Ilustrasi jamaah umrah melaksanakan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. | AP/Amr Nabil
22 Sep 2021, 11:34 WIB

Indonesia Optimistis Pintu Umrah Segera Dibuka  

Kemenkes siapkan skema khusus vaksinasi Covid-19 bagi jamaah umrah.

JAKARTA – Pemerintah optimistis Arab Saudi akan segera membuka pintu bagi jamaah Indonesia untuk menunaikan ibadah umrah. Hal itu karena Saudi sudah mulai mencabut suspend (larangan terbang langsung), meski secara terbatas kepada Indonesia.

“Alhamdulillah bapak/ibu sekalian, hari ini suspend kita sudah terbuka, walaupun hanya terbatas bagi warga negara Indonesia yang sudah memiliki iqamah,” kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Khoirizi dalam agenda daring bertajuk “Apa Kabar Umrah Kita”, Selasa (21/9).

Menurut dia, dibukanya suspend secara terbatas merupakan kabar baik bagi Indonesia, yang artinya sebentar lagi pintu umrah akan segera dibuka. Untuk itu, ia meminta semua pihak yang memiliki kepentingan dengan umrah harus segera mempersiapkan diri.

“Berarti sudah ada tanda-tanda menuju ke sana. Tinggal bagaimana kita melakukan diplomasi lebih lanjut,” katanya.

Terkait

Selain suspend, kata dia, masalah vaksin juga menjadi kabar baik bagi Indonesia. Dalam hal ini, vaksin yang digunakan Indonesia sudah diakui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Khorizi juga mengungkapkan, pemerintah melalui Kemenag berencana segera melakukan kunjungan ke Arab Saudi untuk melakukan diplomasi tingkat tinggi. Kemenag akan menemui jajaran di pemerintahan Arab Saudi dan meyakinkan bahwa Indonesia sudah siap menyelenggarakan umrah di masa pandemi.

Optimisme juga dikemukakan Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali. Menurut dia, Pemerintah Arab Saudi tidak pernah melarang aktivitas umrah selama pandemi Covid-19.

"Pada 8 Agustus 2021, Wakil Menteri Haji dan Umrah mengumumkan peningkatan kapasitas jamaah umrah sampai dua juta orang per bulan. Rilis terbaru, baru terpenuhi sekitar 15 ribuan," kata dia.

Ia pun merasa optimistis umrah bagi jamaah Indonesia akan dibuka, yakni dengan melihat strategi dan target yang diusung oleh Arab Saudi.

Hingga saat ini, ia menyebut ada sejumlah potensi kendala yang menyebabkan Indonesia masih belum bisa memberangkatkan jamaahnya. Kendala yang dimaksud antara lain, status penerbangan yang masih suspend, kondisi penyebaran Covid-19 secara global, adaptasi jamaah atas protokol kesehatan dan situasi pandemi, persentase jamaah yang terpapar Covid-19 saat tiba di Saudi, inovasi digitalisasi, metode PCR, serta status vaksin.

"Tahun 2020 kemarin, Indonesia sempat mengirimkan jamaahnya sampai 2.600-an. Namun, hampir lima persennya ternyata terpapar Covid-19. Ini menjadi peringatan adaptasi jamaah," ujarnya.

Endang pun menegaskan, saat ini komando ibadah termasuk haji dan umrah tidak lagi dipegang oleh Kementerian Haji dan Umrah, tetapi ditangani oleh Kementerian Kesehatan Saudi. Karena itu, instansi yang bergerak di bidang ini diharapkan melakukan komunikasi dan diskusi.

Dalam forum yang sama, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, Abdul Kadir, menyebut, pihaknya akan menyiapkan skema khusus vaksinasi Covid-19 bagi jamaah haji dan umrah Indonesia. Hal ini dilakukan mengingat mereka tidak akan diizinkan melaksanakan ibadah jika belum punya sertifikat vaksinasi.

Berdasarkan informasi yang beredar, Kerajaan Arab Saudi mensyaratkan, jamaah yang sudah menerima dua dosis vaksin Covid-19 Sinopharm dan Sinovac wajib mendapat satu dosis vaksin penguat atau booster. Booster ini menggunakan vaksin Covid-19 produksi Oxford-Astrazeneca, Pfizer-Biontech, Johnson & Johnson, atau Moderna.

Terkait aturan ini, Abdul Kadir menyebut, nantinya akan ada perlakuan khusus bagi calon jamaah haji maupun umrah. Sejauh ini, Pemerintah Indonesia memang hanya memberikan booster bagi tenaga kesehatan.


×