Relawan Satgas PPKM RW 10 memeriksa kesehatan pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri (Isoman) di rumahnya di Jalan Kebon Bibit Barat, Tamansari, Kota Bandung, Rabu (4/8). Pemeriksaan kesehatan dan pembagian sembako serta paket obat tersebut | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
07 Sep 2021, 08:27 WIB

Kolaborasi Melawan Pandemi Covid-19

Saat kita bergotong royong bersama, Indonesia pasti bisa keluar dari pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 memerlukan kolaborasi berbagai pihak untuk mengatasinya. Dengan berkolaborasi, berbagai persoalan terkait upaya penanganan Covid-19, seperti vaksinasi, isolasi mandiri, penyediaan darah merah, penyediaan plasma konvalesen, hingga bantuan logistik/sembako akan lebih mudah diatasi.

Pentingnya kolaborasi ditegaskan Sekda DKI Jakarta Marullah saat menghadiri kegiatan vaksinasi, donor darah, dan plasma konvalesen serta pemberian santunan yang diadakan oleh K-Link bekerja sama dengan PMI DKI Jakarta dan Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) di Jakarta, Kamis (2/9). 

“Kegiatan dalam rangka mengatasi pandemi Covid-19 yang dilakukan oleh sebuah perusahaan atau lembaga itu baik dan memberikan manfaat. Namun, akan lebih baik dan lebih besar manfaatnya bila dilakukan secara kolaborasi. Contohnya yang dilakukan oleh K-Link, yakni berkolaborasi dengan PMI dan GPMI,” ujar Marullah.

Presiden Direktur PT Mitra Alam Sinar Sejajtera (K-Link) Dato’ H Md Radzi Saleh mengatakan, kegiatan ini (vaksinasi, donor darah, dan santunan—Red) diadakan dalam rangka ikut berperan serta dalam kampanye peduli kesehatan dan sebagai bagian dari elemen masyarakat untuk aktif memberikan informasi bagaimana menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh agar memiliki proteksi maksimal melawan virus Covid-19.

Terkait

“K-Link sebagai perusahaan yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat Indonesia selalu menganjurkan masyarakat agar hidup sehat, mematuhi protokol kesehatan, dan rutin mengonsumsi suplemen kesehatan agar selalu sehat dan kuat menangkal segala macam virus,” kata Radzi Saleh.

Ketua PMI DKI Rustam Effendi mengatakan, kegiatan donor darah dan donor plasma konvalesen ini akan membantu masyarakat yang membutuhkan. Menurut dai, permintaan plasma konvalesen memang menurun. Artinya, banyak penderita Covid-19 yang sudah sembuh. Namun, permintaan darah biasa atau darah  merah di PMI DKI relatif tetap, antara 1.000 sampai 1.200 kantong darah per hari.

Sementara, kondisi DKI masih PPKM Level 3. Level 3 itu masyarakat masih takut keluar rumah. Jika PMI hanya menunggu di kantor saja, tidak akan tercapai target 1.000-1.200 kantong darah per hari. “Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan komponen-komponen masyarakat, instansi-instansi, perusahaan-perusahaan, agar lebih banyak lagi orang yang mendonorkan darahnya,” ujarnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PMI Provinsi DKI Jakarta (pmi_dkijakarta)

 

Bank DKI dan Unilever Tbk

Sementara, sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi keuangan serta kelanjutan dukungan percepatan program vaksinasi bagi masyarakat DKI Jakarta, Bank DKI menggelar kegiatan bertajuk literasi keuangan dan sentra vaksinasi yang ditujukan kepada pelajar DKI Jakarta di SMA Negeri 111, Jakarta Utara. 

“Kegiatan ini diselenggarakan sebagai perwujudan dari kolaborasi bersama Otoritas Jasa Keuangan, Pemprov DKI Jakarta, dan Bank DKI kepada dunia pendidikan, khususnya kepada para pelajar di DKI Jakarta,” kata Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (31/8).

Kegiatan yang berlangsung dengan protokol kesehatan ketat ini diawali dengan pelaksanaan kegiatan literasi keuangan mengenai produk dan layanan perbankan Bank DKI yang ditujukan kepada penerima KJP Plus. Peserta literasi keuangan juga dikenalkan kepada program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar).

Kejar merupakan salah satu program OJK dan industri perbankan untuk terus mendorong program peningkatan literasi dan inklusi keuangan bagi kelompok pelajar. Sebagai informasi, per Juli 2021, Bank DKI telah memiliki 1,31 juta number of account Kejar yang terdiri atas 1,12 juta pemegang KJP, 183 ribu pemegang rekening Tabungan Simpel, serta non-Tabungan Simpel non-KJP sebanyak 4.300 rekening.

Selain kegiatan literasi, Bank DKI bersama Pemprov DKI Jakarta juga melaksanakan kegiatan sentra vaksinasi kepada 200 orang pelajar yang mendapatkan vaksin Sinovac dosis 1 dan 2 dengan disediakannya fasilitas berupa mobil vaksin keliling beserta tenaga kesehatan.

Hal ini menjadi salah satu bagian dari kolaborasi Bank DKI sebagai pendukung program Mobil Vaksin Keliling yang kini turut menjangkau pelaksanaan pemberian vaksinasi di sekolah-sekolah di DKI Jakarta. 

Di tengah pandemi yang berkepanjangan, PT Unilever Indonesia Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan laju vaksinasi dengan memberikan akses vaksinasi kepada salah satu kelompok pekerja sektor informal yang sangat terdampak, yaitu komunitas pemulung.

Didukung Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Unilever Indonesia berkolaborasi dengan Sentra Vaksinasi Serviam dan Perkumpulan Pemulung Indonesia Mandiri (PPIM) memberikan vaksinasi Covid-19 kepada 300 anggota komunitas pemulung, yang diawali dengan batch pertama sebanyak 150 orang di kawasan Pulogadung (Cakung), Jakarta Timur.

Head of Corporate Affairs and Sustainability PT Unilever Indonesia Tbk Nurdiana Darus  menjelaskan, para pemulung memiliki peran besar dalam membantu mengurai permasalahan sampah plastik di Indonesia dan berperan penting dalam menciptakan ekonomi sirkular. Kondisi pandemi tentunya juga sangat menantang bagi mereka. Tidak dapat dimungkiri setiap harinya mereka bekerja di lingkungan yang sangat rawan penyakit akibat sampah medis yang tidak terpilah dan lingkungan yang tidak higienis.

"Melihat kondisi tersebut, mendapatkan akses vaksinasi menjadi satu hal yang penting untuk membantu kesehatan mereka," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Republika.

Nurdiana yang akrab disapa Ade menjelaskan,  dalam program ini Unilever Indonesia bekerja  sama dengan Sentra Vaksinasi Serviam dan PPIM memberikan vaksinasi kepada 300 anggota komunitas pemulung sehingga mereka dapat bekerja dengan kondisi yang lebih aman dan terlindungi. Selain vaksinasi, Unilever Indonesia juga memberikan edukasi 5M serta menyalurkan paket sembako sebagai apresiasi atas upaya mereka menyukseskan program ini.

“Hari ini kita melihat kerja sama multisektor antara Pemerintah Daerah DKI Jakarta, pihak swasta, yaitu Unilever, dan organisasi masyarakat dalam hal ini Serviam. Yang paling penting diketahui, dalam melakukan akselerasi, keterlibatan komunitas menjadi kunci penting," ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi yang ditemui saat kunjungan ke lokasi pelaksanaan program.

Dengan menggandeng PPIM, dia melanjutkan,   dapat mempercepat pemberian akses pelayanan kepada kelompok-kelompok yang rentan. “Terima kasih atas dukungan Unilever yang luar biasa, Serviam, dan tak ketinggalan PPIM yang telah membuka akses bagi komunitasnya dalam mendapatkan vaksinasi.”

"Saya rasa dengan kondisi seperti ini, saat kita bergotong royong bersama, Indonesia pasti bisa keluar dari pandemi Covid-19,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan program ini, Unilever Indonesia menggandeng puskesmas setempat untuk menyediakan fasilitas vaksinasi keliling dari Sentra Vaksinasi Serviam. Pada tahap awal, Unilever Indonesia menghampiri titik-titik lokasi yang banyak ditinggali komunitas pemulung, yaitu Pulogadung (Cakung), yang segera disusul dengan kunjungan ke wilayah Duren Sawit. Ke depannya, diharapkan program vaksinasi ini dapat menjangkau komunitas pemulung di daerah-daerah lainnya.

Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar juga turut hadir di lapangan untuk memantau jalannya program. “Saya ucapkan terima kasih pada Unilever atas inisiasi vaksinasi para pemulung di Jakarta Timur," ujarnya.

"Jadi disuntik juga, dikasih sembako juga, supaya imun mereka bertambah dan sehat selalu. Kami terus menggandeng dan berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan, ormas, dan lainnya. Ini tugas pemerintah, tapi pemerintah tidak mungkin sanggup lakukan sendiri karena ini wabah, bukan penyakit biasa. Jadi, harus sama-sama kita selesaikan dengan baik demi keselamatan warga kita,” katanya.


×