CEO GoTo Financial, Andre Soelistyo | Youtube

Ekonomi

26 Aug 2021, 15:30 WIB

GoTo Financial Rangkul UMKM Nonkuliner

GoTo Financial membuktikan pentingnya kehadiran komunitas dan pelatihan untuk mengembangkan usaha.

JAKARTA – GoTo Financial meluncurkan Komunitas Retail GoTo Financial (Kontag) untuk merangkul para UMKM di sektor nonkuliner. Komunitas yang didirikan oleh entitas usaha GoTo Group tersebut menaungi mitra usaha gabungan dari Moka, Go Store, Midtrans, Sellu, serta Go Send dan Go Shop.

CEO GoTo Financial, Andre Soelistyo, menjelaskan, misi perusahaannya adalah menghadirkan solusi bisnis lengkap bagi pengusaha UMKM ritel. "Mitra usaha kami sangat istimewa, karena sebagai bagian dari ekosistem GoTo Financial, mereka bisa mendapatkan akses tidak hanya ke solusi teknologi tetapi juga menjadi bagian dari komunitas mitra usaha yang memiliki akses kepada berbagai pelatihan untuk meningkatkan peluang bisnis mereka," kata Andre dalam konferensi pers, Rabu (25/8).

Lewat program tersebut, perusahaan mendukung pelaku berbagai bidang usaha, mulai dari penyedia jasa kecantikan, bengkel, pedagang eceran, hingga industri fashion, serta kerajinan. Head of Merchant Platform Business GoTo Financial, Novi Tandjung, mengatakan, lewat pengalaman dalam membantu jutaan UMKM melalui Komunitas Partner Gofood (Kompag), pihaknya telah melihat dan membuktikan pentingnya kehadiran komunitas dan pelatihan untuk membantu mengembangkan usaha.

Hal ini salah satunya ditunjukkan oleh 80 persen peserta komunitas yang merasa materi yang diberikan bermanfaat untuk berjalannya bisnis mereka, terutama pada masa pandemi. "Melalui Kontag, kami ingin semakin memperluas manfaat ini dengan merangkul berbagai lini pelaku usaha yang tidak hanya terbatas pada sektor kuliner," ujarnya.

Novi menyampaikan, solusi teknologi dan nonteknologi GoTo Financial telah membantu mitra usaha untuk beradaptasi dan bertumbuh sehingga bisa bangkit di masa pandemi. Berdasarkan data internal, solusi teknologi GoTo Financial mencatatkan angka pertumbuhan positif.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan belanja daring melalui platform niaga daring dapat menyumbang 18 persen terhadap total pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada 2030. Komponen konsumsi rumah tangga sejauh ini menjadi penyumbang terbesar terhadap laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan, saat ini belanja daring telah memberikan kontribusi, tapi baru sekitar empat persen terhadap konsumsi rumah tangga.

“Tentu ini adalah salah satu dari bagian program misi ekonomi dan kita harap kontribusi e-commerce bisa meningkat menjadi 18 persen," kata Oke.

Oke mengatakan, pada kuartal II tahun ini pertumbuhan ekonomi kembali ke level positif sebesar 7,07 persen year on year (yoy). Namun, Oke mengatakan, kebijakan PPKM darurat yang dilanjutkan dengan PPKM level 2, 3, dan 4 akan berpengaruh terhadap laju perekonomian. 

Mulai Juli lalu, terjadi pembatasan dan mobilitas masyarakat kembali menurun. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kembali laju pertumbuhan ekonomi.

Oke mengatakan, laju konsumsi akan sangat memengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2021. Ia pun berpendapat, salah satu kunci untuk tetap menjaga laju konsumsi agar tetap naik dengan mendorong aktivitas belanja secara daring.

"Kemendag sedang menyusun regulasi terkait e-commerce. Tentu digitalisasi ini menjadi penting," kata dia.


×