Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika

Hikmah

23 Aug 2021, 03:30 WIB

Tiga Kriteria Keikhlasan

Keikhlasan memiliki tiga kriteria utama yang harus dipahami dengan baik.

OLEH IMRON BAEHAQI

Secara bahasa, ikhlas berakar dari kata khalasha yang berarti bersih, jernih, murni, dan tidak bercampur. Sedangkan, menurut istilah, ikhlas adalah melakukan amal baik semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT.

Jika keikhlasan pada diri setiap mukmin melekat dan terjaga dengan baik, ini termasuk syarat utama diterimanya amal. Sebaliknya, jika niatnya keliru seperti dikotori sifat riya, ingin dipuji, misi jahat, dan motif nafsu duniawi lainnya, perbuatannya menjadi sia-sia, bahkan menjadi dosa.

Sebab, keikhlasan merupakan perkara penting dan tidak bisa dianggap remeh. Alquran dan As-sunnah sudah mengingatkan, betapa banyak orang yang menanggung kerugiaan besar karena mengabaikan akhlak terpuji ini.

Keikhlasan tidak hanya berpengaruh pada diterimanya amal, tetapi juga berpengaruh positif pada kepribadiannya. Misal, seorang yang mukhlis akan terjaga dari sikap angkuh atau jemawa jika dirinya mencapai keberhasilan. Di sisi lain, ia pun tidak mudah galau dan putus asa tatkala gagal dalam meraih cita-cita.

Demikian juga, ia tidak lupa diri ketika mendapat sanjungan. Tidak kecil hati dan mundur dari medan kebajikan ketika fitnah dan cacian menerpanya. Begitu pun saat diuji dengan suatu musibah, orang mukhlis mampu menghadapinya dengan sifat sabar, tidak mengeluh apalagi marah-marah.

Orang yang ikhlas akan terjaga dari sifat-sifat tercela lainnya, seperti kepura-puraan, dusta, khianat, inkar janji, dan fitnah. Termasuk terjaga dari kebiasaan ingin menipu orang lain atau prank, istilah gaul anak muda sekarang. Orang yang mukhlis selalu melakukan perbuatan, murni semata-mata mencari ridha Allah.

Alkisah, Khalid Ibn Walid adalah seorang panglima perang yang selalu menang gemilang di medan pertempuran. Kejadian ini ternyata menarik perhatian Kalifah Umar bin Khattab. Ia memutuskan untuk memberhentikan Khalid karena khawatir dikultuskan. Khalid menerima keputusan Khalifah dengan lapang dada seraya berkata, “Saya berperang bukan karena Umar, tetapi karena Allah.”

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Selamat dan beruntunglah orang-orang yang ikhlas. Yaitu, orang-orang yang bila hadir tidak dikenal, bila tidak hadir tidak dicari-cari. Mereka pelita hidayah, mereka selalu selamat dari fitnah kegelapan.” (HR Baihaqi).

Menurut Al-Marhum Buya Yunahar Ilyas, nilai keikhlasan itu tidaklah ditentukan oleh ada atau tidak adanya suatu imbalan materi, jasa, dan seumpamanya. Sebab, keikhlasan memiliki tiga kriteria utama yang harus dipahami dengan baik.

Pertama adalah niat ikhlas karena ridha Allah. Kedua, amal yang dikerjakan hendaklah dilakukan sebaik-baiknya. Ketiga, penggunaan atau pemanfaatan hasil usaha secara baik dan tepat.

Wallahu al-musta’an.


×