Rivaldo Tanra Pangesthio sedang membawa bola | Youtube

Olahraga

31 Aug 2021, 11:51 WIB

Kisah Andalan Satria Muda Pensiun Dini

Andalan Satria Muda Rivaldo Tanra Pangesthio ingin fokus di dunia bisnis yang sudah digeluti empat tahun lalu.

OLEH FITRIYANTO

Usia Rivaldo Tanra Pangesthio baru lepas 25 pada tahun ini, umur yang masih tergolong muda, bahkan dalam dunia olahraga bisa dibilang masih usia emas. Namun, pebasket Satria Muda kelahiran Pontianak, Kalimantan Barat, ini memutuskan pensiun.

Rivaldo secara mengejutkan memutuskan gantung sepatu. Ada banyak faktor yang membuat pemain berposisi small forward ini mengambil keputusan tersebut. Kepada Republika, Senin (30/8), Rivaldo mengungkapkan alasannya pensiun pada usia muda.

Faktor utama adalah cedera yang menderanya. Rivaldo mengalami posterior cruciate ligament (PCL) kaki kanan yang dialami sebelum babak play-off Indonesian Baskeball League (IBL) 2021 lalu.

Selain faktor itu, dia juga ingin fokus di dunia bisnis yang sudah digeluti empat tahun lalu bersama sang kakak. Rivaldo yakin tak akan menyesali keputusannya ini. Ia mengungkapkan, sebagai atlet, target pribadi di dunia basket sudah berhasil diraihnya.

"Saya bermain basket mempunyai tiga target, yakni juara IBL (sukses bersama SM), memberikan sesuatu untuk negara (medali perak SEA Games 2019 melalui nomor 3x3), dan menginspirasi generasi selanjutnya, terutama anak daerah bahwa kita bisa," ujar pemain yang mengidolakan Lebron James ini.

Pemain yang terkena cedera PCL karena terjatuh dari sepeda ini mengungkapkan, pertama kali ada niatan untuk pensiun justru saat akan membicarakan kontraknya di Satria Muda. "Waktu kontrak sudah mau habis dan sering cedera, di situlah saya mulai berpikir pensiun. Namun, yang berperan besar mungkin keinginan untuk berbuat lebih di luar basket dan membantu komunitas," kata dia.

Cedera PCL kaki kanan sebelum play-off melengkapi kesulitan Rivaldo yang sebelumnya sudah cedera PCL kaki kiri yang diderita saat masuk kuliah. Rencananya dia akan menjalani operasi PCL pada 13 September nanti. "Setelah operasi PCL kaki kiri, beberapa bulan kemudian saya akan menjalani operasi di kaki kanan,” ujarnya. 

Dia berterima kasih pada Satria Muda yang masih mau mengurus operasinya walau kontrak dengan klub sudah berakhir pada Agustus ini. “Sebenarnya Satria Muda menawarkan perpanjangan kontrak, tetapi saya memang sudah ingin fokus pada bisnis,” kata Rivaldo yang saat ini juga sedang berusaha menyelesaikan studi S-2 di Universitas Pelita Harapan.

Dia juga mengaku, selain tawaran perpanjangan dari Satria Muda, beberapa klub juga memberinya penawaran kontrak, tetapi semua ditolak. “Kalaupun masih bermain, saya akan tetap di Satria Muda. Namun, bisnis sudah menjadi ketetapan saya,” kata dia menegaskan.

Ia tak menampik, sempat muncul keraguan karena keinginan mempersembahkan medali emas bagi Merah Putih. Namun, panggilan membesarkan bisnis demi masa depan, kata dia, lebih kuat. Rivaldo juga berjanji walau tak lagi menjadi pemain, dia akan ikut membantu membesarkan komunitas bola basket di manapun dia berada.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Satria Muda Pertamina (smpertamina)

“Saya juga siap membagi ilmu bagi pemain-pemain yang lebih muda walaupun tidak langsung sebagai pelatih di lapangan. Menjadi pelatih sepertinya bukan passion saya."

Manajer Satria Muda Pertamina Riska Natalia Dewi mengatakan, meski baru bermain dua musim bersama Satria Muda, Rivaldo memberikan kontribusi yang luar biasa bagi klub yang bermarkas di Kelapa Gading, Jakarta Utara, tersebut.

"Dia tidak pernah mengeluh, baik saat latihan maupun peetandingan. Sampai-sampai saat babak final kita tidak tahu dia bermain dalam kondisi menahan sakit. Karena tidak kelihatan kalau dia sedang cedera," kata Beby. ';

×