Sejumlah siswa SMALB mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di SLBN Cicendo, Jalan Cicendo, Kota Bandung, Senin (20/9/2021). saat ini tidak ada lagi kabupaten/kota di Jawa-Bali yang menerapkan status PPKM Level 4. | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
21 Sep 2021, 03:45 WIB

Jawa-Bali Bebas Status Level 4

Saat ini tidak ada lagi kabupaten/kota di Jawa-Bali yang menerapkan status PPKM Level 4.

JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, saat ini tidak ada lagi kabupaten/kota di Jawa-Bali yang menerapkan status PPKM Level 4. Kondisi Covid-19 juga menunjukkan perbaikan.

Berdasarkan hasil estimasi dari tim epidemilog Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia, reproduksi efektif Indonesia untuk pertama kalinya selama pandemi sudah berada di bawah 1, yakni 0,98. "Angka ini berarti setiap satu kasus Covid-19, rata-rata menularkan ke 0,9 orang atau jumlah kasus akan terus berkurang. Angka ini dapat diartikan bahwa pandemi Covid-19 di Indonesia telah terkendali. Ini penilaian dari tim penasihat kami," katanya, Senin (20/9).

Capaian kasus harian juga menunjukkan tren yang terus membaik. Tercatat, kasus konfirmasi secara nasional kemarin berada di bawah 2.000 kasus dan kasus aktif sudah lebih rendah dari 60 ribu. Untuk Jawa-Bali, kasus harian turun hingga 98 persen dari titik puncaknya pada 15 Juli lalu.

"Jadi saya hanya katakan bahwa angka ini kerja keras semua tim untuk membuahkan hasil yang cukup menggembirakan. Tetapi, tetap Presiden ingatkan kami untuk kita semua super waspada menghadapi ini karena bukan tidak mungkin ada gelombang ketiga," imbuhnya.

Terkait

Luhut mengungkapkan, sebagaimana arahan Presiden dalam Rapat Terbatas diputuskan melihat perkembangan, maka perubahan PPKM Level diberlakukan selama dua pekan untuk Jawa-Bali. Namun, evaluasi tetap dilakukan setiap minggunya untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi begitu cepat.

"Kami tidak akan melakukan perubahan yang drastis. Saya mohon pengertian teman-teman, masyarakat Indonesia untuk hal ini. Kenapa tidak? Karena kita tidak ingin membuat kesalahan dan banyaknya yang tidak kita ketahui juga mengenai Delta varian ini," ujarnya. 

Meski PPKM masih diperpanjang, kata Luhut, ada beberapa uji coba dan pelonggaran lagi. Pertama, anak usia di bawah 12 tahun saat ini sudah bisa mengunjungi pusat perbelanjaan.

"Pemerintah melakukan uji coba bagi anak-anak di bawah usia kurang dari 12 tahun dengan pengawasan dan pendampingan orangtua yang akan diterapkan di wilayah Jakarta, Bandung, Semarang, DIY, dan Surabaya," ujar Luhut.

Selain itu, kata Luhut, bioskop juga sudah boleh dibuka di daerah level 3 dan 2 dengan kapasitas maksimal 50 persen. Namun, untuk bisa mengakses bioskop tetap dengan protokol kesehatan dan aplikasi PeduliLindungi.

photo
Guru memeriksa suhu tubuh siswa sebelum memasuki area SLBN Cicendo, Jalan Cicendo, Kota Bandung, Senin (20/9/2021). Disdik Kota Bandung menambah jumlah sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) sebanyak 1.667 sekolah, sehingga total sekolah yang menggelar PTM di Kota Bandung 2.007 sekolah. - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Sedangkan untuk pertandingan sepak bola Liga 2, pemerintah memperbolehkan menonton langsung ke stadion. Tetapi ini hanya boleh di daerah level 3 dan 2 dengan maksimal delapan pertandingan setiap pekannya. "Restoran boleh buka dengan kapasitas 50 persen dan perkantoran nonesensial bisa melakukan WFO dengan kapasitas maksimal 25 persen," ujar Luhut.

Luhut mengatakan, pada pekan ini angka terkonfirmasi kasus positif Covid-19 turun 98 persen dibandingkan puncak 15 Juli lalu. Kasus konfirmasi secara nasional pada 20 September berada di bawah 2.000 kasus. Kasus aktif juga di bawah 60 ribu kasus. "Capaian kasus harian juga menunjukkan tren yang terus membaik," ujar Luhut.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan penambahan kasus positif pada Senin (20/9) sebesar 1.932 orang. Total kasus positif di Indonesia kini telah menyentuh angka 4.192.695 orang.

Sebanyak 202.795 spesimen dan 150.714 orang tercatat telah diperiksa pada Senin (20/9). Sedangkan angka positivity rate hariannya konsisten terus mengalami penurunan menjadi 1,28 persen.

Meskipun begitu, lima provinsi masih memiliki angka kasus baru yang cukup tinggi, yakni Jawa Tengah yang menyumbangkan 332 kasus positif. Disusul Jawa Timur yang melaporkan 142 kasus baru, Riau di posisi ketiga dengan 140 kasus positif, Sumatra Utara menambahkan 123 kasus, dan Jawa Barat melaporkan 116 kasus positif baru.

Sementara pada kasus aktifnya, Satgas melaporkan terjadi penurunan 5.033 kasus. Dengan demikian, angka kasus aktif yang masih dalam perawatan menjadi 55.936.

Pada kasus sembuhnya, Satgas mencatat terjadi penambahan 6.799 orang, sehingga menjadikan total kasus kesembuhan di Indonesia mencapai 3.996.125 orang.

Sedangkan pada kasus kematiannya, 166 orang tercatat meninggal akibat Covid-19 per Senin (20/9). Total kasus kematian akibat pandemi ini pun kini telah menyentuh angka 140.634 orang. Satgas juga melaporkan masih terdapat 346.285 suspek di berbagai daerah.

Dari penambahan kasus kematian per Senin (20/9), lima provinsi menjadi penyumbang tertinggi yakni Jawa Timur menambahkan 26 kasus kematian. Kemudian Aceh melaporkan 23 kasus kematian, Jawa Tengah 19 kasus, Sumatra Utara 12 kasus, dan Jawa Barat menambahkan 10 kasus kematian.

Terkait perkembangan vaksinasi Covid-19, Satgas melaporkan 79.657.762 orang telah menerima suntikan vaksin dosis pertama dan 45.224.650 masyarakat menerima suntikan vaksin dosis kedua. Pemerintah menargetkan 208.265.720 masyarakat di berbagai daerah yang menjadi sasaran vaksinasi.

Terkendali

Pakar epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga, Laura Navika Yamani, menilai kondisi Covid-19 di Indonesia masih terkendali karena positivity rate masih kurang dari lima persen.

Menurutnya, kasus Covid-19 dan spesimen yang diperiksa naik turun tiga hari terakhir memang harus dianalisis, terutama terkait positivity rate. "Jadi, kenaikan kasus Covid-19 yang mungkin masih dialami, tetapi tidak menyebabkan positivity rate jadi lebih dari lima persen," ujarnya kepada Republika, Senin (20/9).

photo
Plang pemberitahuan pemberlakukan ganjil genap arah Lembang dipasang di pertigaan Gegerkalong, Jalan Stiabudi, Kota Bandung, Ahad (19/9). Aturan tersebut diterapkan untuk kendaraan roda empat di saat akhir pekan untuk mengendalikan volume kendaraan yang menuju kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat. - (Edi Yusuf/Republika)

Artinya, tidak terlalu bermasalah jika kasus harian Covid-19 dan spesimen yang diperiksa saat ini fluktuatif. Kasus Covid,-19 dan spesimen yang harus diidentifikasi adalah kalau positivity rate nya melebihi lima persen. Sebab, ini melebihi standar ideal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

"Jadi, tidak apa-apa kasus harian dan spesimen yang diperiksa naik turun tetapi positivity rate masih di angka stabil satu hingga dua persen," katanya.

Terkait pelonggaran PPKM, Laura mengakui kini sudah ada daerah yang berstatus level 1, seperti di Surabaya, Jawa Timur. Laura menilai daerah yang berstatus level 1 memungkinkan jika tidak lagi memperpanjang PPKM. Namun, dia meminta seharusnya sistem di daerah tidak terlalu berubah terkait pencarian kasus atau pelacakan kasus.

Artinya, ia meminta pemerintah daerah tetap menerapkan upaya 3T, yaitu tes, telusur, hingga tindak lanjut meski tak lagi menerapkan PPKM. Sistem skrining atau sistem surveilans harus terus dijalankan pemerintah daerah setempat meski PPKM nantinya tak lagi dilanjutkan. "Karena PPKM selesai, aktivitas masyarakat meningkat," ujarnya.

Ia juga meminta jika nanti daerah level 1 tak lagi menerapkan PPKM maka ini menjadi pekerjaan rumah masyarakatnya. Sebab, ketika PPKM tidak dijalankan maka artinya pengawasan jadi tidak lebih ketat. "Maka ini diharapkan juga jadi tanggung jawab masyarakat. Meski tak ada PPKM, masyarakat jangan lengah dan tetap lakukan protokol kesehatan," ujarnya.

Sebelumnya, kasus harian Covid-19 terlihat fluktuatif tiga hari terakhir. Kasus harian Covid-19 per 19 September 2021 sebanyak 2.234 dan spesimen yang diperiksa 192.413.

Kemudian kasus harian sehari sebelumnya per 18 September 2021 sebanyak 3.385 dan spesimen yang diperiksa 276.094 serta kasus harian Covid-19 per 17 September 2021 sebanyak 3.835 dan spesimen yang diperiksa sebanyak 388.292.


×