Suasana terminal kedatangan Bandara Internasional Lombok di Praya, Lombok Tengah, NTB, Senin (13/9/2021). Kemenkes menerapkan sejumlah kebijakan untuk mencegah mutasi virus baru masuk Indonesia. | ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
17 Sep 2021, 03:45 WIB

Kemenkes Terus Pantau Varian Baru

Kemenkes menerapkan sejumlah kebijakan untuk mencegah mutasi virus baru masuk Indonesia.

JAKARTA -- Lembaga Biologi Molekuler Eijkman memastikan mutasi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 bernama C.1.2 belum terdeteksi masuk di wilayah Indonesia. Hal yang sama dikatakan oleh Kementerian Kesehatan terhadap pantauan varian Mu dan lainnya.

"Varian C.1.2 belum masuk di Indonesia dan sementara ini tidak perlu dikhawatirkan," kata Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof Amin Soebandrio, Kamis (16/9).

Amin mengatakan, situasi tersebut diketahui berdasarkan pemeriksaan sekuensing yang dilakukan Eijkman bersama sejumlah laboratorium di bawah Kemenkes. Dilansir Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes, terdapat publikasi dari peneliti di Afrika Selatan terkait munculnya varian C.1.2.

Menurut laporan tersebut, varian C.1.2 merupakan turunan dari varian C.1 pada Mei 2021 di Afrika Selatan. Peneliti tersebut mengatakan, varian ini memiliki susunan mutasi yang merupakan gabungan dari beberapa mutasi yang terdapat pada varian Alfa, Beta, Gamma, Delta, dan Lambda serta mutasi baru (C136F, Y449H and N679K). Meski begitu, Amin mengaku keganasan varian C.1.2 masih perlu penelitian lebih dalam.

Terkait

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, pihaknya telah memeriksa 6.253 whole genome sequencing (WGS) untuk mendeteksi varian baru hingga Kamis (16/9). Selain C.1.2, Kemenkes juga berupaya melakukan pelacakan varian lainnya, seperti Lamda dan Mu maupun varian lokal di Indonesia.

"Sebanyak 6.253 sekuensing diperiksa. Varian Mu belum masuk dan sampai (Kamis) ini belum ada," kata saat dihubungi, kemarin.

Menurut dia, Kemenkes hanya menemukan 2.252 dari total WGS adalah varian Delta. Mereka tersebar di 33 provinsi di Indonesia. "Kita terus berkonsultasi dengan WHO untuk terus memperbarui informasi terkait varian-varian baru yang berpotensi masuk dan menyebar di Indonesia," katanya.

Kemenkes telah menerapkan sejumlah kebijakan untuk mencegah mutasi virus ini masuk Indonesia. Di antaranya pengetatan dilakukan di semua pintu masuk, baik bandara, pelabuhan laut, dan perbatasan lintas batas negara. Pemerintah juga menetapkan pintu masuk hanya lewat Bandara Soekarno-Hatta, Banten dan Sam Ratulangi di Manado, Sulawesi Utara.

Anggota Komisi IX DPR Nurhadi mendukung keputusan pemerintah menutup beberapa bandara dan memperketat persyaratan warga yang mau masuk ke Indonesia. Kebijakan itu diharapkan bisa mencegah risiko penularan Covid-19 varian baru.

"Kebijakan untuk menutup pintu masuk WNA dari negara yang kasus Covid-19 atau varian baru masih tinggi sudah tepat, hanya implementasinya harus konsisten dan pengawasannya ketat," kata dia.


×