Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/3/2021). Rapat tersebut membahas mengenai pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro (UMi). | Prayogi/Republika.
21 Sep 2021, 03:45 WIB

Holding BUMN Perkuat Ekosistem Pangan

Pembentukan holding BUMN pangan akan dapat memudahkan dalam koordinasi perencanaan.

JAKARTA -- Proses pembentukan holding BUMN pangan terus berjalan. Presiden Joko Widodo pada 15 September 2021 telah menandatangani peraturan pemerintah (PP) untuk melebur tiga perusahaan pelat merah ke dalam tiga entitas BUMN lainnya.

Kementerian BUMN menyatakan, penggabungan sejumlah BUMN klaster pangan merupakan upaya pemerintah untuk memperkuat ekosistem pangan nasional. Ada tiga PP yang diterbitkan pemerintah.

Pertama, PP Nomor 97 Tahun 2021 tentang Penggabungan PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) ke dalam PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). Kemudian, PP Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penggabungan PT Pertani ke dalam PT Sang Hyang Seri, dan PP Nomor 99 Tahun 2021 tentang Penggabungan PT Perikanan Nusantara (Perinus) ke dalam PT Perikanan Indonesia (Perindo).

Berdasarkan ketiga PP tersebut, entitas yang digabungkan dinyatakan bubar tanpa likuidasi. Hak, kewajiban, serta kekayaan beralih ke entitas yang menerima penggabungan. 

Terkait

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, proses merger ditujukan terhadap BUMN yang memiliki fokus bisnis sama. Ia mengatakan, PT Pertani digabungkan dengan PT Sang Hyang Seri karena sama-sama bergerak di sektor pertanian.

Begitu pula dengan PT Perinus yang dilebur dengan PT Perindo karena memiliki fokus yang sama. Adapun BGR Logistics dimerger dengan PPI karena sama-sama bergerak di sektor perdagangan dan logistik.

photo
Pekerja menyelesaikan pembuatan tahu di kawasan Duren Tiga, Jakarta, Jumat (30/4/2021). Pemerintah berencana membentuk holding BUMN ultra mikro (UMi) yang melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero). - (GALIH PRADIPTA/ANTARA FOTO)

"Kita ingin membuat ketahanan pangan dan selama ini banyak perusahaan BUMN berjalan sendiri-sendiri. Padahal kerjanya tidak jauh-jauh, akhirnya dimerger," ujar Arya saat dihubungi Republika, Senin (20/9).

Arya mengatakan, proses penggabungan ini merupakan bagian dari upaya pembentukan holding BUMN pangan yang dipimpin PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). 

Arya meyakini proses penggabungan sejumlah BUMN klaster pangan akan memperkuat ekosistem pangan nasional ke depan. "Ini langkah Pak Erick Thohir (Menteri BUMN) supaya ada satu kesatuan ekosistem dalam membantu industri pangan. BUMN-BUMN dengan di-holding mereka akan lebih fokus, kuat, dan tidak saling bersaing," ucap Arya.

Direktur Utama PT RNI (Persero) Arief Prasetyo Adi menjelaskan, penggabungan BGR Logistics ke dalam PPI didasarkan atas pertimbangan meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan penetrasi bisnis jaringan distribusi dan perdagangan. Selain itu, untuk mendukung ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan.

Sementara, penggabungan PT Pertani ke dalam PT Sang Hyang Seri diharapkan dapat memperkuat inklusivitas dan peningkatan mutu untuk benih dan bahan pangan. Di sektor perikanan, peleburan Perinus dengan Perindo bertujuan mendukung ketersediaan, keterjangkauan, inklusivitas, dan mutu perikanan.

photo
Petani menarik padi hasil panennya melalui saluran irigasi di Desa Talio Hulu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Ahad (19/9/2021). - (ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj.)

"Sesuai arahan Menteri BUMN Erick Thohir, penggabungan dari enam menjadi tiga BUMN pangan ini merupakan tahap kedua yang harus dilakukan sebagai proses persyaratan pembentukan holding BUMN pangan," ujar Arief dalam keterangannya, Senin (20/9).

Arief melanjutkan, PP penggabungan BUMN pangan akan dilengkapi dengan persetujuan rancangan penggabungan dan RUPS perubahan anggaran dasar. "Satu tahap lagi yaitu PP Holding BUMN pangan sebagai fase terakhir rangkaian pembentukan holding BUMN Pangan yang kami harapkan kuartal IV 2021 ini juga rampung," ucap Arief.

Arief menjelaskan, BUMN klaster pangan merupakan gabungan dari sembilan BUMN. Kesembilan BUMN tersebut adalah PT RNI sebagai induk, PPI, BGR Logistics, Sang Hyang Seri, PT Pertani, Perindo, Perinus, PT Berdikari, dan PT Garam.

Anggota Komisi VI DPR dari Ffraksi Gerindra Andre Rosiade mengatakan, Komisi VI DPR mendukung Kementerian BUMN dalam menggabungkan sejumlah BUMN sebagai proses menuju holding BUMN pangan. Bentuk dukungan ini, ucap Andre, telah disampaikan Komisi VI DPR dalam sejumlah rapat kerja dengan Menteri BUMN dan juga klaster BUMN pangan. 

photo
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/3/2021). Rapat tersebut membahas mengenai pembentukan holding BUMN Ultra Mikro (UMi). Prayogi/Republika. - (Prayogi/Republika.)

"Ini sudah pernah kami bahas dalam rapat dan Komisi VI sudah memberikan dukungan politik kepada Kementerian BUMN untuk menggabungkan, sehingga Menteri BUMN melapor ke Presiden dan muncul tiga peraturan pemerintah (PP) tersebut," ujar Andre.

Andre menilai, penggabungan sejumlah BUMN akan menciptakan efisiensi dan mendorong efektivitas, kinerja, dan pengembangan bisnis BUMN. 

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan berharap rencana pembentukan holding BUMN pangan akan dapat memudahkan dalam koordinasi perencanaan. "Kemudian juga berimplikasi terhadap pengelolaan lebih lanjut, itu juga akan memudahkan," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Bambang Pamuji dalam diskusi INDEF di Jakarta, Senin (20/9).

Bambang juga berharap, ada perusahaan dari holding BUMN pangan yang berperan untuk menyediakan dan memfasilitasi sarana produksi. Selain itu, ia berharap ada anggota holding yang berperan menjadi offtaker produk petani.

"Harapan kami itu bisa terwujud dengan baik dan pada posisi yang menguntungkan petani," katanya.

Sumber : Antara


×