Pelajar menaiki bus sekolah usai mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di SMK Negeri 15 Jakarta, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (3/9/2021). Dibukanya pembelajaran tatap muka bisa mendekatkan kembali siswa dengan guru di sekolah. | Republika/Thoudy Badai

Nasional

07 Sep 2021, 03:45 WIB

Sepekan Pembelajaran Tatap Muka Berjalan Baik

Dibukanya pembelajaran tatap muka bisa mendekatkan kembali siswa dengan guru di sekolah.

JAKARTA – Sebagian sekolah dasar dan menengah di DKI Jakarta telah melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sepekan terakhir. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengatakan, berdasarkan temuan sementara dari hasil evaluasi yang dilakukan, secara umum PTM berjalan dengan baik.

“Sekalipun, kemarin ada SDN 05 di Jagakarsa (Jakarta Selatan) yang ditutup sementara di tahap satu ini karena melanggar prokes (protokol kesehatan),” ujar dia saat ditemui di Balai Kota DKI, Senin (6/9).

Ketika ditanya apakah pelanggaran SDN 05 Jagakarsa bisa mempengaruhi pembukaan PTM lainnya, Riza membantah. Selama semua sekolah melakukan prokes dengan baik, PTM akan berjalan seperti biasa. “Yang melanggar diberi sanksi, tentu yang lain yang patuh disiplin tetap berjalan seperti biasanya,” kata Riza.

Kasubag Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja, mengatakan, meski ada pelanggaran prokes di SDN 05 Jagakarsa, hal itu tidak membuat pembukaan sekolah lainnya ditangguhkan. Untuk sekolah yang masih belum biasa menerapkan prokes, analisa asesmen satu dan dua terkait itu masih dilakukan.

photo
Pelajar bersiap menaiki bus sekolah usai mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di SMK Negeri 15 Jakarta, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (3/9/2021). Dinas Perhubungan DKI Jakarta melalui Unit Pengelola (UP) Angkutan Sekolah mengoperasikan 70 bus sekolah untuk membantu sarana transportasi gratis bagi pelajar yang mengikuti PTM terbatas dengan melayanai 20 rute reguler dan 13 rute zonasi. Republika/Thoudy Badai - (Republika/Thoudy Badai)

“Asesmen itu tidak untuk mempersulit sekolah, tetapi ingin membantu sekolah dalam mempersiapkan agar lebih siap dan optimal melakukan PTM terbatas ini,” katanya.

Terkait target pembukaan sekolah, pihaknya masih mempersiapkan angka yang sama, yakni 1.500 sekolah di bulan ini. Hal itu akan dilakukan di pekan ketiga September, dengan penambahan 890 sekolah.

Taga menambahkan, Disdik akan terus melakukan evaluasi setiap pekan. Evaluasi tersebut, juga diiringi dengan monitoring petugas Disdik DKI dan pengisian instrumen lainnya.

PTM di tingkat sekolah dasar dan sederajat di Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai dibuka kemarin, Senin (6/9). Salah satunya di SDN Bekasi Jaya V, Kota Bekasi. Kepala SDN Bekasi Jaya V, Tati Kartati, mengatakan, untuk hari ini yang melaksanakan belajar tatap muka hanya kelas 4, 5 dan 6 saja.

photo
Sejumlah murid mengikuti kegiatan belajar mengajar saat hari pertama pembelajaran tatap muka (PTM) di SMPN 1 Cimahi, Jalan Raden Embang Artawidjadja, Kota Cimahi, Senin (6/9/2021). Pemerintah Kota Cimahi kembali menggelar PTM secara terbatas di 221 PAUD/TK, 115 SD dan 44 SMP dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Foto: Republika/Abdan Syakura - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Adapun, dalam satu kelas jumlah siswa yang melakukan tatap muka tidak lebih dari 50 persen. Di SDN Bekasi Jaya V, jumlah siswanya tidak sampai 40 orang. “Bahkan, paling tinggi hanya 35 siswa per kelas. Maka rata-rata per kelas itu di bawah 18 siswa,” kata dia.

Jika tidak ada halangan dalam uji coba PTM pada pekan ini, maka pekan depan pihak sekolah akan melaksanakan tatap muka untuk anak-anak 1, 2, dan 3.

Dibukanya PTM ini, diharapkan dapat mendekatkan kembali siswa dengan guru di sekolah. “Mudah-mudahan dengan adanya PTM ini, anak-anak kembali dekat dengan guru, mengenal gurunya, berjalan dengan baik dan lancer, tidak (ada) sesuatu (halangan) apa pun,” kata Tati.

Pemkot Tangerang Selatan juga telah mengizinkan 168 sekolah tingkat SMP dari total 205 SMP untuk menggelar PTM terbatas mulai Senin (6/9). Sebanyak 37 SMP lainnya belum diperbolehkan mengadakan PTM karena belum mendapatkan persetujuan lolos asesmen terkait penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat meninjau pelaksanaan PTM perdana di SMPN 8 mengatakan, sekolah yang diperkenankan PTM terbatas hanya satuan pendidikan yang telah melaporkan kesiapannya lewat data pokok pendidikan (dapodik) dan lolos asesmen yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Tangsel.

Selebihnya, sekolah yang melapor tapi tidak lolos asesmen ataupun sekolah yang tidak melapor masih dilarang untuk mengadakan PTM. “Saya ingin secepatnya semuanya siap. (Untuk capai 100 persen siap) tergantung kesiapan sekolah kapan, lebih cepat lebih bagus,” ujar dia.

Benyamin menambahkan, pihaknya juga telah mengizinkan sekolah tingkat PAUD/TK, dan SD untuk juga menggelar PTM mulai Senin (13/9) pekan depan. Jumlah TK yang diizinkan mengadakan PTM sebanyak 208 sekolah dan SD sebanyak 309 sekolah.


×