PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). | ANTARA FOTO
14 Sep 2021, 12:40 WIB

Merger PPI dan BGR Kurangi Food Loss

Merger PPI dan BGR telah memasuki tahap finalisasi RPP di pemegang saham.

JAKARTA — PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI akan bertransformasi seiring dengan persiapan sebagai surviving entity dalam proses penggabungan PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) atau BGR Logistics ke dalam PPI. Merger kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi logistik pangan.

"Dengan penggabungan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi logistik pangan, mengurangi food loss di rantai produsen, meningkatkan penetrasi bisnis trading dan logistik, hingga meningkatkan keterjangkauan pembelian produksi nelayan dan petani ke seluruh daerah pelosok di Indonesia,” kata Direktur Utama PPI Nina Sulistyowati di Jakarta, Senin (13/9).

PPI merupakan BUMN perdagangan yang disiapkan di hilir untuk peningkatan sektor distribusi trading pangan, mulai dari pelosok perdesaan hingga internasional dalam klaster pangan. Karena itu, Nina mengatakan, kunjungannya ke depo kontainer dan gudang modern milik BGR Logistics di Palembang, Sumatra Selatan, pada Sabtu (11/9) lalu penting untuk menyiapkan koneksi yang baik.

"Setelah saya memantau dan mencoba, sistemnya memang mempermudah mobilitas pekerjaan karena setiap proses terautomasi dan membuat data lebih transparan serta aman. Teknologi barcode scanner mampu mengelola hingga puluhan ribu stock keeping unit (SKU) serta terhubung dengan ERP-SAP yang sekarang sudah ada,” ujar Nina.

Terkait

Menurut Nina, PPI sebagai BUMN yang bergerak dalam bidang trading, selalu menyesuaikan strategic direction dengan para pemegang saham, dalam hal ini Kementerian Perdagangan dan Kementerian BUMN. Pada kunjungan tersebut, Nina juga menemui Serikat Pekerja BGR untuk berdiskusi hangat.

PPI dalam lawatan ini merupakan serangkaian dengan proses pelepasan ekspor kopi ke Mesir di Lampung. Penguatan pasar domestik dan internasional ini merupakan salah satu tugas besar PPI di rantai pangan.

"Hal ini sesuai arahan Menteri BUMN Erick Thohir, yang mana salah satu peran PPI adalah dalam program inklusivitas petani, peternak, nelayan, dan UMKM sebagai sumber supply dan operational excellent akselerasi ekspor,” kata Nina.

Proses penggabungan BGR ke dalam PPI ini telah memasuki tahap finalisasi RPP di pemegang saham. Dalam serangkaian persiapan yang telah dan masih dilalui dengan baik oleh PPI, dalam berbagai aspek operasional, keuangan, SDM dan organisasi, IT, legal, manajemen risiko, tata kelola dan lain - lain.

Direktur Utama BGR Logistics M Kuncoro Wibowo mendampingi Nina berkeliling ke depo kontainer yang memiliki luas total 2,7 hektare (ha) dan dapat menampung lebih dari 2.000 kontainer, yang dilengkapi dengan sarana pencucian kontainer yang memadai, fasilitas perbaikan kontainer, serta alat berat pendukung, seperti side loader dan forklift yang memberikan layanan depo kontainer baik dan terintegrasi.

Kunjungan juga dilanjutkan ke gudang modern yang mengelola komoditas Fast Moving Consumer Goods (FMCG) dengan sistem Warehouse Management System (WMS), yang mempermudah dan mempercepat segala aktivitas, mulai dari aktivitas inbound hingga ke outbond.

"Untuk memastikan manajemen depo kontainer yang cepat dan andal, kami menggunakan aplikasi berbasis web Depot Management and Agency (Denada), untuk management kontainer, lift on dan lift off kontainer," kata Kuncoro.


×