Seorang gadis kecil mengungsi di tenda sementara di Kabul, Afghanistan, Sabtu (14/8/2021). | EPA-EFE/HEDAYATULLAH AMID
18 Aug 2021, 03:45 WIB

Taliban Ajak Perempuan Bergabung

Penjabat gubernur sentral “lari” meninggalkan Kabul.

KABUL – Taliban menyerukan kaum perempuan di Afghanistan bergabung dengan pemerintahannya. Ajakan itu merupakan komentar pertama Taliban terkait pemerintahan setelah mereka berhasil merebut kendali atas Afghanistan.

Imarah Islam tidak ingin perempuan menjadi korban. Mereka harus berada dalam struktur pemerintah menurut hukum syariat,” kata anggota komisi budaya Taliban, Enamullah Samangani, Selasa (17/8), dikutip laman Al Arabiya.

Imarah Islam adalah nama yang digunakan Taliban untuk merujuk pada negara Afghanistan. Samangani mengungkapkan, struktur pemerintahan yang bakal diterapkan Taliban di Afghanistan belum sepenuhnya jelas.

“Tapi berdasarkan pengalaman, harus ada kepemimpinan yang sepenuhnya Islami dan semua pihak harus bergabung,” ujarnya.

Terkait

Juru bicara kantor politik Taliban, Mohammad Naeem, melalui cicitannya di Twitter juga menautkan video menggambarkan pejuang Taliban tengah berkonsultasi dengan staf sebuah rumah sakit, termasuk dari kaum perempuan agar bekerja seperti sediakala. 

Taliban sepenuhnya menguasai Afghanistan pada Ahad (15/8). Penguasaan itu terjadi setelah mereka menduduki Ibu Kota, yakni Kabul, dan Istana Kepresidenan.

Ribuan warga Kabul berusaha melarikan diri setelah Taliban menguasai kota tersebut. Namun ada pula penduduk yang memilih bertahan.

Warga yang melarikan diri dari Kabul memiliki alasan sama, yaitu mereka enggan hidup di bawah kendali Taliban. Generasi yang lebih tua khususnya masih mengingat bagaimana Taliban menerapkan hukum syariat konservatif selama masa kekuasaannya pada 1996-2001.

Kala itu tak ada hak-hak sipil, termasuk untuk kaum perempuan. Sanksi seperti rajam, amputasi, dan eksekusi publik pun diterapkan oleh Taliban. Kekuasaan Taliban berakhir saat Amerika Serikat (AS) menginvasi Afghanistan pascaserangan teror terhadap gedung World Trade Center pada 11 September 2001. Taliban diyakini melindungi pelaku serangan, yaitu Alqaidah dan pemimpinnya, Usamah bin Ladin.

Sementara itu penjabat Gubernur Bank Sentral Afghanistan, Ajmal Ahmady (43 tahun), dilaporkan “lari” meninggalkan Kabul, Selasa. Ia dilaporkan terbang dengan pesawat mililter. Namun, ia menyalahkan jajaran kepemimpinan Afghanistan.

“Pada Ahad saya mulai bekerja. Aneka laporan sepanjang pagi itu sangat mencemaskan. Saya meninggalkan bank dan meninggalkan pada wakil saya yang saat itu bekerja. Saya merasa berat karena meninggalkan para staf,” cicitnya di Twitter.

photo
Pejuang Taliban bersiap mengibarkan bendera di kediaman gubernur di Provinsi Ghazni, Ahad (15/8/2021). - (AP/Gulabuddin Amiri)

“Semua ini seharusnya tidak berakhir begini. Saya merasa muak dengan nihilnya rencana di jajaran kepemimpinan Afghanistan. Saya melihat mereka di bandara pergi tanpa mengabarkan siapa pun,” cicitnya lagi.

Langkah sendiri mirip hal yang dilakukan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. Ghani terbang diam-diam meninggalkan Afghanistan pada Ahad ketika Taliban memasuki Kabul tanpa perlawanan.

“Sulit dipercaya, namun ada kecurigaan mengapa (pasukan pemerintah) meninggalkan pos begitu cepat,” cicit Ahmady, mengacu pada klaim sejumlah milisi propemerintah yang menuding kekalahan pasukan pemerintah adalah hasil konspirasi.

Ahmady mengaku terbang dengan pesawat militer setelah pesawat komersial yang dipesannya dipenuhi penumpang. Ia tak menyebutkan tujuannya.

Ahmady ditunjuk sebagai penjabat Gubernur Bank Sentral setahun lalu. Laman Pemerintah Afghanistan menyebutkan, sebelumnya ia bekerja di Kementerian Keuangan AS, Bank Dunia, dan perusahaan ekuitas swasta.

Ahmady tidak menanggapi permintaan kantor berita Reuters untuk berkomentar. Namun, cicitannya diunggah di akun resminya yang terverifikasi.

“Saat kepergian presiden diumumkan, saya tahu bahwa dalam hitungan menit akan terjadi kekacauan. Saya tidak bisa memaafkan dia karena menciptakan situasi tanpa rencana transisi,” cicitnya.

photo
Warga yang telantar duduk di dekat perbatasan di Chaman, Pakistan, Ahad (15/8/2021). - (AP/Jafar Khan)

Jalanan Kabul Sepi dari Perempuan

Jalan-jalan di Kabul, Afghanistan, dikosongkan dari keberadaan perempuan pada Senin (16/8). Orang-orang bersenjata Taliban berpatroli di mobil-mobil yang disita dari polisi. Mereka menyita senjata dari penjaga keamanan dan mendesak pemilik toko serta pegawai pemerintah kembali bekerja.

"Tidak ada perempuan yang berjalan di jalanan, tetapi ada perempuan di dalam mobil yang mengenakan masker dan tidak berambut,” kata perempuan berusia 24 tahun bernama Hayat yang pergi keluar untuk melihat seperti apa kotanya di bawah pemerintahan Taliban.

Perempuan tinggal di rumah karena takut dipukul sebab tidak menutup aurat atau pergi keluar tanpa wali laki-laki. Di beberapa bagian Afghanistan, muncul laporan pernikahan paksa dengan milisi Taliban setelah pengambilalihan dalam beberapa pekan terakhir.

"Satu-satunya perubahan positif adalah tidak ada lalu lintas. Tapi saya tidak merasa aman dan di benak saya, saya terus berpikir bahwa mereka akan menembak saya sekarang," ujar Hayat.

Meskipun kepemimpinan Taliban belum menetapkan aturan baru untuk penduduk Kabul, para milisi menggunakan pengeras suara di salah satu masjid di barat kota untuk memberi pengumuman. Taliban menyatakan perempuan harus mengenakan burqa atau jilbab penuh yang merupakan abaya panjang dan penutup wajah.

Milisi itu juga diketahui telah memulai penegakan kode keras di bagian lain kota.

photo
Warga Afghanistan menanti di antara toko-toko yang tutup sebelum menarik uang dari bank di Kabul, Afghanistan, Ahad (15/8/2021). - (AP/Rahmat Gul)

Dikutip The Guardian, seorang perempuan tua yang pergi keluar untuk mendapatkan makanan bagi keluarganya melihat pria bersenjata mendorong perempuan lain dan menyuruh mereka pulang karena tidak berpakaian tertutup. Dia juga melihat mereka menyeret perempuan yang lebih muda pergi. Kebanyakan perempuan hanya tinggal di rumah.

Banyak perempuan di Kabul tidak memiliki burqa, pakaian yang diwajibkan Taliban untuk dikenakan perempuan di masa lalu ketika memimpin negara itu. "Saya tidak memilikinya, saya tidak tahu harus membeli di mana, tetapi banyak teman saya yang mencarinya. Perempuan membelinya karena itu menyelamatkan nyawa, menghilangkan ancaman terhadap Anda," ujar perempuan itu.

Sebagian besar bisnis tutup, meskipun Taliban telah mendesak warga untuk kembali bekerja dan hidup normal. Hanya beberapa toko roti, toko kelontong, dan restoran yang buka sehingga orang dapat makan.

Milisi mengonsolidasikan cengkeraman di kota dengan mengunjungi kompleks untuk mengumpulkan senjata dari penjaga keamanan swasta. Mereka merayakan kemenangan dengan berparade di luar kedutaan Amerika Serikat yang sekarang ditinggalkan.

Juru bicara Taliban, Suhail Shaheen, telah mendesak orang untuk tinggal dan kembali membangun. "Negara kita membutuhkan mereka. Ini adalah negara mereka, negara dari semua warga Afghanistan," katanya.

photo
Warga yang telantar di dekat perbatasan di Chaman, Pakistan, Ahad (15/8/2021). - (AP/Jafar Khan)

Shaheen menegaskan Taliban telah berjanji tidak akan ada ancaman terhadap nyawa. "Kami meyakinkan mereka bahwa tidak ada risiko terhadap hidup mereka, harta benda mereka, kehormatan mereka," katanya.

Frustrasi dirasakan warga Afghanistan. Keresahan itu tertangkap melalui banyak video amatir di media sosial. Salah satu yang mendapatkan banyak perhatian adalah gambaran warga Afghanistan yang memaksa ikut dengan menempelkan diri di jet milik militer AS. Jet militer AS itu tampak sedang bersiap berangkat. Jet tersebut terlihat sedang meluncur di landasan bandara pada Senin.

Puluhan orang berlari di samping pesawat raksasa Angkatan Udara AS di bandara Kabul. Beberapa orang berhasil mendapatkan pijakan sebelum lepas landas. Beberapa dari mereka tampaknya jatuh hingga tewas saat pesawat mencapai ketinggian.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Afshin Ismaeli (afshinismaeli)

Pihak berwenang AS mengatakan, setidaknya tujuh orang tewas selama evakuasi kacau di bandara. Termasuk di antara mereka adalah orang yang jatuh dari jet militer.

Video lain berhasil merekam ketika pesawat tinggal landas. Lalu tampak beberapa orang berjatuhan. Orang-orang terdengar berkata, "Lihat, satu jatuh" dan kemudian, "Ohhh, yang lain juga jatuh."

Pejabat pertahanan AS menyatakan, mereka telah menghentikan sementara semua penerbangan evakuasi dari Kabul untuk membersihkan orang-orang yang berkumpul di bandara.

Washington hanya berniat membawa puluhan ribu warga Afghanistan yang berisiko karena sebelumnya bekerja untuk Pemerintah AS. Saat ini AS sedang mencari tempat tinggal sementara untuk mereka di Fort McCoy di Wisconsin dan Fort Bliss di Texas.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Afshin Ismaeli (afshinismaeli)

Sumber : Reuters/Associated Press


×