Petugas dinas pariwisata memeriksa suhu peziarah di gerbang masuk Kawasan Wisata Makam Presiden Soekarno di Kota Blitar, Jawa Timur, Selasa (21/9/2021). | ANTARA FOTO/Irfan Anshori/wsj.
22 Sep 2021, 03:45 WIB

Tingkat Penularan Covid-19 RI di Bawah Dunia

Terkendalinya kondisi Covid-19 menyebabkan penurunan level PPKM.

JAKARTA -- Pemerintah menyebut tingkat penularan atau transmission rate Covid-19 di Indonesia lebih rendah dari rata-rata dunia. Berdasarkan data Our World Data per 14 September 2021, tingkat penularan nasional berada di angka 0,59 dari tingkat global sebesar 0,94.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, penilaian tersebut di bawah satu persen dari rata-rata dunia. “Penilaian di bawah satu persen menandakan bahwa angka infeksi komunitas dan pandemi ini mulai terkendali,” ujarnya saat konferensi pers virtual, seperti dikutip Selasa (21/9).

Menurut dia, tingkat penularan Indonesia lebih baik dari standar global sebesar 0,94. Tercatat transmisi on rate Indonesia juga lebih baik dari Singapura dengan nilai 1,81; kemudian Cina 1,53; Australia 1,14; Amerika Serikat 1,03; Malaysia 0,95; dan Thailand 0,95. 

“Kami meminta agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat meskipun mulai terkendali masih ada risiko kenaikan kasus karena kenaikan mobilitas sehingga perlu hati-hati dan waspada,” ucapnya.

Terkait

Airlangga memerinci tingkat transmisi secara spasial di pulau-pulau di Indonesia. Tercatat di Sumatra tingkat penularan sebesar 0,99, Kalimantan-Bali-Papua sebesar 1,0-1,2, Sulawesi-Nusa Tenggara-Maluku sebesar 1,01-1,03.

“Tingkat perkembangan kasus di Luar Jawa-Bali tren menunjukkan tren perbaikan yang cukup bagus. Dari total kasus aktif secara nasional, luar Jawa-Bali menyumbang sekitar 61,95 persen recovery rate kasus nasional,” ungkapnya.

Terkendalinya kondisi Covid-19 menyebabkan penurunan level PPKM. Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Alexander Ginting mengatakan, keberhasilan penurunan level PPKM merupakan hasil dari kerja sama dan kolaborasi seluruh lapisan masyarakat.

"Ini semua kerja sambil berkolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh organisasi kemasyarakatan, keagamaan, kebudayaan di dalam menanggulangi pandemi Covid-19. Inilah yang mungkin tidak bisa dilihat di negara-negara lain. Inilah menjadi contoh bagaimana PPKM ini bisa menjadi role model untuk Indonesia," kata Alexander, Selasa.

photo
Peziarah menunjukkan aplikasi PeduliLindungi serta tanda izin masuk di depan Pos Pemeriksaan Kawasan Wisata Makam Presiden Soekarno di Kota Blitar, Jawa Timur, Selasa (21/9/2021). Pemkot Blitar mulai menguji coba pembukaan kawasan wisata dengan penerapan prokes ketat seperti pemeriksaan sertifikat vaksin Covid-19 kepada para pengunjung . - ( ANTARA FOTO/Irfan Anshori/wsj.)

Alexander menuturkan, PPKM merupakan salah satu instrumen model ala Indonesia dalam rangka menanggulangi Covid-19. PPKM memberikan sejumlah manfaat, yakni bisa menurunkan mobilitas, meningkatkan kinerja pos komando PPKM di tingkat desa dan kelurahan, membentuk pengawasan yang lebih ketat terhadap perilaku masyarakat untuk menggunakan 3M dalam rangka memutus penularan Covid-19.

Selain itu, PPKM juga bisa mendorong 3T (pengujian, pelacakan kontak, dan perawatan) terutama pelacakan kontak bisa bekerja terus-menerus.

"PPKM ini harus dilaksanakan terus-menerus kendatipun kasus sudah menurun dan PPKM juga bisa untuk penanggulangan, untuk pencegahan dan PPKM ini juga bisa kita gunakan untuk mengontrol supaya tidak ada lonjakan di kemudian hari," tuturnya. 


×