Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kanan) meninjau Laboratorium Fiber Optik Telkom di SMK Terpadu Al-Ikhwan, Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (12/6/2021). Pendirian laboratorium tersebut merupakan komitmen PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk untuk mendukung pen | ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Ekonomi

21 Sep 2021, 13:08 WIB

Telkom Bangun Fiber Optic, Telkomsel Sasar Consumer

Menteri BUMN Erick Thohir ingin Telkom lebih fokus ke B2B, dan Telkomsel ke Consumer.

JAKARTA  — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mendukung arahan Menteri BUMN Erick Thohir yang mengarahkan fokus Telkom ke business-to-business atau bisnis ke bisnis (B2B). Erick ingin Telkom lebih fokus pada pusat data, infrastruktur telekomunikasi seperti jaringan kabel komunikasi, dan lainnya.

"Sebagai BUMN, Telkom menyambut baik dan mendukung arahan serta rencana Menteri BUMN yang bertujuan mendukung penguatan BUMN dan pembangunan ekonomi Indonesia," ujar VP Corporate Communication Telkom Pujo Pramono saat dihubungi Republika di Jakarta, Senin (20/9).

Kata Pujo, Telkom pada segmen bisnis, baik korporasi maupun UMKM, terus memperlihatkan hasil yang semakin baik dengan strategi bertumbuh yang fokus pada healthy growth dan profitability. Pujo menyampaikan Telkom secara konsisten terus mendorong digitalisasi pelanggan korporasi melalui konektivitas yang andal sebagai core competencies perusahaan dengan layanan yang beragam. 

"Hal ini sejalan dengan arahan Kementerian BUMN agar Telkom dapat berperan sebagai digital hub bagi BUMN," ucap Pujo.

Saat ini Telkom tengah membangun infrastruktur fiber optic secara masif dan Hyperscale Data Center. Adapun pembangunan Hyperscale Data Center ini untuk tahap pertama ditargetkan selesai pada akhir 2021.

Pujo menyebut proses transformasi Telkom menjadi digital telco akan terus berlangsung sesuai komitmen untuk terciptanya lingkungan digital, masyarakat digital, dan ekonomi digital melalui infrastruktur broadband, platform, dan layanan digital yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat, pelaku bisnis dan pemerintah sehingga dapat meningkatkan daya saing bangsa.

"Digitalisasi ini akan terus dilakukan demi terwujudnya kedaulatan digital Indonesia, penguatan daya saing dan visi Indonesia Maju 2045," kata Pujo menambahkan.

Telkomsel fokus ke consumer

PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mendukung penuh arahan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang mendorong Telkomsel melakukan akselerasi transformasi. Erick ingin Telkomsel lebih fokus pada consumer yang menitikberatkan ke industri kreatif Indonesia seperti konten dan media.

"Kami menyambut baik arahan dari Menteri BUMN tersebut," kata Vice President Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin saat dihubungi Republika di Jakarta, Ahad (19/9).

Sebagai leading digital telecommunications company, Denny mengatakan, Telkomsel telah melakukan berbagai transformasi dalam penyediaan solusi layanan berbasis digital yang customer centric dengan mendorong perluasan portofolio bisnis yang memaksimalkan kapabilitas tiga digital trifecta yang dimiliki, yakni sebagai digital connectivity, digital platform, dan digital services.

Telkomsel juga telah melakukan sejumlah transformasi seperti melakukan pengalihan kepemilikan menara telekomunikasi kepada anak usaha PT Telkom Indonesia (Tbk) persero lainnya, yakni PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel.

"Telkomsel dapat semakin fokus terus menghadirkan inovasi layanan digital yang dapat lebih banyak membuka peluang dan kesempatan bagi kemajuan masyarakat,” ujar Denny.

Telkomsel berkomitmen dalam menjalankan transformasi dalam menghadapi tantangan yang terjadi saat ini. Denny menilai kondisi saat ini juga menjadi potensi bagi Telkomsel lantaran semakin tinggi dan cepatnya adopsi serta adaptasi pemanfaatan teknologi digital yang begitu dinamis oleh masyarakat.

Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan, ia akan mengarahkan fokus Telkomsel fokus ke consumer, sedangkan Telkom ke business-to-business atau B2B. "Karena itu kemarin dan saya juga sudah bertemu dengan Telkom dan Telkomsel, posisinya kita ubah. Nanti Telkom akan lebih fokus pada business-to-business atau B2B, artinya Telkom akan fokus kepada data center, infrastruktur telekomunikasi seperti jaringan kabel komunikasi dan lainnya, pokoknya sebagai B2B," kata Erick.

Sedangkan Telkomsel, lanjut Erick, akan lebih difokuskan ke arah consumer. "Kenapa kita lakukan seperti itu? Kembali, kita harus menciptakan daya saing sebagai bangsa. Kita juga mulai yang namanya industri kreatif Indonesia seperti konten, media, nanti Telkomsel yang akan lakukan," kata Erick.

 
Kita harus menciptakan daya saing sebagai bangsa.
ERICK THOHIR
 

Tujuan refocusing bisnis Telkom dan Telkomsel yakni agar BUMN bisa berpihak kepada perusahaan rintisan atau startup muda Indonesia. Ia mengatakan, jika bicara ekosistem digital, Kementerian BUMN mengembalikan Telkom dan Telkomsel kepada bisnis yang diinginkan. Telkomsel menjadi digital company dan Telkom menjadi services company.

Karena itu sejak awal Erick meminta Telkom untuk refocusing ke pusat data, jaringan, infrastruktur fiber optik, dan sebagainya. Dengan demikian bisa ada ekosistem baru yang BUMN lakukan, yakni BUMN berpihak kepada startup-startup muda Indonesia, yang selama ini dibantu investasinya oleh asing.

Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia Toto Pranoto menilai arahan Menteri BUMN mengarahkan fokus Telkom ke B2B dan Telkomsel ke consumer sudah tepat. "Tujuannya supaya ada segmentasi pasar yang jelas sehingga layanan kepada pelanggan menjadi fokus," kata Toto kepada Republika.

Dengan begitu, Telkom akan fokus kepada pusat data, infrastruktur telekomunikasi seperti jaringan kabel komunikasi dan lainnya. Sementara Telkomsel menitikberatkan ke sektor industri kreatif Indonesia seperti konten dan media.

Toto mengatakan, yang terjadi selama ini Telkom bergerak di produk bisnis ke bisnis dan juga ritel. Dengan strategi baru, lanjut Toto, segmentasi produk ini seperti Indihome akan diserahkan pengelolaannya kepada Telkomsel.

Segmentasi yang jelas akan meningkatkan daya saing Telkom dan Telkomsel ke depan. Melalui transformasi tersebut, kata Toto, Telkomsel bisa berkembang menjadi perusahaan content provider yang memiliki diferensiasi yang kuat sehingga peluang merebut pasar over the top (OTT) menjadi lebih terbuka.

Di sisi lain fokus, kata Toto, Telkom bisa semakin fokus dalam menggarap sektor infrastrukur telekomunikasi. "Apalagi tantangan di sektor ini cukup menantang dengan makin cepatnya kemajuan dan perubahan teknologi. Misalnya, segera masuk implementasi 5G," kata Toto. 

Sumber : Antara


×