Ketua Kontingen Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri bersama atlet dan ofisial mengikuti apel pelepasan kontingen PON Papua di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua, Kamis (9/9/2021). Gubernur Papua Lukas Enembe melepas kontingen Papua sebanyak 1.312 atlet | ANTARA FOTO/Indrayadi TH/aww.
21 Sep 2021, 13:30 WIB

Pesilat Rahma Dayanty Targetkan Raih Emas PON Papua

Kemenpora berupaya agar penonton dapat meramaikan PON XX Papua.

MEDAN — Pesilat Sumatra Utara Rahma Dayanty memasang target bisa membawa pulang medali emas dari Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua dari cabang olahraga pencak silat. "Untuk target PON tahun ini, Insya Allah meraih emas. Mudah-mudahan target itu bisa terpenuhi," katanya di Medan, Selasa.

Target yang dipasang gadis yang memiliki tinggi 168 cm dan berat 63 kg itu tentunya realistis, mengingat anak bungsu dari tiga bersaudara itu ingin meningkatkan prestasi dari PON sebelumnya tahun 2016 di Jawa Barat dengan raihan perunggu. 

Saat ini dia terus mengasah jurus-jurusnya selama pelatda. Pendekar asal perguruan Walet Putih ini merupakan satu-satunya atlet asal Kota Medan dari 9 atlet yang tergabung di kontingen Sumut.

Terkait lawan yang perlu diwaspadai, ia mengaku semua sama, hanya saja bagaimana kesiapan seorang pesilat selama "bertarung" di arena dan jangan sampai lengah.

Terkait

"Gak ada yg perlu terlalu diwaspadai pada pertandingan nantinya, hanya saja setidaknya 50 persen kita bisa membaca permainan lawan-lawan yang dihadapi, bisa kita lihat melalui youtube dan banyak try out-try out yang dilaksanakan. Dari situ bisa belajar antisipasi atau yang lebih penting mempertajam senjata kita sendiri," katanya.

Rahma bersama rombongan akan berangkat ke Papua pada 2 Oktober dan akan bertanding pada 6-12 Oktober mendatang. Rahma akan bertarung di kelas D Putri (60-65 kg)."Saya mohon doa masyarakat Sumut, khusus keluarga besar IPSI Kota Medan dan perguruan Walet Putih sehingga memperoleh hasil maksimal berupa keping emas dapat terwujud," kata penyandang sabuk coklat itu.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh PON XX PAPUA 2021 (ponxx2020papua)

Kehadiran penonton

Kementerian Pemuda dan Olahraga menyatakan kepastian penonton dapat hadir langsung di arena Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua akan segera diputuskan. 

Menpora, Zainudin Amali menyampaikan, pihaknya akan mendiskusikan hal ini lebih lanjut dengan presiden RI, Joko Widodo dalam rapat kabinet terbatas. Ia menyampaikan, pemerintah dan panitia penyelenggara masih melakukan kajian ihkwal penonton. 

Tingkat vaksinasi dan penyebaran kasus Covid-19 di empat wilayah penyelenggara PON menjadi contoh dua acuan pemerintah dalam mengambil keputusan. Empat klaster yang menjadi perhatian selama PON antara lain Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke. 

"Sekarang kami sedang melakukan pengkajian karena syaratnya (masyarakat) harus divaksin. Arahan pak presiden, beliau meminta segera menggencarkan vaksinasi Covid-19 khususnya di empat klaster. Itu juga akan menentukan (keputusan)," kata Zainudin dalam konferensi pers virtual, kemarin.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Papua, angka vaksinasi Covid-19 dosis pertama di empat klaster PON sudah di atas 50 persen pada September. Sementara dosis kedua untuk wilayah yang sama, berada di angka 30 persen.

Beberapa kontingen provinsi pun sudah berada di Papua karena terdapat sebagian cabang olahraga yang sudah menggelar test event PON. 

Zainudin menegaskan, kepastian dapat hadir jika dibicarakan dalam rapat. Setelah itu, pemangku kepentingan juga dapat menentukan besaran serta persyaratan penonton yang dapat hadir di arena 

"Mungkin pekan depan saat rapat kabinet akan lebih pasti. Kalau iya (ada penonton di arena) maka berapa persennya itu akan ditentukan dan tentu persyaratannya sangat ketat," ujarnya. 

Ketua II PB PON XX Papua, Roi Letlora juga belum bisa memberi kepastian tentang penonton pesta olahraga empat tahunan tersebut sebelum dibicarakan dalam forum resmi. Ia menyampaikan, rencana membuka pintu bagi publik sudah menjadi wacana panitia.

 
Satgas sudah memberi rekomendasi. Tinggal tunggu keputusan gubernur.
 
 

"Satgas sudah memberi rekomendasi. Tinggal tunggu keputusan gubernur," kata Roi saat dihubungi Republika, Ahad (19/9). 

Roi membenarkan sudah ada sebagian kontingen yang tiba lebih awal di Papua. Sejauh ini, terdapat 21 perwakilan kontingen provinsi yang sudah melaporkan kedatangan kepada pihak panitia PON. 

PB PON juga sudah menggelar simulasi kedatangan kontingen di bandara Theys Eluay, Sentani, Kabupaten Jayapura dan lapangan parkir stadion Barnabas Youwe, Sabtu pekan lalu. Ini dilakukan untuk memuluskan agenda besar upacara pembukaan PON di stadion Lukas Enembe, 2 Oktober mendatang. 

Panitia sudah mengatur arus massa dari kontingen ketika baru turun dari pesawat. Rencananya, tamu yang datang akan langsung diarahkan keluar naik ke dalam bus. Selanjutnya, mereka akan mengikuti prosedur pemeriksaan Electronic-Health Alert Card (eHAC) atau kartu kesehatan elektronik dan rapid test antigen. 

Setelah itu, kontingen akan diberikan kartu identitas khusus agar bisa mendapat layanan akomodasi (pembagian kamar penginapan dan pengaturan bagasi) lalu pergi ke lokasi masing-masing sesuai cabang olahraga.

Sumber : Antara


×