Pendukung kesebelasan Belanda bersorak dalam sebuah pertandingan | Youtube

Olahraga

06 Sep 2021, 09:06 WIB

Piala Dunia: Modal Belanda Lawan Turki

Belanda menaklukkan Montenegro 4-0 dalam laga Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022.

EINDHOVEN – Belanda memperlihatkan perbaikan performa dalam pertandingan kedua mereka di bawah pelatih Louis van Gaal. Keputusan pelatih gaek itu tak mengubah pakem permainan Belanda berbuah tiga angka. Belanda menaklukkan Montenegro 4-0 dalam laga Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa di Stadion Phillips, Eindhoven, Ahad (5/9) dini hari WIB.

Penyerang Memphis Depay menjadi bintang dalam pertandingan ini dengan dua gol dan satu assist. Dua gol lagi datang dari Girginio Wijnaldum dan Cody Gakpo.

Kemenangan ini belum menempatkan De Oranje kembali ke puncak klasemen. Belanda masih berada di posisi kedua dengan nilai 10, tertinggal satu poin dari Turki di tempat teratas dari lima laga. Polandia berada di posisi ketiga dengan poin yang sama dengan Belanda.

Sementara, Montenegro menempati peringkat empat dengan nilai tujuh. Ini memperlihatkan betapa sengitnya persaingan di Grup G ini. Padahal, hanya juara grup yang lolos langsung ke Qatar. Sementara, runner-up harus melalui babak play-off.

Walau tiket menuju Qatar masih jauh dari genggaman, paling tidak kemenangan ini makin meningkatkan kepercayaan diri Belanda. Apalagi, dalam laga berikutnya, Belanda akan menghadapi Turki. Peluang kembali ke puncak terbuka karena laga akan digelar di Amsterdam, Rabu (8/9) dini hari WIB.

Van Gaal pun mengungkapkan rasa puasnya dengan kemenangan besar ini serta performa anak asuhnya secara keseluruhan. Ia mengakui, pemainnya sempat kesulitan pada 20 menit pertama. Namun, semuanya berangsur membaik setelah itu. "Operan kami lebih akurat dan kami bahkan bisa mengungguli lawan kami," kata Van Gaal, dikutip dari laman resmi KNVB, Ahad (5/9).

Ada sejumlah alasan permainan Belanda tak langsung nyetel. Salah satunya, keputusan Van Gaal menempatkan beberapa pemain di posisi yang tidak seharusnya. Ia mencontohkan Cody Gakpo yang semestinya main lebih ke dalam. Namun, mantan pelatih Manchester United itu akhirnya lega karena timnya bisa mencetak banyak gol ke gawang lawan yang bermain defensif.

 
Operan kami lebih akurat dan kami bahkan bisa mengungguli lawan kami.
VAN GAAL
 

Van Gaal tak banyak mengubah sistem yang diterapkan pelatih sebelumnya, Frank De Boer. Oranje tetap menggunakan formasi 4-3-3. Walau, untuk itu, ia harus berkompromi dengan formasi kegemarannya 3-5-2 dan 5-3-2. Keputusan Van Gaal tidak menerapkan formasi yang ia sukai bukan karena menilai itu sudah usang.

Ia merasa tidak punya waktu untuk menerapkan sistem yang ia pakai kala membawa Belanda finis di peringkat tiga Piala Dunia 2014 Brasil. Sebelum menuju Brasil, Van Gaal mengaku, punya waktu enam pekan untuk melatih skuad-nya.

“Formasi 5-3-2 juga sistem terbaik menurut saya, tapi saya tidak bisa menerapkan itu dalam dua hari. Jadwal yang kami miliki hanya sepekan, jadi saya tidak punya waktu untuk bermain dengan sistem itu,'' kata Van Gaal, dikutip dari Football Oranje.

Dalam pertandingan pertama Van Gaal dalam periode ketiganya menukangi Belanda, ia hanya meraih satu poin. Oranje ditahan Norwegia 1-1. Ia sempat ragu menerapkan formasi serupa, tapi akhirnya memutuskan tetap memakainya. Formasi ofensif 4-3-3 itu kali ini sukses dengan memetik kemenangan besar atas Montenegro.

Dalam kesempatan ketiganya menukangi Belanda, pelatih berusia 70 tahun ini ingin lebih baik dari sebelumnya. Kans Belanda lolos langsung dengan menjuarai Grup G belum terasa karena kualifikasi baru separuh jalan. Namun, revans kekalahan 2-4 dari Turki pada laga berikutnya bakal membuka jalan Belanda menuju Qatar.

Lima Laga Sisa Belanda di Kualifikasi Piala Dunia

Belanda vs Turki -8 September WIB

Latvia vs Belanda - 9 Oktober WIB

Belanda vs Gibraltar -12 Oktober WIB

Montenegro vs Belanda -14 November WIB

Belanda vs Norwegia - 17 November WIB


×