Sejumlah pelajar SMAN-2 menunjukkan surat keterangan vaksin Covid-19 saat berlangsung Gebyar Vaksinasi berhadiah di Lhokseumawe, Aceh, Senin (6/9/2021). Serbuan Vaksinasi TNI AL ke daerah pesisir maupun terluar tetap dilakukan, tapi difokuskan kepada pel | ANTARA FOTO/Rahmad/hp.
18 Sep 2021, 03:45 WIB

Serbuan Vaksinasi Menyasar Pelajar

Serbuan Vaksinasi TNI AL ke daerah pesisir maupun terluar tetap dilakukan, tapi difokuskan kepada pelajar.

JAKARTA -- Program Serbuan Vaksinasi TNI Angkatan Laut (AL) kini menyasar sekolah dan pesantren. Program yang biasa difokuskan kepada masyarakat pesisir itu dialihkan untuk mendukung percepatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah wilayah PPKM Level 1-3.

"Daerah-daerah (pesisir) tersebut sudah tervaksin, ini kita arahkan untuk berikutnya ke tempat sekolah-sekolah, pesantren sehingga proses tatap muka nantinya, apabila mereka sudah divaksin tentunya akan menambah herd immunity," ujar Kepala Staf TNI AL Laksamana Yudo Margono dikutip dari Youtube Sekretariat Wakil Presiden, Jumat (17/9).

Pada Jumat kemarin, Yudo mendampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin meninjau pelaksanaan Serbuan Vaksinasi di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara Banten. Yudo berharap serbuan vaksinasi bisa mempercepat kekebalan kelompok warga sekolah sehingga PTM terbatas bisa berjalan lancar.

"Tentunya para siswa maupun pengajar dapat dengan tenang melaksanakan proses belajar mengajar dengan tatap muka," ujarnya.

Terkait

Yudo mengatakan, Serbuan Vaksinasi TNI AL ke daerah pesisir maupun terluar tetap dilakukan, tapi difokuskan kepada para pelajarnya. "Sudah kita tekankan kepada seluruh jajaran TNI Angkata Laut mulai Sabang samapai Merauke yang selama ini terus melanjutkan kegiatan serbuan vaksinasi, sementara ini kita arahkan ke pelajar dan sekolah-sekolah," ujar Yudo.

photo
Seorang siswa mengikuti vaksinasi saat Gebyar Vaksinasi Covid-19 SMPN 1 Kota Bandung, bekerjasama dengan alumni SMPN 1 angkatan 1976 dan Resimen Mahasiswa Jawa Barat, di SMPN 1 Kota Bandung, Jalan Ksatrian, Jumat (10/9/2021). Vaksinasi semua kelompok usia masif dilakukan di Kota Bandung sebagai upaya mencapai target hert imuniti khususnya di Kota Bandung dan Indonesia pada umumnya. - (Edi Yusuf/Republika)

Kemarin, serbuan vaksinasi bagi ribuan pelajar juga dilaksanakan di Universitas Parahyangan (Unpar). Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengapresiasi vaksinasi massal yang digelar Sekolah Staf Komando (Sesko) TNI AL dengan Ikatan Alumni Fakultas Hukum Unpar. Pemkot Bandung, kata dia, saat ini terus menggenjot vaksinasi untuk usia 12 hingga 17 tahun.

"Alhamdulillah, karena usia 12-17 itu kan treatment-nya khusus. Dia harus Sinovac ya, enggak bisa vaksin yang lain," ujar Yana. Pada Kamis, Pemkot Bandung telah mengizinkan 2.007 dari total 4.000 lebih sekolah PAUD hingga SMA/SMK menyelenggarakan PTM terbatas.

Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI AL Laksamana Muda TNI Tunggul Suropati mengakui, vaksinasi massal di Unpar adalah upaya mempercepat PTM di wilayah itu. Target vaksinasi di Unpar adalah 3.500 orang. Menurut Suropati, serbuan vaksinasi TNI AL tak hanya melului vaksinasi massal, namun bisa juga mendatangi langsung rumah warga.  “Kita juga door to door,” kata dia.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, mengungkapkan pentingnya PTM terbatas segera dibuka. Menurut dia, pembelajaran jarak jauh (PJJ) telah berdampak besar pada penurunan capaian pembelajaran atau learning loss para siswa.

“Kami mohon sekali kepada daerah untuk menyelamatkan anak-anak kita yang mengalami learning loss. Generasi ini akan sangat sulit untuk mengejar ketertinggalan ke depannya,” ujar dia, Kamis (16/9).

Tetap PTM

Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suharti mengatakan, pihaknya tidak akan menghentikan PTM terbatas meski terjadi penularan kasus di sekolah. Menurut dia, Pemda sudah memiliki kebijakan khusus dalam menangani klaster Covid-19 di daerahnya. Misalnya saja di DKI Jakarta, jika ditemukan kasus di sekolah, maka sekolah akan ditutup beberapa hari untuk melakukan penelusuran kasus di sekolah itu.

“Jika muncul kasus Covid-19 di sekolah, tidak lantas menutup kembali seluruh sekolah. Pemerintah daerah sudah memiliki prosedur dalam menangani klaster Covid-19," ujar Suharti, kemarin. Dia menegaskan kebijakan membuka kembali sekolah sudah melalui banyak pertimbangan. 


×