Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) korban penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) turun dari helikopter milik TNI AD di Lapangan Frans Kaisepo Makodam XVII Cenderawasih, Kota Jayapura, Papua, Jumat (17/9/2021). Nakes Gerald Sokoy disebut masih hidup | ANTARA FOTO/Indrayadi TH
23 Sep 2021, 03:45 WIB

Nakes Gerald Sokoy Disebut Masih Hidup

TPNPB-OPM akan mengembalikan Gerald ke keluarganya pekan depan.

JAKARTA -- Satu orang tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi korban serangan puskesmas dan fasilitas publik di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, masih belum ditemukan.

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom mengklaim nakes yang hilang dalam keadaan hidup. Nakes bernama Gerald Sokoy dikatakan Sebby berada di Markas TPNPB-OPM Ngalum Kupel.

"Benar, dia ada di Markas Kodap 15 Ngalum Kupel," kata Sebby saat dihubungi Republika, Rabu (22/9).

Sebby pun membantah jika pihaknya menyandera Gerald. TPNPB-OPM, katanya, menemukan Gerald dalam keadaan tersesat usai terjadi kontak senjata dan membawanya ke markas.

Terkait

"Itu dia tersesat dan ditemukan oleh pasukan TPNPB. Maka mereka bawa ke Markas TPNPB Kodap 15 Ngalum Kupel. Bukan disandera," jelas dia.

Ia pun memastikan bahwa Gerald dalam keadaan sehat dan tidak ada tindakan penganiayaan terhadapnya. Rencananya,, TPNPB-OPM akan segera menyerahkan kembali Gerald kepada pihak keluarga. "Nanti akan serahkan kepada pemerintah daerah atau pihak keluarga dalam minggu ini," ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Komandan Kodim (Dandim) 1715/Yahukimo, Letkol Inf Christian Irreuw menyebut, hingga kini keberadaan Gerald Sokoy belum diketahui. Ia belum mendapatkan informasi yang menyatakan bahwa Gerald berada di markas TPNPB-OPM. "Kami belum tahu nakes tersebut berada di markas KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata)," tutur Christian.

Pihaknya mengaku cukup kesulitan dalam melakukan pencarian terhadap Gerald. Alasannya anggota KKB masih berada di sekitar lokasi terjadinya konflik.

"Anggota kami saat ini tidak bisa bergerak ke mana-mana. Fokus pengamanan masing-masing pos karena KKB tersebut belum jauh dari daerah pos (terjadi konflik) tersebut," ungkap dia.

Kontak senjata antara TNI dan KKB Ngalum Kupel terjadi beberapa kali di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua selama sepekan terakhir. Dalam peristiwa yang terjadi pada pekan lalu, Senin (13/9), salah satu fasilitas umum berupa puskesmas setempat dibakar oleh kelompok Ngalum Kupel.

Akibatnya, 11 nakes yang bertugas di fasilitas layanan kesehatan tersebut berusaha melarikan diri dari serangan KKB. Namun, satu nakes Gabriela Meilani meninggal dunia dalam insiden tersebut. Satu anggota TNI juga gugur dalam kontak tembak dengan KKB pascapenyerangan. Nakes yang selamat kini berada di Jayapura.

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyesalkan terjadinya penyerangan terhadap nakes dan guru di Distrik Kiwirok. Wiku menyampaikan duka citanya terhadap para korban yang meninggal dunia akibat aksi kekerasan ini.

“Saya mengucapkan bela sungkawa dan juga turut menyesalkan kekerasan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata di Papua yang menyebabkan gugurnya korban jiwa dari tenaga kesehatan,” ujar Wiku saat konferensi pers, Selasa (22/9).

Wiku menegaskan, peran tenaga kesehatan sangat dibutuhkan dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Ia pun berharap seluruh pihak dapat menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan kerja para tenaga kesehatan, mengingat tugas mereka yang sangat berat dan mulia. 


×