kesehatan dan dinas pendidikan. Kelas atau sekolah, kata Aman, dapat dibuka kembali jika sudah dinyatakan aman.

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut, berdasarkan data Kemendikbudristek per 23 September 2021, sebanyak 2,77 persen dari 47.033 sekolah yang disurvei telah menimbulkan klaster selama PTM dilakukan.

Ia pun meminta agar pemerintah daerah segera menutup kegiatan belajar mengajar di sekolah jika ditemukan kasus positif. “Oleh karena itu, jika ada kasus positif, maka segera lakukan penutupan sekolah untuk segera dilakukan desinfeksi, pelacakan, dan testing kontak erat,” kata Wiku saat konferensi pers, Kamis (23/9).

Wiku menekankan, sekecil apapun angka kasus yang ada harus ditindaklanjuti dengan upaya tracing dan treatment yang cepat untuk mencegah perluasan penularan kasus. Selain itu, juga diperlukan evaluasi penerapan pembatasan khususnya terkait penerapan protokol kesehatan seperti screening kesehatan, pengaturan kapasitas, dan juga jarak antar orang.

Wiku memberikan apresiasinya kepada seluruh elemen baik pemerintah daerah, tenaga pengajar, orang tua murid, serta peserta didik yang mendukung penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar tatap muka dengan menerapkan pedoman pelaksanaan PTM untuk mencegah kenaikan kasus yang signifikan.

Pemerintah daerah dan masyarakat pun juga dapat memonitor angka kasus dan kejadian kasus secara aktual di sekolah melalui dashboard sekolah.data.kemdikbud.go.id/kesiapanbelajar.


×