Pemain Manchester United Bruno Fernandes. | AP Photo/Jon Super

Olahraga

31 Aug 2021, 12:25 WIB

MU Raja Tandang Liga Primer Inggris

Kemenangan MU menandai pecahnya rekor baru di pentas Liga Primer Inggris.

MANCHESTER — Suporter Manchester United yang datang ke kandang Wolverhampton Wanderers, Stadion Molineux, harus menunggu hingga menit ke-80 saat tim kesayangannya beradu kualitas dengan tim tuan rumah, Ahad (29/8) dini hari WIB. Penantian itu berakhir dengan sepakan keras Mason Greenwood. Bola sepakan penyerang berusia 19 tahun seusai memanfaatkan sodoran umpan dari Raphael Varane itu sukses merobek gawang Wolves. 

Meski diwarnai kontroversi soal pelanggaran Paul Pogba terhadap Ruben Neves dalam bangunan serangan United di gol itu, wasit tetap mengesahkan satu-satunya gol di laga tersebut. Iblis Merah akhirnya membawa pulang tiga angka dari markas Wolves.

Kemenangan United di laga pamungkas pekan ketiga Liga Primer Inggris tersebut sekaligus menandai pecahnya rekor baru di pentas Liga Primer Inggris. Kemenangan tersebut memperpanjang rekor impresif United kala merumput di kandang lawan di pentas Liga Primer Inggris.

Dengan catatan 28 laga tandang terakhir tidak menelan kekalahan, United menorehkan rekor tidak terkalahkan terpanjang di partai tandang di sepanjang sejarah Liga Primer Inggris. 

Dengan kemenangan di markas Wolves, United telah resmi menggeser Arsenal sebagai raja tandang di pentas Liga Primer Inggris, yang sebelumnya menorehkan 27 laga tandang tidak pernah kalah pada rentang waktu April 2003 hingga September 2004 dengan rekor 17 kemenangan dan 10 hasil imbang. 

Sementara dalam torehan rekor terbarunya tersebut, United membukukan 18 kemenangan dan 10 hasil imbang. Rekor tidak pernah kalah di laga tandang United ini pun terentang selama 560 hari atau saat membungkam Chelsea, 2-0, di Stadion Stamford Bridge pada paruh kedua musim 2019/2020, Februari 2020 silam. 

Kemenangan atas the Blues itu menjadi respons terbaik United setelah dihajar Liverpool, 0-2, di Stadion Anfield di laga tandang sebelumnya. Sejak raihan poin maksimal di Stadion Stamford Bridge itu, United tidak pernah lagi melihat ke belakang. 

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Manchester United (manchesterunited)

United terus melaju dengan terus meraih poin, setidaknya satu poin via hasil imbang setiap kali merumput di kandang lawan. 

Torehan rekor impresif United ini termasuk dengan catatan tidak pernah kalah di laga tandang  sepanjang musim lalu. Selama periode tidak terkalahkan di laga tandang tersebut, United menghadapi 19 klub berbeda, mengemas 13 clean sheet, kebobolan 19 gol, dan berhasil mencetak total 51 gol. 

Rekor United ini memang begitu mengesankan. Namun, apabla dibandingkan dengan Arsenal, yang mencatatkan rekor serupa, United dinilai gagal memanfaatkan momentum torehan rekor tersebut dengan raihan trofi. 

Rekor tidak terkalahkan Arsenal di 27 laga tandang dilengkapi the Gunners dengan raihan trofi Liga Primer Inggris pada musim 2003/2004. Sementara selama menorehkan rekor tidak terkalahkan di laga tandang pada musim lalu, United harus puas finis di peringkat kedua Liga Primer Inggris. 

Keberhasilan memetik poin di laga tandang tidak dibarengi United dengan raihan poin secara reguler di laga kandang. United justru tampil inkonsisten kala tampil di Stadion Old Trafford. Pada musim lalu, United tercatat menelan enam kekalahan, empat hasil imbang, dan sembilan kemenangan. 

Kondisi ini disadari sepenuhnya oleh pelatih United, Ole Gunnar Solskjaer. Selain rekor impresif di laga tandang, pelatih asal Norwegia itu berharap, kembalinya fan ke stadion pada musim ini bisa menambah motivasi para penggawa United untuk bisa memperbaiki performa di laga kandang.

''Tidak adanya dukungan dari penonton bepengaruh besar pada performa kandang kami pada musim lalu. Absennya penonton membuat kami kesulitan untuk membedakan antara laga kandang dan tandang. Saya yakin, kami bisa membuat Old Trafford sebagai benteng lagi pada musim ini,'' ujar Solskjaer seperti dikutip Daily Mail, kemarin. ';

×