Gambar aksi pembakaran kantor kas Bank Papua, Pasar dan Puskesmas Kiwirok, serta bangunan Sekolah Dasar (SD) Inpres di Distrik Kiwirok, di Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9) | istimewa
14 Sep 2021, 03:45 WIB

KKB Disebut Bakar Fasilitas Umum di Kiwirok

Bertempat di Bandara Kiwirok telah terjadi kasus pembakaran Kantor Kas Bank Papua, Pasar Kiwirok, Puskesmas Kiwirok,

JAYAPURA — Polda Papua mengabarkan terjadi aksi pembakaran kantor kas Bank Papua, Pasar dan Puskesmas Kiwirok, serta bangunan Sekolah Dasar (SD) Inpres di Distrik Kiwirok, di Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9) waktu setempat.

Pihak Polda Papua menuding pelaku pembakaran fasiltias publik tersebut, dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. “Pada hari Senin tanggal 13 September 2021, pukul 09.30 WIT bertempat di Bandara Kiwirok, telah terjadi kasus pembakaran Kantor Kas Bank Papua, Pasar Kiwirok, Puskesmas Kiwirok, dan SD Inpres Kiwirok oleh KKB,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Polisi, Ahmad Mustofa (AM) Kamal, dalam siaran pers resmi yang diterima wartawan di Jakarta, Senin (13/9).

Kamal menerangkan, kronologi kejadian aksi pembakaran tersebut. Ia menerangkan, aksi pembakaran tersebut, berawal dari pemantauan Pos Pamtas Yonif 403/WP. Ada sembilan orang mencurigakan yang berada sekitar dari 300 meter dari pos tersebut.

“Melihat hal tersebut, satu regu Satgas Pamtas, melakukan pengamatan dan pengintaian,” ujar Kamal menerangkan.

Terkait

Pada sektiar pukul 08:45 WIT, kata Kamal, sempat terjadi kontak senjata dan tembakan. Aksi tembak-menembak tersebut, berasal dari sekitar kawasan kantor Koramil Kiwirok, dan Polsek Kiwirok.

“Sehingga personel Tentara Nasional Indonesia (TNI)-Polri, melakukan respons dengan kontak tembak,” ujar Kamal. Pada sekitar pukul 09:30 WIT, kata Kamal mulai terjadi aksi pembakaran.

“Pembakaran tersebut, berturut-turut yang dilakukan (yang diduga) oleh KKB pada kantor kas Bank Papua Kiwirok, Pasar Kiwirok, Puskesmas Kiwirok, dan SD Inpres Kiwirok,” kata Kamal. Kamal menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam aksi kejadian tersebut. Akan tetapi, bangunan-bangunan fasilitas umum, dipastikan rusak.

Kepolisian juga belum dapat memastikan, aksi pembakaran tersebut, dilakukan oleh KKB kelompok mana. “Saat ini, penyelidikan, dan penyidikan sedang dilakukan, dengan berkordinasi dengan TNI, untuk melakukan pengejaran terhadap KKB,” terang Kamal.

Dandim 1715 Yahukimo Letkol Inf Christian Irreuw menyebut aksi pembakaran sejumlah fasilitas umum di Kiwirok dilakukan oleh KKB pimpinan Lamek Tablo. Irreuw juga menyebut, KKB pimpinan Lamek Tablo selain melakukan pembakaran sempat baku tembak dengan aparat keamanan yang bertugas di Kiwirok.

“Memang benar Prada Ansar terluka di lengan kanan, namun kondisi stabil, kata Irreuw.

photo
Pasukan TPNPB-OPM berpose di pedalaman Kabupaten Nduga, pertengahan Mei 2020. - (Istimewa/TPNPB-OPM)

Diduga aksi yang dilakukan KKB terkait ditangkapnya dua anggota KKB yang membawa lima pucuk senjata api dari PNG, Rabu (2/9). Dan saat ini kelompok tersebut diduga menuju Batom. Hingga berita ini diturunkan, Republika belum berhasil mendapatkan konfirmasi dari pihak KKB.

Sementara, Kapendam XVII/Cendrawasih, Letkol Arm Reza Nur Patria dalam keterangannya, mengonfirmasi terjadinya kontak senjata antara aparat TNI dan KKB di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.30 WIT tersebut, mengakibatkan satu orang anggota TNI mengalami luka ringan.

"Satu orang prajurit mengalami luka ringan pada lengan kanan karen terserempet peluru. Kondisi yang bersangkutan saat ini dalam keadaan baik dan sadar," kata Reza.

Meski demikian, Reza belum menjelaskan secara rinci mengenai pemicu insiden kontak senjata antara TNI dan KST tersebut. Dia hanya menuturkan, saat ini, personel gabungan TNI-Polri masih bersiaga di sekitar lokasi kejadian untuk melakukan penyisiran.

"Mohon doa dari kita semua agar situasi semakin kondusif dan pembangunan dapat berjalan kembali sesuai dengan rencana," ujarnya. 

Sumber : Antara


×