Lifter Rahmat Erwin Abdullah berpose dengan medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (4/8/2021). Selain Rahmat, pebulutangkis Anthony Ginting, Apriyani Rahayu, Greysia Polii, Praveen Jordan, lifter | ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
08 Sep 2021, 11:49 WIB

Menpora: Atlet Olimpiade dan Paralimpiade Sejajar

Prestasi atlet Indonesia dalam Olimpiade dan Paralimpiade mengharumkan nama besar bangsa.

JAKARTA -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menegaskan kesetaraan atlet Indonesia yang berlaga di Olimpiade dan Paralimpiade. Ini disampaikan Menpora saat menyambut kedatangan rombongan terakhir kontingen Indonesia yang berlaga di Paralimpiade 2020 Tokyo pada Selasa (7/9) dini hari di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Menpora menegaskan, pencapaian yang ditunjukkan atlet-atlet disabilitas Indonesia tak ada bedanya dengan atlet yang bertarung di Olimpiade. Menurut dia, keduanya sama-sama menghasilkan prestasi dan mengharumkan nama bangsa. Ia juga meminta masyarakat memberikan dukungan setara kepada atlet-atlet Paralimpiade.

"Posisi atlet Olimpiade dan Paralimpiade saat ini sejajar. Pemerintah menaruh perhatian yang sama untuk atlet Olimpiade maupun Paralimpiade," kata Amali.

Indonesia mencatatkan prestasi membanggakan di Paralimpiade Tokyo dengan raihan dua emas, tiga perak, dan empat perunggu. Peringkat Indonesia pun melonjak drastis, dari sebelumnya di posisi 76 pada Paralimpiade 2016 Rio de Janeiro melonjak ke peringkat 43.

Terkait

Pesan kesetaraan dari pemerintah ini ditunjukkan dengan rencana pertemuan kontingen Indonesia dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Ini akan dilakukan setelah seluruh kontingen menjalani karantina.

"Presiden Jokowi menyampaikan rasa terima kasih kepada atlet, pelatih, dan seluruh kontingen Indonesia," ujar Menpora.

Menpora juga menyampaikan target pada event besar berikutnya. Ia menegaskan, Indonesia harus segera mengalihkan fokus ke persiapan menuju Olimpiade dan Paralimpiade 2024 di Paris, Prancis. Ia menyatakan, pemerintah akan melakukan evaluasi dalam waktu dekat untuk membicarakan prestasi sekaligus hal-hal yang masih perlu diperbaiki selama penampilan Indonesia di Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo.

Hal itu tak lepas dari keinginan pemerintah agar kesuksesan Indonesia di pentas olahraga dunia terus meningkat. "Jadi, kami harus bersiap untuk ke sana, semoga tidak ada halangan apa pun," kata dia.

Ia menyampaikan, pemerintah akan bergerak cepat dalam membenahi segala aspek yang masih perlu mendapat perhatian. Sebab, kualifikasi Olimpiade dan Paralimpiade Paris 2024 sudah mulai pada 2022 mendatang. Menpora menegaskan, tidak boleh ada persiapan mendadak.

Sementara, Ketua National Paralympic Commitee (NPC) Indonesia, Senny Marbun, mengaku bangga bisa pulang ke Tanah Air bersama para atlet dengan prestasi luar biasa.

Ia menegaskan, pembinaan atlet paralimpiade di Indonesia sudah mengalami banyak kemajuan. Senny berharap, persiapan menuju Paris 2024 berjalan sesuai harapan sehingga lebih banyak medali yang akan diraih.

"Di Rio, kami hanya memberangkatkan sembilan atlet dan meraih satu perunggu. Sekarang, kami mengirim 23 atlet dengan torehan dua emas, tiga emas, dan empat perunggu," ujar dia.

Dua emas Indonesia di Paralimpiade disumbangkan Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah (ganda putri SL3-SU5 para bulu tangkis) dan Leani Ratri Oktila/Hary Susanto (ganda campuran SL3-SU5 para bulu tangkis).

Tiga perak masing-masing diraih Ni Nengah Widiasih (para powerlifting kelas 41 kg putri), Dheva Anrimusthi (tunggal putra SU5 para bulu tangkis), dan Leani Ratri Oktila (tunggal putri SL4 para bulu tangkis). Kemudian, perunggu disumbang Saptoyogo Purnomo (para atletik 100 m T37), Suryo Nugroho (tunggal putra SU5 para bulu tangkis), Fredy Setiawan (tunggal putra SL4 para bulu tangkis), dan David Jacobs (kelas 10 para tenis meja).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by NPC Indonesia (@npcindonesia)


×