PM Israel Naftali Bennett berbicara di hadapan Knesset beberapa waktu lalu. | Yonatan Sindel/Pool via AP
06 Sep 2021, 03:45 WIB

PM Israel Tolak Bertemu Presiden Palestina

Bennett menekankan, tidak akan ada terobosan politik yang bakal dicapai dengan Palestina.

TEL AVIV – Perdana Menteri (PM) Israel Naftali Bennett menolak bertemu Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Hal itu karena pemerintahan Abbas telah membawa dan menuntut Israel di Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

"Sebagai seseorang yang berasal dari dunia bisnis, ketika seseorang menuntut saya, saya tidak terlalu baik kepadanya,” kata Bennett dalam sebuah acara virtual dengan para pemimpin Conference of Presidents of Major American Jewish Organisations, dikutip laman Middle East Monitor pada Sabtu (4/9).

Pada kesempatan itu, dia turut menyinggung tentang pertemuan baru-baru ini antara Abbas dan Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz. Bennett menekankan bahwa tidak akan ada terobosan politik yang bakal dicapai dengan Palestina selama dia menjabat sebagai perdana menteri.

Bennett percaya, konflik dengan Palestina tidak dapat diselesaikan. Namun, langkah-langkah dapat diambil untuk mengurangi ruang lingkup gesekan. 

Terkait

photo
Presiden Palestina Mahmoud Abbas usai pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken di Ramallah, Selasa (25/5/2021). - (AP/Alex Brandon/Pool AP)

Pertemuan mendadak

Presiden Israel Isaac Herzog bertemu Raja Abdullah II dari Yordania di istana sang raja di Amman, Yordania. Pertemuan tersebut dilakukan secara mendadak untuk membahas peningkatan hubungan diplomatik kedua negara.

“Pekan lalu saya bertemu dan melakukan percakapan yang sangat panjang dengan Raja Yordania. Saya berada di istananya, sepanjang malam. Itu adalah pertemuan yang luar biasa,” kata Herzog, dilansir Aljazirah, Ahad (5/9).

Pertemuan itu berlangsung di istana Raja Abdullah II. Kedua pemimpin membahas serangkaian masalah politik dan ekonomi, termasuk energi. "Yordania adalah negara yang sangat penting. Saya sangat menghormati Raja Abdullah, seorang pemimpin besar dan aktor regional yang sangat signifikan,” kata Herzog.

Hubungan Israel-Yordania memburuk di bawah kepemimpinan PM Benjamin Netanyahu. Para kritikus menilai, Netanyahu mengabaikan Yordania demi normalisasi hubungan dengan Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko tahun lalu. 

Sumber : Reuters/Associated Press


×