Tenaga kesehatan (nakes) korban penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tiba di Jayapura usai dievakuasi menggunakan helikopter milik TNI AD di Lapangan Frans Kaisepo Makodam XVII Cenderawasih, Kota Jayapura, Papua, Jumat (17/9/2021). Pascaserangan | ANTARA FOTO/Indrayadi TH

Nasional

21 Sep 2021, 03:45 WIB

Nakes Papua Tuntut Jaminan Keamanan

Pascaserangan oleh KKB, layanan kesehatan di Kiwirok masih dihentikan sementara.

JAKARTA – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Papua meminta jaminan keamanan bagi para tenaga kesehatan (nakes) di Papua. Permintaan tersebut terkait tindakan kekerasan terhadap nakes dan serangan ke Puskesmas Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9) pekan lalu.

"IDI Wilayah Papua telah mengirimkan surat pada Gubernur Papua untuk meminta jaminan keamanan dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat, tapi hingga saat ini belum mendapat tanggapan," kata Ketua IDI Wilayah Papua Donald Aronggear melalui keterangan tertulis, Senin (20/9). Serangan tersebut menyebabkan satu nakes meninggal dan satu lagi masih hilang.

Dalam suratnya, IDI Papua juga menyampaikan kabar terkini kondisi sembilan nakes yang bertugas di Distrik Kiwirok. Mereka adalah dr Restu Pamanggi, Marselinus Ola Attanila, Manuel Abi, Martinus Deni Satya, Lukas Luji, Patra, Siti Khodijah, Katrianti Tandila, dan Christina Sampetonapa.

Semuanya sudah dievakuasi ke Jayapura dan dalam penanganan medis dan psikis akibat trauma. "Kondisi dr Restu Pamanggi yang mengalami fraktur di bagian tangan sudah dioperasi dan sedang dalam proses pemulihan secara medis seraya menjalani pemeriksaan psikis untuk pemulihan secara mental," ujarnya.

Sementara, untuk jenazah Suster Gabriela Meilani yang meninggal akibat penyerangan sudah diangkat dari jurang. Jenazah ditempatkan di lokasi perlindungan terdekat di Kiwirok seraya menunggu evakuasi.

Kemudian, untuk seluruh pelayanan kesehatan di wilayah Kiwirok, Oksibil, dan Pegunungan Bintang saat ini dihentikan seraya menunggu jaminan keamanan dari pemerintah untuk para tenaga kesehatan yang bertugas. “Kami berharap agar segera ada jawaban dari pemerintah provinsi dan pusat untuk penanganan masalah ini, supaya aktivitas melayani masyarakat terutama di wilayah pedalaman bisa segera dilanjutkan, dan masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan segera bisa ditangani,” ujar Donald.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengecam penyerangan nakes dan guru di Distrik Kiwirok. "Tidak boleh ada toleransi sekecil apa pun terhadap segala bentuk kekerasan dan kita harus bebas dari segala bentuk diskriminasi,” kata Bintang dalam keterangannya, Senin (20/9).

Negara, kata dia, wajib hadir dengan tujuan yang jelas. Yakni, melindungi warga Papua agar bisa menjalani kehidupan dengan normal tanpa dibayang-bayangi teror dan ketakutan.

Kemarin, kontak tembak antara anggota TNI-Polri dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali terjadi di Kiwirok. "Memang betul ada kontak tembak di Kiwirok, tapi tidak ada korban jiwa terutama di kalangan anggota TNI-Polri," kata Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito.

Kontak tembak yang terjadi itu dengan kelompok Lamek Taplo yang sejak Senin (13/9) menyerang warga sipil yang bertugas sebagai nakes di Kiwirok. Kapolres yang dihubungi dari Jayapura mengakui saat ini personel TNI-Polri yang bertugas di Kiwirok relatif cukup banyak setelah ada penambahan satu peleton Brimob dan anggota TNI. 


×